Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Rencana Fachri 1


__ADS_3

"Tunggu!, kamu mau bawa aku kemana?" tanya Claudia curiga. Ada sedikit ragu di hatinya.


"I have something to show you, so follow me!" kata Fachri sambil menggandeng lengan Claudia untuk tetap mengikutinya. Akhirnya Claudia mengikutinya dari belakang. Mereka menuju satu tempat tepat di sebelah timur pantai yang letaknya tidak begitu jauh dari kamal hotel tempat Claudia menginap.


-------------xxxxx-----------


Stร nding applause menggema seusai lagu yang Davina bawakan selesai, semua yang hadir disana merasa terkesan dengan performa yang dibawakan Davina. Bahkan sebagian dari mereka sengaja mengabadikannya dengan membuat video yang mereka upload ke sosial media.


Davina saat itu telah menjadi tranding topic dikalangan para pengusaha yang hadir pada saat itu, dan tentu saja itu semua membuat Radithya sebagai bos nya merasa iri sekaligus cemburu karena ternyata Davina sekarang lebih terkenal dibanding dirinya, menyaingi dirinya sebagai pengusaha muda yang fenomenal.


"Hallo, Jo!, secepatnya kamu cari informasi tentang siapa saja teman dekat Davina sekarang!, saya tunggu besok!" perintah Radithya lewat sambungan teleponnya, Pak Jo yang saat itu sedang sibuk dengan meeting report nya menjadi bingung, sesaat ia diam tanpa respon membuat Radithya kesal.


"Jo, kamu dengar aku kan? kok malah bengong sih!" tanya Radithya lantang menambah satu oktaf suaranya.


"Ok, siap bos!" katanya biar cepat. Walau sebenarnya ia heran dengan sikap bos nya akhir-akhir ini. Bukannya ikut fokus ke pekerjaan dan hasil meeting, malah menyuruhnya mengurusi sesuatu yang aneh dan jelas-jelas diluar urusan pekerjaan. "Ada apa dengan Davina sebenarnya?" fikirnya sambil mengelus-elus dagunya tanda ia berfikir keras.


--------xxxxx---------

__ADS_1


"Kamu ingat ini?" tanya Fachri sambil menyerahkan sebuah kalung berliontin angsa yang berhadapan satu sama lain dengan paruh bersentuhan dan kepalanya membentuk tanda hati yang terdapat inisial huruf RC, merupakan gabungan dari nama mereka Radithya dan Claudia.


Claudia sesaat diam, ia heran kenapa benda kenangan itu bisa ada di tangan Fachri. Ketika di Roma dulu, ia sempat memesan kalung couple berliontin angsa, satu untuknya dan satunya lagi untuk Radithya. Dan sekarang yang berada di tangan Fachri adalah milik Radithya yang dulu hilang karena kerampokan ketika di bandara. Satu tas berisikan barang-barang berharga termasuk kalung itu ikut hilang di ambil para perampok yang berpura-pura menyamar sebagai petugas kebersihan.


"Tunggu... tunggu!, kenapa kalung ini bisa ada di tangan kamu?" sambil mengambil benda itu dari tangan Fachri. "Jangan bilang kalau kamu perampok itu ya?" tanya Claudia penuh selidik yang dibalas dengan tawa lepas Fachri.


"Hahaha... kamu fikir aku seorang kriminal apa?, lagian apa untungnya menyimpan kalung mainan seperti itu. Dijual pun gak ada harganya hahaha...." kembali ia tertawa lepas, memperlihatkan sederet giginya yang putih, yang ditanggapi Claudia dengan cibiran, nampak ia sedikit kesal.


"Tapi ini sangat berarti bagi kami" dengan sendu ia menatap kalung itu dengan perasaan yang mendalam. Fachri yang masih tertawa kecil langsung diam, ia sadar kalau Claudia adalah perempuan rapuh yang sulit untuk diajak bercanda.


"Oiya maaf... maaf!" dengan gestur memohon maafnya, kemudian Fachri mencoba menjelaskan kronologisnya kenapa kalung itu bisa ada di tangannya.


"Mungkin karena ada salah seorang dari rekannya yang mengomentari soal kalung yang dipakai Radith sebagai bahan candaan, kebetulan saya tidak begitu dengar candaan nya kaya gimana, yang jelas setelah itu ia nampak kesal dan tersinggung sehingga membuat ia melepas kalung nya dan menyimpannya didalam tas", terang Fachri sambil meneguk secangkir milk shake yang tersaji didepan mejanya. Lalu ia lanjutkan lagi ceritanya.


"Dan ketika kejadian ia kehilangan tas serta dokumen-dokumen penting itu, ternyata kalungnya itu tidak ikut hilang melainkan jatuh di bandara dan kebetulan sayalah yang menemukannya ketika hendak ke toilet dulu." kata Fachri seraya melihat ponselnya yang berdering, namun ia sengaja tidak mengangkatnya. Entah dari siapa itu.


Claudia mengngguk-angguk tanda mengerti. "Lalu kenapa tidak langsung kamu kasih ke Radithya? tanyanya penasaran.

__ADS_1


"Saya lupa waktu itu, dan juga karena saat itu kami tidak ada dalam satu tim karena beda divisi, dan akhirnya saya benar-benar lupa" terangnya. Claudia akhirnya mengerti.


"Lalu, apa maksud kamu tentang kalung itu dengan hubungan kami sekarang?" tanya Claudia heran.


"Aku akan pancing dia agar bisa bertemu denganmu, dan ini..." sambil menyodorkan kembali kalung itu kehadapan Claudia.


"Kamu ingat kan kenangannya tentang kalung itu, usahakan agar dia larut dengan kenangan indahnya bersama kamu, karena sepertinya dia masih menyimpan rasa padamu. Dibelakang itu, saya akan atur lagi rencana selanjutnya." terang Fachri sambil memainkan pemantik rokok yang ada dihadapannya. Seringai licik nampak di bibirnya.


-----------xxxxx----------


Davina telah berhasil membuat seluruh peserta dinner night malam itu terpukau. Ia membawakan dua lagu yang populer saat ini, hingga membuat hampir semua penonton ikut bernyanyi. Apalagi ketika dia membawakan satu lagu koplo kesukaannya, sontak semua yang hadir ikut joget tanpa jaim-jaiman.


Kecuali Radithya, wajahnya kecut. Ia tidak suka kalau ada banyak lelaki yang menggoda serta sok akrab dengan Davina. Ia memilih pergi menjauh dari tempat itu.


"Kamu baik-baik saja pak?" tanya Fachri yang tiba-tiba telah ada dibelakang Radithya. "Dari pada disini sendirian, lebih baik kita kesana yuk. Disana tempatnya lebih asyik, bagaimana?" katanya sambil menyentuh bahu Radithya sok akrab.


Radithya yang nampak bete dari tadi hanya mengangguk pelan tanpa berniat menolak ajakan Fachri.

__ADS_1


bersambung


like dan komennya dong say.... makasih๐Ÿ˜˜๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป


__ADS_2