Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Viral di media sosial


__ADS_3

"Jo, kenapa mereka pulang tidak bilang-bilang dulu si?, memangnya jadwal meetingnya sudah selesai apa?!, seenaknya saja main pulang tanpa pamit dulu!, pada gak punya etika apa ya!" gerutu Radithya karena merasa kesal dengan rekan-rekan bisnisnya yang sudah pulang sementara jadwal belum selesai, itu fikirnya.


"Iya, kenapa si dengan mereka!, gak sopan banget si!". Kata Davina ikut menimpali, namun pak Jo yang dari tadi terlihat sibuk memainkan ponselnya, melirik ke arah dua orang itu dengan tatapan mencurigakan. Ia terlihat bingung, bahkan sesekali melirik jam tangan serta ponsel milik bos nya berkali-kali bergantian.


Melihat tingkah asisten laki-lakinya yang seperti orang linglung, maka Radithya bertanya :


"Jo, kamu kenapa si?!, pelanga-pelongo seperti orang bingung!, mata saya gatel tahu lihat tingkah bodoh kamu itu!" sambil mendelik gemas.


"Iya pak, saya memang sedang bingung!. Coba lihat ini!" kata pak Jo sambil memperlihatkan sebuah chat dari rekan bisnisnya yang sudah pulang, ia mengatakan bahwa rapat memang sudah selesai bahkan pak Radithya sendiri yang menutup acara meeting. Dan tertera disitu tanggal penutupan meeting tiga hari yang lalu.


"Haaaaah...!!!! Apaaa....!!!"


Kompak Radithya dan Davina berteriak kaget, bahkan cangkir susu yang hendak di minum Radithya pun hampir saja tumpah kalau tidak cepat di tahan pak Jo.


Sontak Radithya melihat waktu yang tertera di ponselnya, dan ternyata memang benar bahwa mereka telah melewati tiga hari semenjak penutupan meeting itu.


Sesaat mereka diam tanpa ada sepatah kata pun terucap dari bibir mereka, dengan berbagai macam bentuk tanda tanya yang berseliweran diatas kepalanya, pertanda keheranan yang semakin sulit di artikan.


"Bapak merasakan ada kejanggalan gak si?, coba fikir, kok bisa-bisanya kita sampai ketiduran di tepi pantai sementara kita tidak ingat samasekali telah kesana. Dan sekarang tanpa kita sadari kita telah melewati waktu tiga hari, jadi selama tiga hari itu kita kemana?, masa diantara kita tidak ada yang ingat si?!, aneh kan?!" kata Davina berapi-api.


Radithya dan pak Jo manggut-manggut mencerna setiap kalimat yang di lontarkan Davina. Dan fix merekapun berfikir sama, ANEH!!!.

__ADS_1


Kembali mereka diam, sampai tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Davina langsung berdiri dan membukakan pintu. Nampak seorang pelayan hotel bersama dengan seorang pria berdasi yang nampak ramah menyapa mereka.


"Selamat pagi bapak!, ibu!.. saya Bima Supervisor of Guest Services, maaf telah mengganggu waktu istirahat bapak, ibu..! Dan maksud kedatangan saya kesini adalah hanya ingin memastikan bapak-bapak dan ibu baik-baik saja disini, karenaa..!". Sesaat dia menggantung kalimatnya seolah sedang mencari kalimat yang tepat untuk di lontarkan.


Radithya, Davina dan pak Jo hanya diam menunggu kelanjutan kalimat supervisor tadi.


"Karena apa pak?"tanya pa Jo penasaran karena menunggu lama tak ada juga kelanjutan.


"Oh iya pak!, bu!.. tapi maaf sebelumny karena saya harus menyampaikan ini.!" kembali ia diam menggantung kalimatnya, membuat mereka yang mendengar merasa kesal sendiri. Ibaratnya seperti sinyal yang loading terus karena kuotanya sedang sekarat, banyak berhenti!!.


"Bapak tidak usah sungkan, ayo katakanlah!. Mungkin kami bisa bantu!" kata Radithya dengan nada sedikit tinggi dan mimik muka kesal-kesal gimanaaa gitu.


"Dan kebetulan pada saat itu, kami beserta beberapa housekeeping yang memeriksa kamar bapak dan ibu masih melihat barang-barang milik bapak-bapak dan ibu masih ada di dalam kamar, sedangkan bapak dan ibu sendiri tidak ada ditempat. Dan yang menjadi pertanyaan saya adalah, bapak-bapak dan ibu pergi kemana selama tiga hari, dan kami sangat khawatir takut terjadi apa-apa dengan tamu kami.!" kembali ia menggantung kalimatnya lagi seolah dia sengaja mengaduk-ngaduk rasa penasaran meraka yang mendengarkan.


Deg!!... deg!!...deg!!


Kembali jantung mereka bertiga berdegup kencang, rasa kaget dan heran menyeliara dalam dada dan fikiran. Sebuah pertanyaan besar akhirnya muncul, kemana saja mereka selama tiga hari itu???!.


Melihat tidak adanya respon dari ketiga tamunya itu yang terlihat hanya bengong saja dengan gestur tubuh dan gaya mikir yang sama persis, maka sang supervisor memberanikan sendiri bertanya:


"Bapak-bapak dan ibu baik-baik saja kan?" sampai berulang-ulang dia bertanya ke mereka bertiga, sampai-sampai lengannya di lambai-lambaikan didepan wajah mereka namun seperti layaknya patung manekin, mereka tetap diam dengan bibir yang sedikit terbuka.

__ADS_1


Selang beberapa menit, barulah Davina sadar. Ia melirik ke arah supervisor dan bosnya bergantian. Lalu ia menyentuh lengan bos nya pelan, dan akhirnya merekapun sadar dari rasa syock nya.


"Jadi, kami disini sudah melewati batas check out tiga hari ya, terus selama itu kami pergi kemana?" akhirnya pertanyaan yang berseliweran di dalam fikirannya terlontar juga dari bibir Radithya, dengan wajah polos se polos-polosnya akibat rasa heran yang telah mencapai level puncak.


Nampak sekarang gantian sang supervisor yang kelihatan heran se heran-herannya.


"Kenapa mereka malah nanya aku sih?!, memangnya aku pengasuhnya apa yang kemana-mana ngikutin kemana mereka pergi?!, kok mereka kompak banget si anehnya??!" batin supervisor itu yang juga heran dengan tingkah mereka.


Melihat sang supervisor yang tidak langsung menjawab, pak Jo kembali bertanya :


"Pak, mungkin diantara kalian ada yang tahu kami pergi kemana selama tiga hari itu?" sambil melirik ke arah supervisor dan dua orang housekeeping itu bergantian.


Tiba-tiba salah satu housekeeping itu menjawab pelan.


"Terakhir kami lihat, bapak-bapak dan ibu tidur di tepi pantai. Kebetulan waktu itu saya tidak sengaja melihat bapak-bapak dan ibu disana, dan banyak kok yang melihat bapak dan ibu!, bahkan mereka dengan sengaja mengabadikannya bahkan meng upload nya di media sosial, karena katanya unik gaya tidurnya dan sedikit aneh saja hehe..., itu kata mereka lho bukan kata saya hehe..." kata salah satu housekeeping itu yang di akhiri dengan kekehan kecil.


Kompak lagi wajah mereka bertiga pias bersemu merah yang sulit di artikan maknanya, apakah itu malu atau senang karena mereka telah berhasil viral di media sosial. Entahlah... hanya mereka dan Tuhanlah yang tahu.!


bersambung


like dan komennya yaaa...🙏🏻🙏🏻😘

__ADS_1


__ADS_2