
"Mohon maaf sebelumnya pak, jujur saja awalnya tak terbersit sedikitpun dalam benak saya untuk bisa menjadi pendamping atau bahkan menjadi istri bapak, namun jika memang bapak telah menimbang, berfikir ulang bahkan mengevaluasi sampai ke fase akhir yaitu memutuskan untuk menikahi saya, maka dengan ini saya menyatakan "BERSEDIA!!" untuk menikah dengan bapak. Dan dengan pernikahan ini, ya walaupun awalnya tidak dilandasi dengan rasa cinta diantara kita, namun saya mohon dengan sangat agar bapak mau menerima saya apa adanya dan mengakui saya sebagai istri bapak, bukan semata hanya sebagai penyalur hasrat bapak saja melainkan kita melaksanakan pernikahan ini dengan diniatkan ibadah karena-Nya." kata Davina dalam hati, sejenak ia diam sambil memilah dan memilih kembali kalimat yang enak untuk didengar.
Namun Ia melihat Pak Radithya dan juga pak Jo hanya diam tanpa ada respon sama sekali, dengan pandangan yang masih sama, penuh tanda tanya!. "Kok no respon siiii??!" Davina bingung.
"Vin!!... Viiin!!... Vinaaa!!..." suara itu akhirnya membuyarkan lamunan Davina, ternyata dari tadi ia nyerocos dengan bahasa yang dibuat seformil mungkin itu hanyalah suara hatinya saja. "Pantesan gak merespon omonganku hehehe..." gumam Davina dengan suara yang nyaris tak terdengar.
"I-iya pak, siap!" spontan ia menjawab tanpa fikir panjang, sampai dirinya pun kaget sendiri dengan jawaban yang ia lontarkan barusan.
Rangkaian kalimat yang tadi telah di persiapkan untuk menjawab kepastian dirinya tentang ajakan menikah dengannya akhirnya menguap....berterbangan entah kemana.
"Aaah... syukurlah!" kompak kedua pria yang ada dihadapan Davina itu mengucapkan kalimat syukur sambil mengelus dada masing-masing yang sempat dibuat ketar-ketir dengan jawaban Davina jika tidak sesuai dengan harapan mereka.
Akhirnya merekapun kembali menyantap makanan yang tersaji di meja yang sempat mereka abaikan tadi, "Ternyata makanan ini walau sudah dingin enak juga ya?!, tidak seperti tadi!!.. hambar...!" kata Davina dan Radithya kompak berucap dalam hati sambil terus melahap habis makanannya untuk yang kedua kalinya bagi mereka.
Setelah selesai makan, akhirnya merekapun berpisah. Namun tidak untuk pak Jo. Ia diminta menemani Radithya di kamarnya, dengan alasan ada urusan bisnis yang harus di bicarakan.
Padahal mah itu hanya akal-akalannya Radithya saja supaya ada teman mengobrol dan upaya siaga dirinya agar si penyakit kualat itu tidak datang tiba-tiba menghampiri dirinya yang sedang sendiri.
---------xxx---------
Matahari telah keluar dari peraduannya, nampak sinarnya menembus ke setiap celah yang berada dibawahnya. Ia tetap bersinar cantik meski sebagian penontonnya masih terlelap tidur.
Hari ini sengaja Radithya bangun pagi-pagi sekali, begitu pula dengan Pak Jo yang masih dengan setianya mendampingi hari-hari terakhirnya ber'jomblo' ria bersama si bos yang sebentar lagi akan meninggalkan gelar kebesaran mereka sebagai 'Twins Jomblo Free hatin' yang pasti sebentar lagi gelar itu hanya akan disandang oleh pak Jo sendiri.
Semenjak dinner tadi malam, wajahnya nampak selalu ceria dengan senyum yang menebar disana-sini. Ia begitu ramah ketika berjumpa dengan siapapun, bahkan ke orang yang tidak kenal pun ia bisa sok akrab, padahal dulu jangankan ke orang yang baru dikenalnya. Ke teman sendiri pun kalau sikap jutek nya datang, jangankan senyum ditanya pun kadang jawab kadang enggak kalau pertanyaan itu tidak penting-penting amat menurutnya.
"Jo, kamu sudah pesan tiket pesawat hari in?" tanya Radithya memastikan.
"Sudah pak!, jadwalnya take off nya pukul 13.00 nanti, jadi masih ada sisa waktu 5 jam an lagi buat bapak untuk bisa menghabiskan sisa waktu itu untuk berjalan-jalan atau belanja-belanja mungkin, dan belikan ia apapun yang dilihat atau yang di inginkannya, saya jamin hatinya akan cepat luluh dan klepek-klepek sama bapak heee..!" terang pak Jo panjang lebar memberi saran yang diakhiri dengan cengiran penuh makna.
Sesaat Radithya diam sambil mencerna apa yang di ucapkan asistennya tadi. Awalnya ia berfikir hanya buang-buang waktu saja, mengingat berjalan-jalan tanpa tujuan itu merupakan salah satu kegiatan pemborosan waktu yang tidak pernah ada dalam kamus fikirannya.
Namun sebuah pertanyaan menggelitik membuat ia penasaran juga dengan ucapan asistennya tadi yang mengatakan, dengan membawa jalan-jalan wanitanya dapat mempererat suatu hubungan percintaan, apalagi kalau sampai mentraktirnya belanja apa yang dilihat dan di inginkan wanitanya.
Diam-diam ia mulai browsing tentang cara menyenangkan hati wanitanya.
__ADS_1
10 Cara menyenangkan hati perempuan :
Mendengarkan setiap pembicaraanya tanpa menyela, dan jangan terlalu mendominasi obrolan. Cukuplah jadi pendengar setia!
Mengingat hal-hal kecil tentangnya, misal hari ulang tahunnya atau hari-hari specialnya.
Membuatnya merasa special, jangan terus-menerus membuat ia kesal contoh nya jangan banyak menuntut ini itu, jangan membebani pekerjaan yang membuatnya ilfill padamu.
Segera melakukan yang ia minta, jangan sampai ia memintanya ke laki-laki lain, bisa-bisa ia akan jatuh cinta pada laki-laki itu yang lebih pengertian darimu.
Selalu melakukan sesuatu tanpa ia minta. Maksudnya adalah, mencoba untuk bisa memahami kemauannya tanpa diberitahunya lebih dahulu. Dalam hal ini kamu harus belajar bisa membaca fikiran orang.
__ADS_1
Menunjukkan perhatiannya didepan umum, kalau misal dia terlihat kelelahan atau cape, segera ia bawa ke cafe atau warung terdekat dan tawari ia makanan atau minuman kesukaannya, agat rasa cape dan lelahnya segera hilang.
Memperkenalkan dirinya ke teman-temanmu, dengan begitu ia merasa dihargai dan diakui kamu sebagai pasangan yang sangat kamu cintai, kalau perlu berteriaklah sekencang-kencangnya di keramaian kalau kamu sangat mencintainya, berani gaaak??
Memuji penampilannya, pujilah kecantikannya dengan tulus tanpa basi-basi atau hanya karena ada maunya saja, Karena pada hakikatnya perempuan itu suka di puji dengan ikhlas.
Bawalah ia jalan-jalan atau refreshing sambil menggandeng tangannya, dan ingat! matamu jangan jelalatan larak-lirik ke perempuan lain disaat kamu jalan dengan wanitamu, dan belikanlah ia apa yang dilihat dan di inginkannya. Percayalah dengam begitu wanitamu akan klepek-klepek sama kamu.
"selamat mencoba!... semoga berhasil!!... abaikan rasa malumu!!!... putuskan urat malumu ketika kamu berteriak mengungkapkan perasaanmu padanya di tengah keramaian. Sekali lagi... Good Luck!!
"Joooooo......!!!!
bersambung
like komennya yaaaa.....🙏🏻🙏🏻😘
__ADS_1