
Suasana sudah semakin tidak terkendali, itu yang dirasakan pak Ba. Mata batinnya mulai bereaksi, ia bisa melihat ada banyak makhluk-makhluk tak kasat mata dengan berbagai bentuk dan rupa datang menghampiri bahkan sampai ada yang sudah mendekati dan berada di belakang mereka.
Berbagai aroma wewangian dan bau busuk bercampur menjadi satu menjadikan tempat itu terasa bagaikan bak sampah yang banyak menyimpan kotoran yang mengeluarkan aroma busuk yang menyengat hidung.
Dan kali ini bukan saja pak Ba yang bisa mencium aroma bebauan tersebut, namun Radithya, Davina dan pak Jo pun bisa mencium bebauan itu, namun lagi-lagi keanehan terjadi, penciuman mereka nampak berbeda satu sama lain.
Radithya dan pak Jo menciun aroma wewangian bunga yang memanjakan hidung, sampai-sampai mereka menghirupnya dengan dengan penuh penghayatan , terlihat dari mimik muka mereka yang begitu meresapi aroma itu sehingga membuat mereka terbuai tanpa sadar.
Sedangkan Davina dan Pak Ba, ia mencium bau busuk yang menyengat bahkan terlihat Davina berkali-kali seperti hendak mun*tah saking mualnya mencium aroma berbagai bebauan yang menyengat hidung.
Dan lebih anehnya lagi, si Selamet mah anteng saja tidak mencium bau apapun, sama halnya seperti orang-orang di sekitar yang berlalu-lalang.
Melihat gelagat seperti itu, pak Ba tidak bisa diam saja. Dia pindah duduknya ketengah-tengah mereka dengan tatapan menyorot kesegala arah. Fikiran dan hatinya ia fokuskan ke segala penjuru tempat itu yang nampak berasap menurut penglihatannya.
Sebuah asap tebal tiba-tiba membumbung tinggi, semakin lama semakin mendekati ke arahnya. Namun lagi-lagi itu hanya terlihat olehnya.
Davina yang dari tadi diam, tiba-tiba nampak wajahnya berubah menjadi pucat. Namun kedua matanya nampak memerah. Gemeretak giginya terdengar jelas, pertanda ia sangat marah.
Pak Ba sedikit terkejut melihat perubahan dadakan sikap Davina, namun itu tak lama. Dan ia langsung mengerti kalau kini perempuan yang ada dihadapannya bukanlah Davina yang ia kenal, melainkan karuhun Davina yang sengaja melindungi keturunannya.
Tiba-tiba suasana berubah menjadi mencekam, Radithya dan Pak Jo seolah sudah hilang kesadaran. Mereka bangkit dan hendak beranjak pergi entah kemana, namun dengan sigap pak Ba dan Davina mencekal kedua lengan mereka dengan kuat agar mereka tidak mengikuti bisikan-bisikan yang membuat mereka menuruti semua perintahnya.
__ADS_1
Sontak mereka berontak, tenaganya mendadak begitu kuat sehingga hampir saja pak Ba dan Davina kewalahan menahan mereka yang telah hilang kesadarannya.
Terlihat wajah Radithya dan pak Jo begitu pucat, mata memerah sementara kedua mulutnya nampak membentuk sebuah seringai yang aneh. Ia telah kerasukan roh yang gentanyangan disana. Entah roh apa yang jelas nampak terlihat oleh pak Ba dan Davina adalah ada banyak sekali macam bentuk dan rupa makhluk mengerikan disana yang berebut ingin mendekati dan masuk ke raga Radithya dan pak Jo.
Namun lagi-lagi, peristiwa itu hanya terlihat dan dirasakan oleh pak Ba dan Davina. Sedangkan orang-orang disekeliling termasuk Selamet sendiri yang dekat dengan mereka tidak melihat ada tanda-tanda yang mencurigakan atau tidak melihat seperti yang dilihat pak Ba dan Davina.
Semua nampak baik-baik saja, Radithya dan pak Jo masih duduk ditempatnya begitupun Davina. Hanya saja mereka nampak bagaikan patung manekin yang bernyawa namun tidak bergerak sama sekali. Dan anehnya lagi tak ada seorangpun diantara orang yang lalu lalang disana menyadari kalau jiwa mereka tengah berada di alam yang gaib yang sungguh di luar nalar manusia.
Kembali ke Radithya dan pak Jo yang telah dirasuki salah satu makhluk yang mengelilinginya, mereka berontak sekuat tenaga. Tatapan bengis dengan seringai yang semakin kencang terdengar membuat siapapun akan merinding mendengarnya.
Mereka mencoba melumpuhkan kedua orang yang dianggap penghalang itu dengan menghajar dari berbagai arah dengan kekuatan tak kasat matanya.
Akhirnya perang tak kasat mata pun terjadi tak terelakan lagi, dua manusia lawan berpuluh-puluh makhluk astral yang mengerika pun terjadi.
Namun pak Ba masih bisa menangkal seluruh serangan dari para makhluk astral itu dengan ilmu leluhurnya yang telah dikuasainya semenjak ia belia dulu. Ada beberapa dari makhluk-makhluk astral itu mundur beberapa langkah bahkan ada yang sampai terjungkal beberapa langkah kebelakang saking kerasnya kekuatan yang dilancarkan pak Ba.
Mereka terdengar meraung kesakitan dan ada pula yang masih tertawa cekikikan, entah itu suara kesakitan atau bahagia... entahlah... hanya mereka sajalah yang tahu maknanya.
Davina yang nampak sama telah dimasuki roh leluhurnya, dengan posisi duduk bersila mulutnya nampak komat-kamit seolah sedang membacakan suatu mantra atau ajian apalah yang tidak begitu jelas terdengar, namun dampaknya membuat si para makhluk gak ada akhlak itu terjungkal berkali-kali setiap kali mereka mendekat kearah Pak Ba dan Davina.
Termasuk Radithya dan pak Jo yang telah kerasukan makhluk-makhluk astral itu. Mereka meraung dan bahkan terpelanting berkali-kali kebelakang. Sepertinya mereka benar - benar tersiksa.
__ADS_1
Tiba-tiba Davina berkata dengan nada suara berat ciri khas seorang kakek yang berkharisma.
"Saya kasih kalian kesempatan untuk pergi sekarang!!!, atau jika memang kalian masih mau membela tuanmu itu, ingat!!!!... saya tidak akan segan-segan menghukum kalian dengan hukuman yang paling menyakitkan dari ini!. Cepat kalian pergi dari sini!!" kata si kakek yang merasuki raga Davina sambil menatap lekat keseluruh para makhluk astral itu bergantian.
Tiba-tiba suasana nampak menjadi riuh, hawa panas kembali menjalar dimana-mana. Berbagai bebauan membaur menjadi satu mengisi seluruh ruangan disana.
Ada banyak reaksi dari para makhluk astral itu, mungkin mereka sedang diskusi, berunding atau rapat darurat. Entahlah, yang jelas ada sebagian dari mereka langsung pergi dan menghilang dengan sekejap meninggalkan tempat itu tanpa pamit, mungkin mereka itu termasuk para makhluk astral yang modal tampang menakutkan doang padahal hati kecilnya kemayu alias berwarna pink, jadi mereka baru saja mendengar ancaman kakek Davina saja sudah ketakutan.
Dan dari sekian puluh para makhluk-makhluk mengerikan itu, yang tersisa hanya tinggal beberapa gelintir lagi yang masih bertahan. Mungkin mereka sudah terikat kontrak dengan si Tuan yang menyuruhnya barangkali, jadi mereka masih setia tetap tinggal disana dengan rencananya untuk membawa jiwa Radithya dan pak Jo, walau hati kecil nya ketar-ketir melihat ketangguhan pak Ba da kakek Davina yang merasuki raga Davina.
Suara geraman serta cekikikan yang tadi sempat nyaring terdengar, perlahan mulai sendu terdengar bahkan nyaris menghilang. Mungkin mereka sudah benar-benar kehilangan nyali.
"Kalian masih tetap mau disini??!!..... baiklah, rasakan iniii!!!" kata kakek Davina sambil kembali mulutnya komat-kamit.
Belum juga selesai Davina membacakan mantranya, tiba-tiba salah satu makhluk astral yang paling besar dan mengerikan bentuknya berucap dengan kaki yang perlahan mundur beberapa langkah kebelakang.
"tgvsusuhdjjs bgtauuvsvdjei hahaha... bshysijbshsiksb hahaha... hhusjbgsydhb kkuhban hahahahahha .....hshbsuwuvvs. hahahha kkjbbsu vgyubvgayjnd hahaha...bvcrywojhd bgxdtwij 692yt2gns 68827 hahaha...ywhb nnhvsjjs hahaha....." katanya dengan suara menggeram menakutkan sambil selalu diselingi suara tertawa terbahak, mungkin itu ciri khasnya barangkali, bukan tertawa senang seperti manusia biasa. 🤭🤭
bersambung yaa....
maaf kalau apdetnya agak lama, ada banyak sekali pekerjaan yang harus di selesaikan di dunia nyata, tapi insyaAllah akan selalu ada lanjutannya..
__ADS_1
like dan komennya yaa sayangkuh... cintakuh...😘😘😘🙏🏻