
Sudah pukul 10 malam Natta belum juga kembali ke rumah kontrakan Kayna. Sebenarnya Natta sudah memberitahu mama Mita lewat sebuah pesan singkat tadi, dan mama Mita pun mengijinkan Natta untuk tidur di rumah temannya. Tetapi Kayna? Gadis itu saat ini terlihat gelisah di kamarnya. Sudah selarut itu motor Natta belum juga terdengar di depan rumahnya.
Kaki jenjang milik Kayna turun dari ranjang. Bersiap untuk pergi ke kamar mama Mita dan menanyakan tentang Natta, namun ia urungkan merasa tidak pantas dan tidak seharusnya ia khawatir tentang laki-laki itu. Natta sudah cukup besar, dia laki-laki sudah pasti bisa menjaga dirinya.
"Ukh....kamu kenapa sih Kay? nggak usah aneh-aneh deh, tidur-tidur besok sekolah," gumamnya seraya memukul pelan pelipisnya.
Mencoba untuk kembali tidur, namun pikiran Kayna tetap sama, berkelana mencari keberadaan Natta saat ini.
Sementara yang sedang dikhawatirkan oleh Kayna saat ini. Natta sedang asik bermain PS bersama dengan Dio dan Arka. Ia sedang berada di apartemen Dio.
"Udah Nat, besok sekolah!" beritahu Arka seperti memberitahu anak kecil saja.
Sedari tadi Natta memang asik sendiri bermain game, persis seperti anak kecil yang baru saja memainkan game tersebut sampai lupa waktu.
"Elah bentar doang, waktu ku sekarang habis di sekolah sama di kafe tuh Dio," balas Natta menunjuk ke arah Dio dengan dagunya.
Sontak saja membuat Dio tertawa mengejek mendengar jawaban Natta. Meski raga Natta berada di kafe Dio sebagai pelayan. Nyatanya Natta tidak begitu benar-benar bekerja, selalu saja enak-enakan di ruangannya.
__ADS_1
"Kayak kerja aja kamu," seloroh Dio dengan cengirnya.
"Masih sama Airin Ka?" tanya Natta tiba-tiba.
Sejenak Arka terdiam. Sampai detik ini Natta belum tahu jika Airin juga sudah pindah satu sekolah dengan mereka. Hanya selisih 3 bulanan dengan kepindahan Natta, lebih dulu Airin. Namun belakangan ini Airin jarang masuk karena sebuah masalah dan baru kembali lagi beberapa hari yang lalu.
"Masih dong, kenapa pengen punya pacar juga?" balas Arka membuat Natta terkekeh.
Sejujurnya Natta tahu akan sesuatu hal tentang Airin. Dimana dulu Airin pernah menyatakan perasaannya dengan Natta, namun Natta tolak karena ia memang tidak memiliki perasaan yang sama terhadap Airin. Lalu besoknya Natta dikejutkan dengan kabar Airin dan Arka sudah menjadi sepasang kekasih
Dari situ Natta sudah bisa menyimpulkan sendiri, namun Natta tidak ingin merusak kebahagiaan sahabatnya yaitu Arka. Dengan mengatakan yang sebenarnya, meski ini termasuk beban juga untuknya.
"Aku saranin jangan terlalu memilih Nat, Dio aja gencar deketin pegawainya, iya nggak Di?" ujar Arka membuat Dio mencebik.
"Si**an kamu!" umpat Dio mendapat kekehan dari Arka.
Sementara Natta terus berpikir keras siapa yang menjadi incaran Dio di kafe miliknya.
__ADS_1
"Benerin Di?" tanya Natta tidak percaya.
"Percaya aja kamu, Arka itu bulshit," sangkal Dio.
Pagi ini sekolah di gemparkan dengan kedatangan Natta yang memakai motor besar miliknya. Siswi-siswi yang memang menyukai Natta tanpa embel-embel anak orang kaya saling berbisik untuk memuji.
"Tambah keren."
"Mau juga diboncengin."
"Natta itu emang beda, diam bagai anak tak mampu bergerak langsung dapat motor baru," ujar salah satu siswi diangguki setuju oleh teman-temannya.
Kayna yang baru saja datang dan kebetulan mendengar hal itu merasa kesal. Entah dia kesal karena apa. Yang jelas Kayna tidak suka siswi-siswi itu terus berbicara tentang Natta.
"Lebay," sinis Kayna berlalu untuk menuju ke kelasnya.
Di depannya sudah ada Airin yang sepertinya memang sengaja menunggu kedatangan Natta. Kayna sempat tersenyum sebentar lalu kembali melanjutkan langkahnya.
__ADS_1
Namun baru beberapa langkah Kayna melewati Airin. Suara Airin berhasil membuat langkah Kayna memelan seketika.
"Natta!" hanya sebuah panggilan dari Airin. Namun untuk saat ini sangat berpengaruh besar terhadap reaksi tubuh Kayna. Seakan ada maghnet yang mengharuskan Kayna tahu lebih dalam tentang Natta.