Terjebak Penyamaran CEO

Terjebak Penyamaran CEO
Merenggang


__ADS_3

Sudah hampir 3 hari ini hubungan Kayna dan Natta belum juga membaik. Bukan berati Natta tidak berusaha untuk memperbaikinya, melainkan sifat keras kepala Kayna yang terus menghindar tanpa memberi kesempatan untuk Natta menjelaskan.


Selama itu pula Kayna duduk bersama dengan Syifa. Gadis yang pernah mengatainya bodoh karena memilih pindah duduk bersamanya. Sementara banyak sekali siswi di kelasnya yang menginginkan sebangku dengan Natta.


Kini Natta mulai merasa jengah, bukan karena terus mendapat penolakan dari Kayna. Melainkan karena Kayna sama sekali tidak memberinya kesempatan sekecil apapun.


"Natta," panggil Arka tidak membuat langkah Natta terhenti.


Rasanya hambar, beberapa hari ini Natta seperti hidup tanpa tujuan, tanpa seseorang yang biasanya memberi warna dalam hidupnya. Juga merasakan bosan menjalani sebuah kehidupan. Bukan berarti pula ada niatan dari diri Natta untuk mengakhiri hidupnya. Melainkan mulai ada pikiran nakal untuk membuatnya kembali menjalani hidup seperti semula.


Berlari kecil menghampiri Natta. Arka merangkul pundak Natta mensejajarkan langkahnya.


"Susah banget dicariin," keluh Arka tidak mendapat respon dari Natta.


"Dio bilang, udah 2 hari kamu nggak masuk kerja. Kenapa dan kemana kamu?" pertanyaan dari Arka membuat Natta terkekeh.


"Bukannya bagus aku nggak ada? Dio bisa lebih mudah deketin pegawainya?" Natta melirik Arka sekilas.


Sementara Arka tampak berpikir dengan keras. "Kamu-" sela Arka menatap Natta. "Jangan bilang kamu juga naksir sama... siapa namanya?" tebak Arka langsung diangguki oleh Natta.


"Iya aku naksir dia, namanya Kayna," beritahu Natta tanpa basa-basi lagi.

__ADS_1


Syok. Jelas saja mendengar itu membuat Arka seketika syok. Bukan karena pengakuan Natta saja. Melainkan Dio sudah berkeinginan untuk menyatakan cintanya dengan meminta bantuan kepada Arka. Mereka sudah berencana untuk mengajak Kayna ikut liburan bersama ke puncak agar apa yang Dio inginkan terwujud.


"Nat, sumpah ini-"


"Apa? aku cuma becanda," lirih Natta membuat binar pada mata Arka terlihat.


Hampir saja Arka mengalami sakit jantung dadakan yang bisa menimbulkan kematian jika Natta tidak kunjung mengatakan hal itu. Namun jantung Arka kini bisa terselamatkan setelah apa yang baru saja dikatakan oleh Natta.


"Ah...gila, aku hampir mati berdiri dengernya tadi." Dio kembali bernapas dengan lega.


Sudut bibir Natta tertarik ke atas. Ia melirik ke arah Arka dengan sorot mata berbeda.


"Kamu harus tahu Nat, Dio dan aku sudah merencanakan liburan akhir pekan nanti," beritahu Arka diangguki oleh Natta.


"Kamu harus ikut. Sasa juga akan diajak oleh Airin," beritahu Arka kembali mendapat respon dari Natta.


Entah kenapa mendengar ungkapan dari Arka justru membuat Natta semakin merasa ingin mundur. Jika Natta pergi dari hidup Kayna, akan ada Dio yang datang dalam hidupnya tanpa suatu kebohongan apapun.


"Miris," lirihnya tersenyum tipis.


Setelah bel pulang. Kayna buru-buru keluar dari kelas. Niatnya jelas untuk menghindar dari Natta. Namun hari ini Natta tidak lagi melakukan tindakan sebagai usahanya untuk memperbaiki hubungannya dengan Kayna. Seperti hari-hari kemarin ia lakukan.

__ADS_1


Kini Natta memilih untuk membiarkan apa yang ingin Kayna lakukan.


Sementara Kayna tampak merasa heran dengan tingkah Natta hari ini. Biasanya laki-laki itu akan selalu membuntutinya meski tidak mendapat tanggapan atau mendapat sikap acuh darinya. Hari ini Natta benar-benar membiarkan Kayna pergi begitu saja.


"Ck, nggak ada usahanya, tapi aku akan tetap begini sebelum dapat jawabannya Natta," ujar Kayna yang sudah berdiri di depan gerbang sekolah.


Tidak lama setelah itu mobil milik Dio datang menghampiri Kayna. Bertepatan ketika motor besar milik Natta juga akan keluar dari gerbang sekolah.


"Kay, pulang bareng yuk!" ajak Dio turun dari mobilnya.


Tidak menjawab Kayna malah terlihat bingung dengan kedatangan Dio. Pasalnya sebelumnya memang tidak ada janji di antara keduanya.


"Nggak usah kak, ini aku mau pulang dulu bentar," tolak Kayna sopan.


"Nggak papa Kay, ada yang mau aku omongin juga sama kamu," balas Dio tetap memaksa.


Meski tidak secara langsung. Namun dari cara bicara Dio jelas tidak ingin mendapat penolakan dari Kayna lagi. Tidak menjawab Kayna akhirnya masuk ke dalam mobil Dio untuk pulang bersama.


Bahkan dia baru menyadari keberadaan Natta setelah mobil Dio mulai berjalan pelan. Kayna dapat melihat bagaimana sorot mata Natta akan dirinya.


"Natta," gumamnya sangat lirih.

__ADS_1


__ADS_2