Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Se'guru se'ilmu...


__ADS_3

"Tapi tunggu sebentar, kenapa kok kamu bisa-bisanya sih menghabiskan ramuan itu sampai habis?, kan itu rasanya agak aneh dan tidak enak?, apa jangan-jangan lidah kamu juga bermasalah ya?" tanya Selamet penasaran.


"Ya karena aku sudah terbiasa minum minuman jamu serta ginseng semacam itu!, jadi lidahku tidak merasa asing lagi!, lagian aku lebih suka minuman seperti itu daripada minuman aneh yang lagi viral sekarang, apalagi minuman ber alkohol... iiihhh.... jauh-jauh deh!" terang Radithya gamblang.


"Iya tapi kan itu minuman beracun level 3 oooonn!!" Kata Selamet geram, lalu ia berkata lagi:


"Ramuan itu sejenis tumbuhan beracun yang menyamar menjadi ginseng, seolah ia berasa seperti ginseng beneran, padahal ia jika di minum bukannya menyehatkan malah berdampak seperti yang selalu kamu rasakan tiap menjelang malam itu!, Makanya kalau minum sesuatu itu dirasa-rasa dulu kek, jangan asal minum saja!" Selamet menerangkan panjang lebar, lalu ia kembali menerangkan seakan-akan ia seorang profesor handal.


" Seharusnya bukan cuma jamu dan ginseng yang sering di temui di dapur kamu saja yang harus kamu ketahui, semacam ramuan seperti itu juga kamu harusnya tahu dan bisa bedain, agar kejadian itu tidak terulang lag!" katanya menggurui.


"Kok tumbuhan itu bisa nyamar sih, Met?, pertanyaan aneh akhirnya terlontar juga dari mulut Radithya, yang langsung dijawab dengan jawaban aneh juga.


"Ramuan itu berasal dari negeri Entah Dimana yang tidak ada di dunia nyata, melainkan hanya ada di Dunia Maya!" (kok jawabannya sama seperti jawaban si mbah Hugel yaa?, apa barangkali mereka satu guru satu ilmu kali yah?🤭🤭.red)


"Jadi ramuan itu jenis minuman apa, Met?" tanya Radithya penasaran.


"Ok, nanti saya jelaskan!, saya kebelet pipis iihh mau pulang dulu yaah!, kamu sekarang mulai saja meditasi seperti yang saya anjurkan tadi. Dengan begitu, kesehatan mental dan fisik kamu bisa terjaga dengan baik. Dan ini salah satu cara awal mengatasi penyakit anehmu itu!, sudah dulu yaa!!.. saya sudah tak tahan lagi ini!" sambil berlalu pergi meninggalkan Radithya yang masih bengong, sampai ia lupa menanyakan nomer ponsel si Selamet.


"Ahhh.... dasar orang aneh!, cepet amat sih jalannya... apa jangan-jangan ia termasuk manusia setengah The Flash yah, yang memiliki kecepatan super yang larinya bak angin kencang... hehe... " kata Radithya dalam hati. Akhirnya iapun mulai melakulan meditasi.


--------begitu ceritanyaaaaa sebagai awal mula sebelum ia ditemukan oleh kedua asistennya tadi ketika ia sedang melakukan meditasi------ red.


Flashback off

__ADS_1


--------xxxx--------


"Bos baik-baik saja kan? tanya pak Jo heran karena melihat si bos dari tadi hanya diam saja. Seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Aku tadi bertemu dengan seseorang yang sepertinya ia bisa menolong mengobati penyakitku ini!, tapi sayang aku lupa menanyakan alamat serta nomer ponselnya". kata Radithya pelan. Kembali tatapannya menerawang jauh.


"Itu mungkin perasaan bos saja kali, mana ada jam-jam segitu ada manusia yang nongkrong disana kalau bukan jelmaan anu!" kata Davina sok tahu.


"Kamu kalau ngomong bisa gak sih difikir dulu!", memangnya zaman sekarang ada yang namanya manusia jadi-jadian apa?" bentak Radithya kesal, karena bukannya ikut mikir malah ngomong yang bukan-bukan. Davina langsung diam. Sementara Radithya nampak menyesal karena sampai lupa menanyakan nomer ponsel si Selamet, yang justru dialah orang yang sepertinya bisa menolongnya mengobati penyakit aneh nya itu.


"Jo, kita ke pantai lagi sekarang!, siapa tahu disana kita bisa bertemu lagi dengannya!" dengan nada memaksa seperti biasa.


Davina dan Pak Jo saling pandang, mereka sudah benar-benar pusing dengan tingkah anehnya si bos. Dan lagi-lagi ia harus kembali lagi ke.... phantaii....!!!.


"Aku tidak mau pulang sebelum penyakit ini sembuh!, memangnya kamu mau harus nemenin aku ngobrol semalaman?" tanya Radithya sambil menatap jutek Davina. Davina diam, dan memang ada benarnya juga jika bosnya harus bisa sembuh dulu seperti sediakala sebelum pulang kerumah, kalau tidak, bisa repot se erte erwe nanti. Huh....


"Ayo, sekarang temeni aku ke pantai lagi cepat!!. kata Raditya sambil melangkah mendahului menuju pintu keluar.


--------xxxxxx---------


Udara semakin panas, namum mereka belum ada tanda-tanda berniat meninggalkan batu karang itu yang semalam di jadikan tempat ngobrol Radithya dan Selamet.


Dengan setianya Radithya menanti kehadiran Selamet sang Penyelamet hidupnya semalam.

__ADS_1


Memberanikan diri Davina bertanya:


"Pak, kenapa kok bisa-bisanya bapak ngobrol sama orang asing tidak kenalan dulu gitu, nanya nama atau alamat kek!, langsung curhat saja sok akrab!" kata Davina sedikit kesal. Efek cuaca panas dan rasa jenuh yang melanda mungkin, sehingga omongannya terucap tanpa basa-basi lagi.


"Siapa bilang aku gak kenalan dulu. saya tahu kok namanya!, kalau tidak salah namanya Met Selamet... yaaaa.... itu namanya!, dia sepertinya jago soal ramuan obat-obat semacam gitu!" kata Radithya ber api-api.


Sontak Davina terlonjak kaget, lalu ia teringat si Selamet teman lamanya dulu. Justru kemarin itu ia berniat memberitahukan soal temannya itu yang bapaknya bisa mengobati orang sakit, namun karena banyak hal, membuat ia menjadi lupa untuk memberitahukan nya pada bosnya itu.


Davina meraih tas gendongnya dan mencari-cari kartu nama si Selamet. Dan untungnya kartu itu masih ada di dalam tasnya.


"Namanya Selamet kan pak?, ini dia saya tahu nomer ponselnya!" kata Davina yang langsung disambar oleh bosnya.


"Kenapa gak dari tadi kamu bilang?, mungkin kita gak akan kepanasan nungguin dia disini!, cepat telpon dia!" perintah Radithya sumringah dengan senyum cerah menghiasi wajahnya yang mulai kusam akibat terik matahari.


bersambung


Mohon komentarnya dong saaay, komen apaan kek! misal nanyain othor udah makan belum?, atau othor mandinya berapa kali hehe..., biar lebih cemangat lagi gitu nulisnya... padahal akutuh udah bela-belain nulis sampe keluar keringat panas n-' dingin lho biar kalean smua terhibur, sampe-sampe suami dari tadi melototin aku terus tuh di pinggir ranjang karena dia minta sesuatu aku cuekin 😂🙈 (Padahal cuma minta di pijitin pinggangnya doang sih efek habis gali sumur kemarin hehe... jangan ngeres dulu mikirnya 🤭🤭). oke deh yaa... salam kenal dan semoga terhibur dengan karya recehann ini... 😘😘🙏🏻🙏🏻🙏🏻.


ini aku kasih visualnya si Untung dan si Selamet. Semoga cucok yaaaa...!🤭


Tar kapan-kapan si Untung aku shot deh... hehe


__ADS_1


__ADS_2