Terjebak Penyamaran CEO

Terjebak Penyamaran CEO
Dihukum Berdua


__ADS_3

Berdiri di bawah tiang bendera. Natta tersenyum tulus ke arah Kayna. Seperti dugaannya tadi, keduanya terlambat masuk ke kelas dan berakhir mendapat hukuman dari Pak Rodi. Namun Natta tidak ingin membuat gadis di sampingnya itu semakin kesulitan atau tersiksa. Terbukti dari kedatangan Olin yang menghampiri Natta juga Kayna di lapangan.


"Olin, ngapain ke sini?" Kayna heran melihat Olin datang dengan beberapa botol minuman.


Ekor mata Olin melirik ke arah Natta. Baru setelah itu menyerahkan dua botol minuman yang Olin bawa untuk mereka.


Menyadari hal itu membuat Kayna mengangguk paham. Ia tahu pasti Natta yang menyuruh Olin untuk membelikan minuman di kantin. Meski resiko yang Olin lakukan sangatlah berbahaya, namun siapa yang berani menolak permintaan Natta. Atau bisa saja Natta sudah bekerja sama dengan penjaga kantin supaya tidak mengadukan kepada guru dan membuat Olin mau melakukannya.


"Ini Kay, aku ke kelas lagi ya? semangat Kayna!" pamit Olin diakhiri senyum pada akhir kalimatnya.


"Makasih Lin!" teriak Kayna membuat Olin menoleh dan mengangguk.


Baru setelah kepergian Olin. Kayna melirik ke arah Natta yang sedari tadi diam tidak bersuara. Namun ada yang aneh dengan ekspresi wajah Natta kali ini. Meski sedang mendapat hukuman, nyatanya senyum di wajahnya tidak luntur begitu saja. Sedari tadi Natta terus senyum-senyum tipis berdiri di sebelah Kayna.

__ADS_1


"Natta!" panggil Kayna membuat Natta menoleh ke arahnya.


Lagi-lagi senyuman tulus dari Natta yang Kayna lihat. "Kami tahu Kay, ini hal yang paling mengesankan buat aku," ujar Natta seketika membuat kedua alis Kayna saling menaut.


"Bisa berdua denganmu, di tengah teriknya matahari itu sesuatu yang belum pernah aku lakukan sebelumnya," lanjut Natta membuat Kayna mencebik.


"Sama aja kali Nat, aku juga belum pernah panas-panasan sama kamu," balas Kayna seperlunya.


"Bukan, maksud aku. Dari kecil aku belum pernah mendapatkan hukuman Kay, selama aku sekolah ini untuk yang pertama kalinya aku dihukum, apa lagi sama cewek seunik kamu," beritahu Natta seketika membuat Kayna terkejut.


Tampak terlihat senyum Natta yang kali ini berbeda. Tidak seperti senyuman sebelumnya. Penuh tersyirat akan makna.


"Aku tidak pernah merasa sebebas ini Kay," ujarnya menatap Kayna dalam.

__ADS_1


Tidak begitu paham dengan apa yang Natta katakan. Kayna lebih memilih untuk mengambilkan minum. Kayna pikir apa yang baru Natta katakan itu hanya sebuah bualan atau candaan semata. Mana mungkin Natta yang selama ini bisa tinggal di rumahnya tidak pernah mendapatkan kebebasan, jelas sangat mustahil bagi Kayna untuk dipahami.


"Minum dulu biar nggak ngelantur ngomongnya." Kayna memberikan satu botol minum untuk Natta.


Namun bukannya menerima Natta justru tersenyum jahil. Kali ini membuat Kayna sedikit harus was-was karena tatapan yang Natta berikan untuknya sudah berubah seratus persen.


"Apa? ini gih minumnya," ujar Kayna dengan galak.


"Aku maunya yang bekas kamu," balas Natta seketika membuat Kayna mendelik.


"Natta! bisa nggak sih nggak usil sehari aja!" keluh Kayna membuat Natta terkekeh.


"Enggak Kayna, tadi aku udah terlanjur ngusilin bibir kamu," balas Natta membuat rona merah pada wajah Kayna langsung terlihat.

__ADS_1


Melihat itu membuat Natta semakin gencar untuk menggoda Kayna. Gadis yang biasanya galak bisa salah tingkah juga akibat ulahnya. Dan itu membuat Natta semakin percaya diri juga yakin jika Kayna memiliki perasaan yang sama. Meski belum gadis itu ungkapkan nyatanya Kayna juga tidak marah ketika Natta mengambil ciumannya tadi.


"Natta!" seru seseorang menghampiri keduanya.


__ADS_2