
Pagi harinya. Natta dibuat cemas juga gelisah karena tidak mendapat kabar dari Kayna sama sekali. Menjemput Kayna di rumahnya pun tidak bisa ditemui. Rumah Kayna sudah tertutup rapat seperti tidak ada lagi orang di dalam.
Melihat jam yang baru menunjukkan pukul setengah 7 membuat Natta memutuskan untuk langsung berangkat ke sekolah seorang diri. Tanpa ada Kayna yang biasanya duduk di jok motornya.
"Kamu kemana sih Kay?" gumamnya cemas.
Sampai di sekolah. Natta langsung berlari menuju kelasnya. Bahkan panggilan dari Sasa tidak ia pedulikan sama sekali. Fokus Natta kini cepat-cepat menemukan keberadaan Kayna.
Seketika perasaan Natta lega melihat tas Kayna yang sudah berada di bangkunya. Hanya saja gadis itu tidak terlihat di kelas. Tanpa menunggu lama lagi Natta kembali berlari untuk mencari keberadaan Kayna.
"Natta, tunggu!" panggil Sasa membuat langkah Natta terhenti.
Melihat Natta yang menghentikan langkahnya membuat Sasa berlari kecil ke arah Natta.
"Mau ngasih bekal lagi?" tanya Natta diangguki Sasa dengan senyum manisnya.
"Iya ini aku bikin nasi goreng buat kamu sarapan," jelas Sasa membuat Natta tersenyum tipis.
__ADS_1
"Sa maaf ya? tapi aku buru-buru, lain kali nggak usah repot-repot bawain aku bekal lagi oke?" ujar Natta meninggalkan Sasa.
"Natta, tapi ini!" tatapan mata Sasa yang tadi seakan memuja seketika berubah dingin.
Ada kemarahan yang dia perlihatkan dari tatapan matanya untuk Natta. Mendapat penolakam dari Natta jelas saja membuat Sasa marah.
"Belagu banget sih! kamu itu cuma menang ditampang doang, tapi nggak punya apa-apa. Awas aja Nat kalau kamu masih nolak pemberian aku," sudut bibir Sasa tertarik ke atas.
"Aku bisa bikin kamu tarik kata-kata kamu itu," lanjutnya pergi dengan kekesalan karena penolakan dari Natta.
"Kamu lihat Kayna?" tanya Natta pada beberapa murid yang berpapasan dengannya.
Bukannya menjawab beberapa siswi yang sempat ditanya oleh Natta justru senyum-senyum tidak jelas. Sesuatu hal yang langka jika seorang Natta sampai mengajak mereka berbicara. Sejak kedatangannya di sekolah Natta jarang sekali berinteraksi dengan teman-teman sekolahnya. Hanya beberapa saja termasuk Arka yang memang sudah dikenal sebagai sahabat Natta. Juga Kayna sigadis jutek yang juga termasuk murid baru di sekolah.
"Kamu dimana sih Kay?" gumam Natta bingung mencari keberadaan Kayna dimana lagi.
Meski masih diliputi rasa bingung untuk mencari keberadaan Kayna. Kakinya seakan membawa Natta untuk pergi ke tempat yang pernah mereka kunjungi di sekolah. Taman sekolah sebagai bukti kedekatan mereka bermula.
__ADS_1
Seketika Natta bisa bernapas dengan lega disertai senyum tipis melihat Kayna yang sedang duduk sembari memberi makan ikan-ikan kecil di kolam taman.
"Di sini rupanya," ujar Natta membuat gadis itu menoleh.
Kayna sempat menyipitkan matanya melihat kedatangan Natta dengan napas yang masih tidak setabil.
"Ngapain?" tanya Kayna dijawab Natta dengan kekehan.
"Nanyak, nyariin kamu sampai kayak gini," balas Natta ikut duduk dibangku kayu taman.
Natta menengadahkan kepalanya dengan mata terpejam. Masih mencoba menormalkan kembali napasnya yang tersengal-sengal.
Sementara Kayna mengamati Natta dari samping tempatnya duduk. Ada debaran yang teramat cepat pada hatinya disaat menatap Natta dengan keadaan seperti sekarang ini. Namun lagi-lagi kata-kata mama Mita tadi malam kembali mengganggu pikirannya.
"Kenapa dihubungi susah banget? aku khawatir Kay," ujar Natta kembali membuka matanya. Kepalanya menoleh lalu menatap Kayna yang juga sedang menatapnya.
"Are you okay?"
__ADS_1