Terjebak Penyamaran CEO

Terjebak Penyamaran CEO
Menyebalkan


__ADS_3

Sudah sekitar 2 minggu sejak Sasa dikeluarkan dari sekolah. Airin sudah kembali sekolah dan mendapat ucapan perminta maafan dari teman-temannya. Termasuk Kayna yang kini semakin dekat dengan Airin, dan bahkan keduanya sudah menjadi teman dengan melupakan masa lalu yang pernah terjadi di antara mereka. Perasaan Airin untuk Natta yang pernah berniat curang dengan Kayna.


"Kay, aku ke kelasku dulu ya?" pamit Airin diangguki oleh Kayna.


Tangan Kayna menarik Olin untuk mengikutinya. Kayna ingin mengajak Olin ke kantin sebelum bel masuk berbunyi.


"Tumben ngajak ke sini? mau traktir nih pasti," tebak Olin mendapat gelengan kepala dari Kayna.


Ekor mata Kayna melirik ke arah kanan dan kirinya, merasa tidak ada seseorang yang perlu ia waspadai, Kayna menghela napaa dengan cukup dalam.


"Ada apa Kay?" tanya Olin melihat gelagat Kayna yang tidak biasanya.


"Nanti Natta mau ngajak aku ketemu ayah aku Lin," beritahu Kayna seketika membuat Olin mendelik karena terkejut.


Olin sudah tahu tentang keluarga Kayna. Tentang ayahnya yang tidak pernah Kayna temui sejak masih dalam kandungan, juga tentang lamaran Kayna dengan Natta Olin sudah tahu itu.


"Serius Kay?" tanya Olin diangguki oleh Kayna.


Sejenak Kayna menerawang jauh ke depan. Sebelum mengatakan sesuatu, gadis itu kembali menghembuskan napasnya dengan sangat dalam. "Aku jadi semakin yakin, kalau Natta sudah merencanakan ini sejak lama," ujarnya diangguki Olin setuju.


Menemukan ayah Kayna yang belum pernah Kayna temui sama sekali termasuk hal yang sangat sulit, namun bagi Natta hal itu tidaklah sulit karena semua yang dia lakukan demi Kayna.


"Hebat juga tuh cowok." Olin menatap Kayna dengan serius. "Kay, kamu udah siap?" tanya Olin tampak khawatir.


Sudut bibir Kayna tertarik ke atas. Ia mengangguk pasti meski bisa dilihat dari wajahnya jika Kayna merasa gugup dan juga menyimpan kekecwaan.


"Aku udah lama nantikan ini Lin, mama nggak pernah ingin aku tahu siapa ayah," balas Kayna menatap Olin sendu.


"Kayna, aku tahu ini pasti yang terbaik untuk kamu Kay," ujar Olin mencoba menenangkan Kayna. "Iya Lin."

__ADS_1


__________


Malam harinya. Kayna sudah dijemput oleh Natta di rumah kontrakannya. Ia menghela napas terlebih dahulu sebelum keluar dan menemui Natta yang sudah menunggunya sedari tadi.


"Lama ya?" tanya Kayna setelah membuka pintu.


Natta mengangguk pelan di depannya. "Tapi demi kamu, lebih lama lagi juga aku mau Kay," balas Natta seketika membuat Kayna berdecak.


"Nggak usah gombal, ini aku lagi gugup Nat," kesal Kayna diangguki oleh Natta dengan senyum tipisnya.


"Sorry-sorry, tante Mita ada kan?" tanya Natta mendapat gelengan kepala dari Kayna.


"Enggak, mama tadi keluar," balas Kayna seketika membuat Natta terdiam.


"Kenapa? mama ikut juga?" tanya Kayna melihat perubahan wajah Natta saat ini.


"Enggak, aku mau ijin ngajak kamu pergi," jelas Natta diangguki oleh Kayna.


"Ayo Kay, keburu malam," ajak Natta berniat menggenggam tangan Kayna, namun dengan segera ditepis oleh Kayna.


"Kenapa?" heran Natta menatap Kayna.


"Inget kita belum nikah!" tekan Kayna menatap tajam Natta.


"Inget banget kok, makanya aku lagi belajar bagaimana cara gandeng tangan istri yang baik Kay," balas Natta seketika mendapat pukulan di lengannya.


"Ngaco aja kamu," kesal Kayna.


"Kalau nggak ngaco bukan Natta namanya," balas Natta berlari kecil menuju mobilnya. Takut nanti kena pukul Kayna lagi.

__ADS_1


"Natta! malah ditinggalin! tadi aja mau gandeng sekarang malah pergi!" protes Kayna mengejar Natta.


"Bilang dulu kamu butuh aku!" teriak Natta mendapat gelengan kepala dari Kayna.


"Enggak!" tolak Kayna lantang.


"Enggak apa nih? nggak mau apa nggak karena malu?" ledek Natta membuat Kayna menggeleng pasti.


"Enggak dua-duanya!" balas Kayna masuk ke dalam mobil Natta.


"Nggak romantis banget, malah ditinggalin," kesal Kayna setelah duduk di sebelah Natta.


"Katanya nggak butuh?" ledek Natta semakin membuat Kayna bertambah kesal.


"Ih ngeselin ya? nggak usah deh kalau gitu." Kayna sengaja berniat untuk membuka pintu mobil Natta. Namun sekeras apapun Kayna mencoba pintu mobil tidak akan pernah bisa terbuka.


"Resek banget sih!" Kayna mulai berontak dengan Natta.


Mau tidak mau akhirnya Kayna harus bersentuhan dengan Natta karena tindakannya itu.


"Cie nyentuh, tadi aja nggak mau digandeng," goda Natta semakin membuat Kayna bertambah kesal.


"Terserah!" final Kayna memalingkan wajahnya. Tubuhnya juga menjauh dari Natta duduk.


Melihat sikap Kayna saat ini malah membuat Natta tersenyum. Ia melirik Kayna lalu menatap lurus ke depan melajukan mobilnya.


"Setelah kamu ketemu sama beliau, aku mau minta langsung buat dinikahin sama kamu," ujar Natta seketika membuat Kayna menatap ke arahnya.


"Maksud kamu?" tanya Kayna tidak paham dengan apa yang Natta katakan.

__ADS_1


"Biar bisa bimbing kamu jadi istri yang baik, nggak nolak ajakan suami!" ujar Natta dengan entengnya.


"Nattaaaaaaaa!"


__ADS_2