Terjebak Penyamaran CEO

Terjebak Penyamaran CEO
Natta VS Mama Mita


__ADS_3

Setelah lamarannya diterima oleh Kayna. Natta sudah memperbolehkan Kayna untuk kembali pulang ke rumah kontrakannya. Meski ada rasa sedikit tidak rela, namun jika Kayna berada di rumahnya dengan setatus mereka sekarang, Natta takut jika kekhilafan yang pernah tertunda akhirnya bisa terjadi.


Pagi ini, Natta sudah berdiri menunggu Kayna di depan rumahnya. Bahkan sebelum gadis itu bangun tadi, mama Mita sempat berpapasan dengan Natta ketika baru pulang dari pasar pagi, namun beliau sengaja tidak menyuruh Natta masuk ke dalam, beliau pikir hal itu ada manfaatnya untuk mengetes Natta seberapa besar rasa cintanya terhadap Kayna.


"Tante Mita masih aja ragu sama rasa aku, langsung aku hamilin aja apa ya Kayna?" gumam Natta terkekeh sendiri.


Menatap ke arah jendela kamar Kayna. Gadis itu belum juga menampakan dirinya, namun mencoba hubungi Kayna juga tidak ada jawaban. Natta mulai penasaran apa yang sedang dilakukan oleh Kayna sampai tidak membalas pesan atau pun mengangkat teleponnya.


Perlahan langkahnya maju menjauhi mobilnya terparkir. Namun tiba-tiba mama Mita datang dari dalam dengan wajah juteknya. Hanya saja di tangan beliau terdapa secangkir teh yang membuat Natta tersenyum seketika.


"Makasih tante," ujar Natta tersenyum tipis.


"Saya hanya tidak enak sama kedua orang tua kamu Natta, tapi kalau kamu berani nyakitin anak saya-" jeda mama Mita menatap tajam Natta.


"Habis kamu!" ancam beliau malah membuat Natta terkekeh pelan.


Menurut Natta ancaman mama Mita terdengar lucu. Persis ketika Kayna sedang mengancamnya, bukan membuat yang diancam menjadi takut, namun malah merasa lucu.


"Diminum tehnya, Kayna lagi mandi," ujar mama Mita diangguki oleh Natta.

__ADS_1


"Wah kebetulan sekali," ujar Natta membuat mata mama Mita mendelik seketika. "Kebetulan apanya?" tanya beliau dengan tatapan tajam.


"Maksud aku kebetulan sekali butuh kehangatan dari teh ini tante," balas Natta tersenyum tipis.


"Ya sudah kalau begitu, tunggu di sini, jangan macam-macam kamu ya sama Kayna," lagi-lagi mama Mita kembali mengancam Natta sebelum masuk ke dalam.


"Heran, tante Mita jadi galak gini," gumam Natta menyeruput teh yang sudah dibuatkan oleh calon ibu martua.


Meski sikap Natta terlihat santai, namun ia tetap akan mencari tahu hubungan calon ibu martuanya itu dengan pak Givan rekan bisnis ayahnya. Hanya saja apa yang sedang dia rencanakan tidak ingin sampai begitu kentara atau terlihat dengan jelas.


Selang berapa lama, Kayna keluar dari dalam rumah dan terkejut melihat adanya Natta yang sudah berada di depan.


"Lho, kok udah di sini aja?" heran Kayna membuat Natta melirik ke arah cangkir teh yang sudah tandas tak tersisa.


"Udah dari tadi?" tanya Kayna diangguki oleh Natta. "Kenapa nggak masuk aja sih Nat?" tanya Kayna lagi seketika membuat Natta memasang wajah sok memelasnya.


"Nggak dibolehin sama tante Mita," balas Natta sekenanya.


"Masa sih?" Kayna tidak percaya dengan jawaban Natta tadi. Pasalnya setahu Kayna mamanya sudah merestui dan mungkin saja juga sudah kembali baik dengan Natta seperti dulu ketika keduanya baru ketemu.

__ADS_1


"Nggak usah dipikirin, ayo berangkat, tante kayak gitu wajar kali Kay, karena nggak mau anak gadisnya kenapa-kenapa," jelas Natta semakin membuat Kayna bertambah bingung.


"Memangnya kenapa Nat? kamu ada niat jahat sama aku?" selidik Kayna dijawab dengan senyuman oleh Natta.


Bahkan dengan sengaja Natta maju agar semakin dekat dengan Kayna. Tangannya menarik pinggang Kayna agar lebih dekat dengan tubuhnya.


"Nggak ada, kecuali khilaf untuk hamilin kamu," ujar Natta seketika membuat pintu depan terbuka dengan sangat keras.


Mama Mita dengan wajah galaknya datang dan langsung memisahkan mereka. Bahkan beliau tidak segan lagi untuk menarik telinga Natta yang sudah sangat kurang ajar sekali dengan anaknya.


"Tante udah nggak peduli, mau kamu atasan Kayna, mau kamu anak dari bos tante dulu, mau kamu calon suami Kayna, tante nggak peduli! pokoknya kalau Natta macem-macemin Kayna sebelum kalian sah, lihat aja Natta!" omel mama Mita diangguki oleh Natta patuh.


Sementara Kayna tertawa melihat tingkah aneh mamanya dan Natta, namun juga sedikit meringis melihat telinga Natta yang sudah memerah akibat tarikan dari mama Mita.


"Ma udah, kasian," bela Kayna.


"Biar dia nggak kurang ajar Kay, kamu mau diapa-apain sama dia?" tanya mama Mita membuat Kayna menggeleng. Namun detik berikutnya Kayna tertawa seraya menarik tangan Natta untuk menjauhi mamanya.


"Kecuali kalau udah nikah!" teriak Kayna tertawa lepas bersama dengan Natta. Keduanya semakin menjauh dimana kini mobil Natta terparkir di gang sempit depan rumah Kayna.

__ADS_1


Beberapa kali juga Natta mendapat protes dari warga yang tampak kesusahan ingin melajukan kendaraannya karena mobil Natta yang terparkir.


"Kamu bahagia sayang?" gumam mama Mita tersenyum lega.


__ADS_2