Terjebak Penyamaran CEO

Terjebak Penyamaran CEO
Natta Konyol


__ADS_3

Setelah berganti pakaian yang cukup formal. Kayna menghampiri Natta yang terlihat sibuk di meja kerjanya. Ini untuk yang kedua kalinya Natta begitu terlihat serius dengan layar laptop di depannya. Kayna sendiri sampai terbengong di tempatnya. Natta terlihat sangat berbeda dari biasanya.


Namun dirinya, ia merasa kurang pantas memakai pakaian yang sudah disediakan untuknya tadi. Rok pendek yang Kayna kenakan saat ini membuatnya tidak nyaman.


"Nat-Natta!" panggil Kayna seketika membuat Natta menoleh.


Deg


Natta hampir saja limbung jika ia tidak buru-buru siap akan posisinya. Kayna terlihat sangat cantik dengan baju kerja yang sudah ia pilihkan sendiri.


Di mata Natta sekarang, bagian-bagian tertentu yang tidak pernah terlihat di tubuh Kayna kini terlihat lebih menonjol lagi. Kayna bukan hanya singa cantik, tetapi juga singa seksi.


"Natta!" panggil Kayna lagi merasa tidak nyaman ditatap oleh Natta seperti itu.


"Tahan Kay, tetap berdiri di situ. Aku harus segera menyelesaikan ini," balas Natta membuat Kayna mengernyit bingung.


"Aku boleh protes tidak?" tanya Kayna diangguki oleh Natta. "Boleh, tapi nanti tidak sekarang," balas Natta dengan tatapan serius ke layar laptopnya.


"Sekarang apa yang harus aku kerjakan Nat?" tanya Kayna lagi.


"Kamu cukup berdiri di situ sampai pekerjaanku selesai," balas Natta menaik turunkan jakunnya.


Melihat Kayna saat ini membuatnya tidak kosentrasi lagi. Ia bertambah giat untuk mengerjakan pekerjaan yang baru saja diterima sekitar 5 menit yang lalu. Natta berniat untuk menyelesaikan lebih cepat lagi.

__ADS_1


Adanya Kayna yang bekerja dengan dirinya saat ini seakan membuat kepintarannya bertambah kali lipat. Kayna membawa dampak besar untuknya. Padahal gadis itu sama sekali tidak melakukan apa-apa. Hanya memakai baju yang tadi sudah dia pilihkan sendiri.


Setelah waktu kurang lebih 5 menit berada di posisi yang sama. Akhirnya Natta menghela napas panjangnya. Ia menoleh ke arah Kayna yang masih berdiri mematung di depan.


"Done," ujarnya pelan.


Segera ia beranjak dari duduknya. Menghampiri Kayna yang masih berdiri di tempatnya persis seperti patung hidup.


"Aku harus ap-" mata Kayna membola saat melihat Natta yang sedang melepas kancing satu persatu.


Apa yang dilakukan oleh Natta begitu dekat dengannya. Dengan sengaja Natta melepas seragam sekolah yang masih melekat di tubuhnya. Entah itu bertujuan untuk kembali memamerkan bentuk tubuhnya atau memang ingin mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian kerja.


"Natta!" kesal Kayna menutup matanya dengan kedua tangan.


Ia jelas tidak keberatan bentuk tubuhnya kembali dilihat oleh Kayna dengan mata telanjang.


"Aku mau keluar!" kesal Kayna memundurkan langkahnya menjauh dari Natta.


"Ck, bukankah kamu sudah pernah melihatnya Kay?" mencoba menggoda Kayna. Natta sengaja mendekat meski Kayna terus berusaha menjauh darinya.


"Terserah!" Kayna mencoba untuk membuka pintu ruangan agar bisa terhindar dari Natta yang menurut Kayna sedang tidak waras


Ceklek

__ADS_1


Pintu ruangan Natta terbuka dan menampilkan sosok ayah Rian yang berdiri bersama dengan Rio. Kayna terpaku, ia mendadak gugup.


"Kay! jangan pergi!" teriak Natta berdiri di belakang Kayna.


Baru setelah sadar dengan keberadaan Ayah dan sekertarisnya. Natta berdecak sebal.


"Ck, mengganggu saja!" decaknya sebal.


"Boleh saya masuk Kayna?" tanya pak Rian sopan.


"Silahkan pak," balas Kayna dengan wajah menunduk.


Kayna teramat malu, ia berpikir meski Natta sekarang sebagai atasannya tetap harus diberi pelajaran. Kalau Kayna tidak kembali galak seperti yang sudah-sudah, yang ada Natta akan semakin gencar untukSememenggodanya.


"Pakai pakaianmu!" titah beliau menggelengkan kepalanya melihat Natta yang sudah setengah telanjang dada.


"Jangan berbuat seperti anak yang tidak punya otak Natta," lanjut beliau seketika membuat Natta mendelik.


Sementara Rio tampak menahan tawanya. Begitu juga dengan Kayna yang merasa terselamatkan dari kejahilan Natta. Meski dia harus merasa malu terlebih dahulu tadi untuk beberapa saat.


"Kayna, jangan takut Kalau dia bersikap tidak sopan. Kamu boleh menendangnya," ujar pak Rian membuat Kayna mengangguk diiringi senyum tipis.


Berani menatap Natta kembali yang sedang memakai pakaiannya. Kayna menjawab ucapan pak Rian tadi. "Baik pak," tatapan mata Kayna penuh akan balas dendam yang membara.

__ADS_1


__ADS_2