Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Duo Jomblo Free... ( Free hatin )


__ADS_3

Dikediaman rumah Danendra Aryaguna ayah dari Reyza dan Radithya, terlihat seorang lelaki tampan sedang duduk menyendiri disebuah taman bunga yang berada di belakang rumahnya yang megah.


Wajahnya yang nampak sedikit pucat, namun masih menyisakan garis ketampanan yang sempurna. Ia adalah Reyza kakak kembarnya Radithya.


Tangannya belum berhenti menggoreskan kuas diatas canvasnya, sesekali ia melihat objek yang dilukisnya dengan tatapan mata sendunya. Kesehariannya hanya seperti itu, melukis dan menulis.


Tuuuuuut....tuuuuut.....tut....


Reyza hanya melirik ponselnya tanpa mau menjawab panggilan, sebenarnya sudah berkali-kali panggilan telpon itu berdering namun ia masih enggan menjawabnya.


tuuuuuuut.....tuuuuuuut....tut...


Kembali ponselnya berdering, kali ini dengan nomer yang berbeda. Mungkin dia sengaja agar bisa dijawab Reyza, namun sia-sia saja. Reyza sudah tahu taktik seperti itu. Jadi tetap saja ia tidak menggubris nya.


Maaf, kali ini aku mengabaikanmu, mungkin inilah yang terbaik. Percayalah, saya tidak akan lagi memaksamu untuk selalu ada disisiku. Detik ini saya melepasmu dengan ikhlas. Sekarang kamu bebas menggapai apa yang dulu sempat terhenti karenaku. Pergilah dan gapai cinta sejatimu itu!!... 'Reyza'............. (pesan terkirim)


Tring...


Suara notifikasi pesan masuk terdengar, dengan segera Claudia membacanya. Ekspresi wajah yang awalnya sumringah perlahan memudar, bulir air mata nampak mulai mengalir di pipi Claudia, ia tidak menyangka kalau Reyza yang sangat mencintainya akan melepasnya begitu saja.

__ADS_1


"Tidak!... tidak!".. aku harus menelponya!, dia tidak boleh meninggalkanku juga!" katanya sambil mencoba menghubungi Reyza kembali.


tuuuuuut.....tuuuuuut.....tuuuuuut..... (nomer yang anda tuju sedang tidak aktif atau diluar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi!)


Sambil berderai air mata, berkali-kali Claudia terus mencoba menelpon Reyza, namun tetap saja ponselnya tidak aktif. Claudia merasa stres, ia pun membanting ponselnya, hampir semua benda yang ada didekatnya ia lempar kesembarang tempat, sambil menangis tersedu-sedu ia duduk di samping jendela memandangi lapangan hijau yang asri.


"Tidak!..tidak!.. ini tidak boleh terjadi!.. kalau aku tidak bisa memiliki Radith, berarti aku harus memiliki kakaknya!, setidaknya aku bisa memiliki salah satu dari mereka. Walaupun ia lelaki penyakitan, tapi ia salah satu ahli waris keluarga Danendra. Ya... aku harus membujuknya untuk kembali lagi padaku!, aku harus pura-pura mencintainya, aku yakin hatinya akan luluh juga!" katanya sambil mengusap air matanya yang sudah mengering. Sorot matanya kembali bersinar.


---------------xxxxxx----------------


Sepanjang perjalanan kepantai, hanya Radithya lah yang terlihat mendominasi obrolan, tidak seperti biasanya yang selalu cool dan tidak banyak bicara. Bermacam topik pembicaraan ia bahas, Sampai-sampai soal kucing belangnya yang melahirkan pun ikut serta dibahasnya juga, sangat tidak penting kan?


Davina dan Pak Jo hanya bisa manggut-manggut tanpa berniat sama sekali menimpali ocehan bos nya, level jenuh nya sudah tingkat dewa.


"Apa mungkin gara-gara ramuan yang semalam ia minum tingkahnya jadi berubah, kalau iya... mujarab sekali ramuan itu, sampai bisa merubah orang jutek menjadi lebayy." Fikir Davina dan pak Jo kompak banget walau gak janjian.


------------xxxxx---------


Akhirnya Davina bisa kembali kekamarnya, ranjang dan bantal yang sangat ia rindukan akhirnya bisa kembali dalam pelukannya. Namun anehnya, matanya belum juga ada tanda-tanda mengantuk, padahal tadi siang ketika ia masih bersama-sama dengan duo jomblo free (freehatin... hehe), matanya sungguh susah untuk di ajak kompromi.

__ADS_1


Davina mencoba memejamkan matanya, namun yang ada malah peristiwa menjengkelkan sekaligus memalukan yang terlintas dalam benaknya, berkelebat silih berganti membuat matanya sulit untuk dipejamkan.


"Ahhhh.... kenapa bayangan kejadian kemarin selalu terlintas di fikiranku si!, tapi ku fikir-fikir sebenarnya ramuan apa si yang bisa membuat pak Radith bisa hilang kontrol seperti itu?, apa jangan-jangan semacam obat pemancing gituan ya?, lalu apa tujuan mereka memberikan obat itu ya?" Davina berfikir keras.


"Tapii.... eh... tunggu!...tunggu!...tunggu!... waktu itu mereka akan membawa pak Radith ke kamar Claudia, kenapa kekamar Claudia ya?, gak langsung kekamarnya pak Radith saja, apa jangan-jangan ada maksud lain?, iiiihhh.... kok serem si?, apa mungkin Claudia masih menginginkan pak Radith, dan membuatnya pak Radith seperti itu dulu supaya ia mudah melakuu..kaan..... hah!!!...." Davina kaget sendiri, tubuhnya bergidik. Ia ngeri membayangkan kembali Pak Radith yang begitu rakusnya ia memaksa Davina. "hiiiii......" lagi-lagi Davina bergidik, lalu segera menenggelamkan tubuhnya kedalam selimut tebal, berharap ia tidak membayangkan kejadian menyeramkan itu lagi. Akhirnya ia pun tertidur pulas.


-----------xxxxx----------


Sementara Radithya sendiri, terlihat ia sangat gelisah. "Kenapa cuaca hari ini panas sekali si, keringat sampai bercucuran begini, padahal ac sudah ditingkatkan suhu nya, tapi masih tetap saja kepanasan" sambil membuka atasan piyamanya.


Tiba-tiba hatinya teringat Davina, ada rasa aneh yang menyeliara di relung hatinya. Entah apa itu, yang jelas saat ini ia ingin sekali melihat Davina.


"Iiih... ada apa ini, kenapa aku ingat terus Davina si?, daaan.... kenapa ini...?" sambil melirik adik kecilnya......


"Ahhhh.... tidak!... tidak!.... aku harus telpon Jo!"


Bergegas ia meraih ponselnya. dengan nafas sedikit tersengal ia menelpon asisten andalannya itu.


"Jo!, ada yang terjadi lagi pada tubuhku, cepat kekamarku!, aku sepertinya menginginkan itu lagi, kamu harus tolong akuuuuu!".....

__ADS_1


Bersambung


like komen nya yaaaa... terimakasihπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ»(


__ADS_2