Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Pak Jo


__ADS_3

"Hey lihat tuh, dasar bebal! Muka tembok! Cewek seperti itu kayanya gak perlu dilestarikan, bikin jelek nama baik cewek aja" 


kalimat terakhir yang terlontar begitu pedas karena merasa tidak mendapat respon dari Davina yang tetap acuh walaupun bertubi-tubi dicaci. 


Dengan santainya Davina melangkah mengahampiri meja keempat cewek bermulut pedang itu. Tepat berdiri didepan mereka seraya mengucapkan kalimat telak yang langsung membungkam mulut-mulut lemes mereka.


"Orang bijak pernah berkata, mulut itu pembunuh manusia secara perlahan, maka jagalah mulut  jika kalian ingin tetap hidup dengan tenang!" 


Sambil tersenyum penuh kemenangan terpampang diwajahnya, ia kembali melanjutkan langkahnya menuju pintu keluar.


Cewek cantik bernama Cindy itu hanya bisa menggigit bibir menahan emosi karena telah dibuat tak berkutik oleh omongan Davina yang hanya satu kalimat saja namun begitu dalam maknanya, membungkam keangkuhannya. 


Tatapan sinis para pengunjung cafe pun tak ayal menghujaninya seolah mereka mencap dirinya seorang pecundang yang bermulut pedas.


Tak tahan berlama-lama didalam cafe dengan situasi yang mendadak tidak nyaman baginya, akhirnya iapun pergi meninggalkan ketiga temannya yang juga kompak telah dibuat mati kutu oleh omongan Davina yang tajam dan mengena dihati tadi.


----------0000-----------


"Dav, nanti pak Jo yang akan membimbingmu dalam mengerjakan seluruh tugas dan tanggung jawab sebagai PA". Kata Radithya tandas, tanpa menoleh kearah Davina yang masih berdiri disamping pria yang disebut pak Jo itu. Matanya masih fokus kearah layar laptopnya.

__ADS_1


"Istilah apalagi tuh PA?, aaahh belum apa-apa udah berat begini ni pala, kenapa gak si pak Jo aja si yang jadi asisten, dia kan pastinya udah profesional. Dilihat dari tampangnya aja udah keren begitu. Huh.. dasar aneh, kenapa si bos malah milih aku sih?" 


Batin Davina seperti biasa kalau ada sesuatu yang mengganjal dihatinya, spontan saja hatinya langsung nyeloteh. Karena cuma itu yang bisa dilakukannya tanpa berani mengungkapkannya dalam kata-kata. 


"Ehem"


Tiba-tiba terdengar dehaman pak Jo mengisyaratkan agar Davina segera menjawab dan jangan melamun, dan itu sukses membuat Davina tersentak kaget.


"I..iya pak saya siap belajar dan menjalankan tugas dengan baik. Tapi maaf pak, PA itu apa yah hee?" Kata Davina polos sambil sedikit garuk-garuk kepala tak gatal, Radithya hanya menoleh sekilas tanpa berniat menjawab pertanyaan Davina, sambil menggelengkan kepala pandangannya kembali ke layar laptopnya.


"PA adalah Personal Assistent atau lebih dikenal dengan asisten pribadi" terang pak Jo ramah. Ia memang selalu ramah dan itu yang membuat Davina selalu kagum padanya.


"Ok, sekarang kalian boleh mulai bekerja. Dan kamu, Dav. Lakukan pekerjaanmu dengan baik, simak baik-baik semua penjelasan pak Jo agar kamu bisa benar-benar mengerti!. Dan sekali lagi saya ingatkan, perkecil membuat kesalahan! Kalau bisa jangan buat kesalahan! Karena itu akan mempengaruhi penilaianku terhadap kinerjamu, dan pastinya akan berpengaruh pada bonus bulananmu juga!" Katanya tegas. 


Setelah mereka undur diri meninggalkan ruang Bos Radithya, Davina masuk keruangannya yang telah disediakan tepat disamping ruangan bos nya, sedangkan didepan ruangan Davina adalah ruangan Pak Jo yang desain ruangannya sama bagus dengan ruangan Pak Bos, dan ini menandakan bahwa pak Jo merupakan salah satu orang berpengaruh di perusahaan itu. 


"Nona!" Panggilan pak Jo membuyarkan lamunan Davina yang bingung dengan apa yang harus dilakukannya. 


"Panggil saya Vina aja pak, biar lebih akrab heee" kata Davina mencoba mencairkan suasana, disambut dengan anggukkan pak Jo.

__ADS_1


" Baik Vina, kita mulai yah!" Kata pak Jo sambil meraih sebuah map biru yang sudah terletak dimeja kerja Davina.


"Disini tertulis semua tugas dan tanggung jawab PA yang harus kamu kerjakan, kamu boleh pelajari dahulu dengan teliti, karena seorang PA merupakan orang yang dipercaya oleh atasan tepatnya Pak Radithya untuk mengurus urusan pekerjaan maupun urusan pribadi beliau!" 


Sesaat pak Jo diam mengamati Davina yang serius mengamati isi yang tertulis di map itu. Kemudian ia lanjutkan kembali. 


"Kamu hanya fokus kepada beliau saja, mengurus administrasi, mengatur jadwal, menyiapkan segala kebutuhan pekerjaan, mengelola buku harian dan mengatur pertemuan dan janji temu dengan klien!" 


Lagi-lagi pak Jo kembali menghentikan penjelasannya, memberi kesempatan kepada Davina untuk mencerna semua penjelasannya. Agar Davina tidak syok dan bingung dengan pekerjaan barunya itu.


"Untuk sementara, hanya itu yang harus kamu pelajari dan kamu kerjakan sekarang. Karena masih banyak tugas-tugas lain dari seorang PA.  Tetapi kalau kamu merasa masih penasaran dan ingin tahu semua tugas yang lainnya selain yang saya terangkan tadi, kamu bisa mempelajari semua yang tertera di map yang berwarna biru itu" kata pak Jo sambil menunjuk kearah map yang berwarna biru.


Davina hanya bisa menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan, tanpa respon ucapan apapun yang keluar dari bibirnya. Yang ia tangkap dari semua penjelasan pak Jo hanyalah "ya Allah, ternyata banyak sekali tugasnya... aku bingung harus mulai darimanaaa?"  batinnya meronta.


bersambung


mohon dukungannya yah, dengan like, dan komennya. terimakasih🙏🙏😘


.

__ADS_1


__ADS_2