
"Kayna," lirih Natta menatap dalam manik mata gadis itu.
Anggukan dari kepala Kayna membuat Natta merasa lega. Namun sorot mata Kayna tetap mengatakan hal berbeda. Gadis itu tidak sedang dalam keadaan baik-baik saja.
"Apa kita berbeda?" tanya Kayna seketika membuat kening Natta berkerut.
Dengan tawa yang terdengar seperti dibuat-buat Natta menggeleng seraya ikut memberi makan ikan di depannya.
"Iya, kamu cewek sementara aku cowok Kay," balas Natta membuat Kayna menatap Natta kesal.
"Natta!" kesalnya beranjak seraya meninggalkan Natta.
Natta selalu menganggap apa saja dengan bahan candaan. Padahal Kayna menanyakannya juga dengan serius.
"Kay tunggu!"
"Kenapa kamu tanya gitu?" seru Natta menghampiri Kayna.
"Kayna?" tangan Natta mencekal pergelangan tangan Kayna. Karena tidak juga mendapat balasan dari gadis itu.
"Lepas Natta!" berontak Kayna mendapat gelengan kepala dari Natta.
__ADS_1
"Tidak sebelum kamu bilang kena-"
"Mama minta aku buat jauhin kamu," sela Kayna seketika membuat Natta terdiam.
Genggaman tangan Natta pun mulai merenggang. Hal itu dapat dirasakan oleh Kayna dan membuat gadis itu semakin dilanda rasa bingung yang teramat.
"Sebenarnya ada apa Natta? apa yang kalian sembunyikan?" Kayna menatap Natta dengan tatapan mata menuntut penjelasan.
Jika masih tidak mendapat jawaban juga. Untuk sekarang ini Kayna memilih akan menjauh dari Natta dulu sampai ia tahu apa penyebabnya. Bukan berati dia menuruti apa yang dikatakan oleh mama Mita.
"Apa tante Mita kasih tahu kamu sesuatu?" tanya balik Natta dijawab gelengan kepala dari Kayna.
"Jangan bikin aku cari tahu sendiri Natta," ujar Kayna sebelum kepergiannya.
Tangan Natta mengepal dengan sangat kuat. Tidak bisa melakukan apa-apa disaat Kayna menuntut penjelasan darinya. Ini hal yang paling Natta takuti juga sesali. Kayna pergi karena tindakan Natta sendiri, terlalu gegabah untuk mengambil tindakan tanpa mempertimbangkan segala sesuatunya terlebih dahulu.
"Sorry Kay," sesal Natta melihat kepergian Kayna.
Setelah kejadian di sekolah tadi. Di tempat kerja pun Kayna terus menghindar dari Natta. Tidak banyak yang bisa Natta lakukan memang untuk saat ini selain menjelaskan atau mengungkapkan siapa dirinya sebelum Kayna tahu sendiri nantinya atau mama Mita yang memberitahu Kayna dan membuat gadis itu semakin menjauhinya.
Namun Natta tetap mencoba untuk terus memperbaiki hubungannya dengan Kayna. Membuat gadis itu kembali bersikap biasa dengannya.
__ADS_1
"Dari siapa?" tanya Kayna melihat beberapa bungkus es krim yang terdapat kertas kecil dengan tulisan untuk Kayna di sampingnya.
Antara dari Dio atau dari Natta yang sedang mencoba menyogoknya untuk kembali baikan.
"Wihhh es krim Kay, enak nih." Olin datang dan langsung mengambil salah satu es krim di depannya.
"Lin, jangan main ngambil ih siapa tahu ada racunnya," ujar Kayna dijawab Olin dengan kekehan.
"Kejauhan kamu mikirnya Kay, udah sih baikkan lagi aja sama Natta, perkara tante Mita nanti biar aku yang ngomong, kalian itu udah couple goals banget tahu!" seloroh Olin membuat Kayna kembali merasa kesal.
Olin termasuk orang yang sangat menyetujui hubungan Kayna dan Natta. Bahkan menurut Olin kisah cinta di antara keduanya sangatlah unik, dari musuh bisa saling suka.
"Coba deh kamu pikir, kalian itu emang udah ditakdirin buat bersama Kay, di sini kan awal mula benih-benih cinta itu tumbuh. Ini namanya kafe cinlok Kay, dan kalian itu memang sudah ditakdirkan sebagai salah satu ikon di ka-"
"Terserah! kalau kamu mau ya udah buat kamu aja!" sela Kayna pergi meninggalkan Olin dengan mata membola.
"Eh-eh malah pergi. Kayna tunggu!" teriak Olin.
Tanpa disadari Natta yang sedari tadi mengamati keduanya kembali tampak murung. Kayna memang keras kepala dan susah untuk ditakhlukan, sekalinya ngambek atau kecewa ya akan banyak usaha untuk memperbaikinya.
"Kepala batu banget sih Kay," gumam Natta tampak berpikir keras.
__ADS_1