Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Perjanjian kontrak baru


__ADS_3

"Jadi apa yang harus saya lakukan mbah?!.. tolong lakukan yang terbaik dan saya akan bayar berapapun biayanya!!" kata bu Karsih penuh harap. Ia sangat tidak menginginkan semua pengorbanannya selama ini sia-sia, apalagi kalau sampai resiko yang terjadinya pun begitu berat dan menyeramkan. Sampai-sampai bu Karsih terlihat beberapa kali bergidik saking ngerinya membayangkan jika hal itu sampai terjadi.


"Saya akan berusaha, namun pastinya ini tidak mudah!." sesaat mbah Hugell diam. Kedua netranya nampak menebar kesegala arah seolah ia sedang mencari sesuatu. Tiba-tiba mulutnya komat-kamit pelan seperti sedang membacakan mantra yang sama sekali tidak di mengerti bu Karsih.


Mendadak suasana terasa mencekam, hawa dingin menyelimuti seluruh ruangan. Aroma wangi bunga pun tiba-tiba menyeruak di setiap sudut yang ada di rumah itu.


Bulu kuduk bu Karsih kembali berdiri, kedua netranya ia tebarkan kesetiap sudut ruangan yang tiba-tiba nampak aneh. Perlahan namun pasti ia melihat kilatan-kilatan bayangan seolah berjalan berseliweran kesana kemari. Tiba-tiba ruangan berubah menjadi sebuah lorong bebatuan yang berjejer sepanjang gang sempit yang hanya diterangi cahaya obor di setiap kanan dan kiri.


Bu Karsih tersentak kaget, ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Tangannya yang gemetar reflek memegang lengan mbah Hugell yang berada di sampingnya. Ia ketakutan setengah mati.


"Mbaaah.... dimana inii??!... kenapa tiba-tiba kita berada ditempat aneh seperti ini.. aku takuuut mbaah... ayo kita pulang saja!!" kata bu Karsih merengek seperti anak kecil saking ketakutannya.


Tiba-tiba mbah Hugell menghentikan langkahnya, begitupun dengan bu Karsih yang tubuhnya terus menempel ke tubuh mbah Hugell tak mau jauh.


"Ada apa mbaaah?!... kenapa kita berhenti disini?!" tanya bu Karsih pelan, kembali kepalanya menengok kekanan dan kekiri karena dari tadi telinganya begitu banyak mendengar suara-suara aneh.


"Kamu lebih baik diam saja daripada nyerocos terus, dan asal kamu tahu yaa.. justru dengan sikap kamu seperti itu, bisa mengundang perhatian mereka yang berada disekeliling kamu!!.. mereka akan sangat penasaran dengan tipe-tipe manusia seperti kamu!!!... jadi diamlah, perhatikan dan ikuti setiap gerakku, itu saja!!" kata mbah Hugell mulai kesal.


Mendengar pernyataan seperti itu akhirnya bu Karsih diam, namun fikirannya masih berkeliaran kemana-mana.


Tiba-tiba nampak mbah Hugell membungkukkan tubuhnya seolah sedang menyembah sesuatu yang yang ada dihadapannya yang sama sekali tidak terlihat oleh bu Karsih. Spontan bu Karsih pun mengikutinya.


"Salam hormat dan sejahtera bagi paduka hamba yang disegani, maaf beribu maaf..!!!... kali ini hamba datang dengan membawa berita kurang baik sekaligus berita baiknya juga ada, dan pastinya hamba sangat membutuhkan uluran tangan paduka hamba yang disegani!!" begitulah kalimat yang dilontarkan mbah Hugell dengan kepala yang masih tertunduk hormat.

__ADS_1


Tiba-tiba asap berwarna merah tebal mengepul dihadapan mereka, perlahan nampak samar lalu lambat laun menjadi seolah nyata terlihat sesosok wujud mengerikan tinggi besar, dengan kepala yang bertanduk, bermata merah menyala dengan seringai yang jelas memperlihatkan gigi taring yang tajam.


Sosok itu menatap tajam ke arah mbah Hugell dan bu Karsih bergantian. Tangannya memegang sebuah tongkat bercabang yang berbentuk tengkorak dan ular naga yang sesekali mengeluarkan api. Fix membuat bu Karsih tak kuasa menahan beban berat tubuhnya sendiri untuk tetap duduk tegak saking takutanya.


"Huahaa...haha...haha...haaaa....Kamu lancang sekali Hugell!!!!.... kenapa kamu beraninya membawa orang asing kemari haaaahhh...!!!, atau memang itu sebagai persembahan tanda baktimu buatku hah..?! huahaha... haha... haha... haha... haaaa..!!" sosok makhluk mengerikan itu tertawa memperlihatkan deretan gigi taring yang runcing dan tajam.


Bu Karsih sudah tak tahan lagi menahan rasa takutnya, tiba-tiba tubuhnya ambruk kesamping mbah Hugell, ia pingsan seketika. Karena tubuh mbah Hugell yang sudah renta dan tidak sekuat dulu lagi, maka ia pun tak sanggup menyangga beban tubuh bu Karsih dan membiarkannya ambruk disampingnya tanpa berusaha untuk menahannya.


Mbah Hugell kaget namun ia tidak bisa berbuat apa-apa karena menolongnya pun percuma karena bu Karsih sudah terlanjur pingsan.


"Maaf paduka hamba yang disegani, hamba datang kesini bukan untuk melakukan persembahan tapi karena hamba ada tujuan lain yaitu untuk meminta pertolongan kepada paduka hamba yang disegani!" kata mbah Hugell sambil sesekali melirik tongkat kepala tengkorak yang nampak berkedip. Lalu lanjutnya :


"Dan dia inilah manusia yang hendak hamba tolong!" kata mbah Hugell pelan, masih dengan kepala yang menunduk. Ia sebenarnya tidak sanggup menatap tongkat berkepala tengkorak itu yang konon katanya itu adalah kepala tengkorak istrinya sendiri yang telah di minta makhluk itu sebagai persembahan untuk dijadikan pasangannya.


"Maaf paduka hamba yang disegani..!, memang kali ini hamba tidak membawa oleh-oleh apa-apa namun hamba membawa berita yang sangat bagus buat paduka hamba yang disegani!!" sesaat mbah Hugell menghentikan kalimatnya seolah sedang berfikir, lalu tak lama ia lanjutkan berkata :


"Pastilah paduka hamba yang disegani mengetahui ilmu cendana putih yang tersohor itu yang hanya dimiliki oleh seorang manusia yang bernama Sujana itu kan?!, dan sekarang aku telah mengetahui keberadaannya lewat keturunannya.!. Jadi jika paduka hamba yang disegani membantu saya dan perempuan ini, maka saya pastikan keturunan beserta ilmu cendana putihnya itu akan menjadi milik paduka hamba yang disegani.!" dengan tandas mbah Hugell berkata dengan kepala yang masih menunduk.


"Huahaaa....haha...haha...haaaaa.... benarkah yang kamu bicarakan itu Hugell??!!.... okeylah kalau begitu, aku akan bantu kamu tapi dengan satu syarat!!... kamu harus tepati janji kamu itu!!!.... dan jika kamu tidak menepati janji kamu itu, konsekuensinyaaa... kamu akan kehilangan seluruh ilmu kamu termasuk nyawa kamu sendiri... huaaahaa...haha..haha...haaaa.....!!" katanya sambil menepuk-nepuk dadanya dengan satu tangannya menandakan ia sangat senang sekali.


Mbah Hugell nampak manggut-manggut dengan seringai licik tersungging di bibirnya. Ia merasa misinya akan berhasil berkat bantuan makhluk mengerikan yang ada di hadapannya itu.


"Baiklah paduka hamba yang disegani, hamba pamit undur diri. Dan tentang janji hamba itu, paduka hamba yang disegani tidak usah ragu karena hamba sangat yakin dengan janji hamba, kalau tidak!!... nyawa hamba taruhannya.!!" kata mbah Hugel meyakinkan.

__ADS_1


"Okey sekarang kalian boleh pergi, dan tunggu kabar dari saya!!. Sebentar lagi niat manusia itu akan terwujud.!.. huahaa...haha...haha.. haaaa!!" kata makhluk itu seraya menunjuk ke arah bu karsih yang masih pingsan.


Perlahan asap tebal berwarna merah yang menyelimuti ruangan mulai menghilang seiring suara tertawa makhluk itu pun terdengar samar dan lambat laun menghilang.


Ruangan perlahan menjadi gelap seiring dengan hembusan angin yang membaur dengan berbagai suara-suara aneh yang sempat terdengar tadi ketika mereka mulai memasuki dimensi itu. Namun secara perlahan juga suasana ruangan pun berganti seperti semula.


Kini mereka telah berada kembali di rumah dengan posisi mbah Hugell duduk menghadap jendela yang berhadapan dengan pohon besar itu, sementara bu karsih masih tergeletak di samping mbah Hugell.


Perlahan mbah Hugell bangkit, lalu ia meraih segelas air putih dan wadah kecil berisi bunga mawar berwarna hitam pekat serta sebuah keris kecil berbentuk ular sanca.


Tak lama ia pun duduk kembali di dekat bu Karsih dan langsung memercikkan air ke wajah bu Karsih yang masih pingsan. Namun tak lama, nampak kedua netra bu Karsih mengerjap-ngerjap lalu perlahan mulai terbuka. Ia melihat ke sekeliling lalu spontan bangun dan duduk merapat ke tubuh mbah Hugell yang berada di sampingnya sambil memegang erat lengan mbah Hugell.


"Mbaaaah...!!... tolong akuu...!!.. jangan biarkan hantu itu membawa saya... hiii..... saya takut mbaaah!!:... ayo kita cepat pergi dari sini!.." kata bu Karsih seraya menarik-narik lengan mbah Hugell sampai-sampai tubuh mbah Hugell pun berguncang.


"Hei..!! sadar kamu!!, lihat!.. kita sudah ada di rumah ku lagi..!" kata mbah Hugell sambil menepuk-nepuk pipi bu Karsih yang nampak sedikit histeris.


Sesaat bu Karsih diam, kepalanya menengok kekanan dan kekiri untuk meyakinkan kalau dia sudah berada di rumah mbah Hugell kembali. Perlahan pegangan tangannya ia lepaskan, lalu ia sedikit merapihkan baju dan rambutnya yang sedikit berantakan.


"Mbah, aku masih hidup kan?. Ini kita sekarang di rumah mbah kan?!.. ah iyaa... aku mau pulang saja sekarang!!... mana kunci motor aku mbah... ooh iyaa ini... saya pulang yaa mbahh....!!!". kata bu Karsih nyerocos saking ketakutannya dengan kejadian tadi sambil bangkit berdiri dan hendak pergi.


"Tunggu!!!... kamu belum menandatangani perjanjian kontrak baru dulu!!!" kata mbah Hugell sambil menatap lekat kearah bu Karsih yang hendak meninggalkan tempat itu.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2