Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Menunggu kepastian


__ADS_3

Diam-diam Davina melirik wajah bosnya yang saat itu terlihat cerah, sangat berbeda dengan tadi siang yang begitu pucat dengan sorot matanya yang nampak sayu. "Kok bisa sedrastis itu sih perubahannya, memang benar apa yang dikatakan orang-orang kalau fikiran itu salah satu penyakit jiwa yang sangat cepat membuat perubahan fisik seseorang, buktinya setelah menemukan solusi ia langsung berisi lagi tubuhnya gak kurus kering lagi seperti tadi" kata Davina dalam hati, sambil cengengesan sendiri.


Sebenarnya Davina itu merasa kesal juga kepada bos nya itu, soalnya semenjak bertemu sampai sekarang tak ada obrolan yang penting sama sekali, ia begitu sibuk dengan gawainya seolah ia merasa dianggap tidak ada.


"Padahal kalau cuma mau dijadiin obat nyamuk, ngapain harus ribet-ribet pakai gaun beginian, sudah kedinginan di cuek'in lagi!!." gerutu Davina, kali ini bukan dalam hati melainkan seperti gumaman kecil sambil mengusap-ngusap lengan atasnya yang terasa dingin. Radithya pun menolehnya, ia baru sadar kalau Davina hanya memakai gaun tanpa lengan disaat angin malam sudah terasa berhembus kencang.


"Kamu dingin yah, nih pakai!" kata Radithya sambil bangkit dan membuka jas nya untuk dipakaikan ke Davina yang sudah terlihat bersin-bersin. Ia memang alergi dingin ternyata.


"Maaf ya!" hanya itu yang keluar dari bibirnya.


Sebenarnya walaupun nampak dari luar ia begitu dingin bahkan cenderung acuh kepada Davina, namun yang sebenarnya terjadi adalah ia merasa grogi berhadapan dengan Davina. Begitupun dengan Davina entah kenapa semenjak pengutaraan si bos soal ajakan menikah itu, ia merasa kaku. Jangankan untuk ngobrol akrab, hanya sekedar memandangnya saja pun ia malu melakukannya.


Dua orang yang sama-sama kaku itupun hanya bisa saling lirik didepan hidangan makan malamnya itu. Davina yang biasanya tanpa malu-malu untuk mencicipi semua menu yang tersaji, kali ini ia banyak kehilangam selera. Ia menjadi begitu manis dan jaga imej.


Sementara Radithya pun seolah sudah kehilangan taringnya saat itu, masa iya hampir setengah jam si bos terus saja mencari-cari nyamuk dengan menebar pandangan kekanan, kiri, atas, bawah, samping atas, samping bawah sampai ke kolong mejapun kalau tidak dicegah Davina pasti si bos akan masuk kolong juga sepertinya, padahal si nyamuk nya mah sudah pada pulang ke rumahnya masing-masing untuk betkumpul dengan keluarganya heee.... seperti tidak ada kerjaan saja si Bos, Gak penting banged kaaan?, dan sontak itu membuat Davina ilfill alias kekih setengah matih yang justru dianggap Radithya sebagai salah satu bentuk perhatianny pada Davina. ( Ya tapi gak sampai segitunya kali, boooos... !!!. Sampai-sampai nyamuk dijadiin buronan..wk..wk..wk...hee).


"Pak, masih lama ya?" tanya Davina memberanikan diri.


"Kamu lapar ya?!, biasanya kamu suka makan banyak kalau diajak dinner. Ayo makanlah nanti keburu dingin!" katanya bukannya menjawab pertanyaan Davina malah ngomentari makanan yang memang sudah dingin akibat lama dianggurin.

__ADS_1


"Ya sudah kita sama-sama makan yaa!, bapak juga saya lihat dari tadi cuma mainin hape terus belum kelihatan makannya. Ayo pak kita makan, sayang ini makanannya kalau tidak kita makan, setelah itu kita pulang terus bapak istirahat begitu pun dengan saya!" kata Davina malah dia yang sekarang mendominasi percakapan, dan anehnya si bos hanya manggut-manggut saja tanpa reaksi berlebihan yang seperti biasa ia lakukan selama ini. Aneh bin ajaib kaaan..??!


Sesaat keheningan terasa disela bunyi suara sendok dan piring yang saling bersentuhan mesra.


Namun nampak ada satu pasang mata yang menatap tajam kearah mereka dengan sesekali mengabadikan momen makan malam Davina dan bosnya itu di ponselnya dengan seringai liciknya, ia adalah Fachri yang sengaja belum pulang kampung karena masih ada urusan dengan orang yang telah meracuni otak dan fikirannya menjadi lebih buruk dan kotor lagi.. yaitu mbah Hugell.


"Lihat saja!, sebentar lagi kamu akan merasakan kehancuranmu serta sakitnya kehilangan satu persatu orang-orang yang dekat denganmu saat ini!, diiringi kehancuran reputasi serta perusahaan yang selama ini kamu rintis!!, tunggu saja kamu sia**laan!!!" sambil mengepalkn tangan penuh amarah.


Disisi lain, kali ini suasana makan malam Radithya vs Davina sudah nampak sedikit mencair dari kebekuannya. Radithya terlihat lebih rileks dengan sedikit berani melontarkan banyolan-banyolan kecil yang sama sekali tak ada lucu-lucunya, sedangkan Davina sudah mulai berani menatap bos nya ketika mereka berbicara seperti biasa.


Namun, lagi-lagi tidak ada obrolan berarti diantara keduanya, tidak ada pembahasan yang menjurus kearah hubungan mereka yang lebih serius lagi yaitu pernikahan, yang ada hanya obrolan-obrolan receh yang sangat-sangat tidak penting.


Pak Jo sengaja duduk tepat dibelakang bosnya dengan maksud supaya ia bisa dengan jelas mendengar isi percakapan mereka. Namun saya seribu sayang, obrolan serius itu tak kunjung datang. Ia sampai geram dan cape sendiri.


tiba-tiba...


kriiiing..... kriiiiiing....kriiiiiing...


Terdengar suara ponsel pak Jo berdering, sontak ia kaget dan langsung menjawabnya. "Haa....looooo!" katanya sambil melirik kearah si bos dan begitu pun si bosnya. Sesaat mereka saling pandang saking kagetnya bukan karena terpesona.

__ADS_1


"Jo, kamu disini juga?!, sejak kapan?!.." tanya si bos penasaran.


"Hehe.. dari tadi!" katanya singkat.


Sejenak Davina dan Radithya saling pandang sambil mengernyitkan dahi dan mengangkat sedikit bahunya masing-masing mengisyaratkan keheranan mereka akan tingkah si Jo yang membingungkan.


Karena merasa sudah ketangkap basah aksinya, akhirnya ia keluar dari persembunyiannya. Ia langsung mengambil kursi yang berada tepat dibelakang Radithya untuk duduk bergabung dengan mereka.


"Maaf ya saya tak sengaja menguping pembicaraan kalian hehe...!" sambil cengengesan, yang direspon langung oleh Radithya dengan tatapan membunuhnya. Pak Jo sedikit salah tingkah.


"Sebenarnya saya itu penasaran saja sih dengan kalian... eh dengan bapak dan kamu Vin, karena tadi tanpa sengaja ketika saya pulang, melihat ada petugas hotel yang membawakan gaun untukmu yang katanya untuk dipakai makan malamnya bapak sama kamu Vin, yaa saya jadi penasaran saja sih, hehe.." kembali ia menerangkan sambil terkekah.


"Jadi sekarang bagaiman, pak!.. Vin!..kapan kalian meresmikan hubungan kalian ke jenjang pernikahan?, lebih capet sepertinya lebih baik!" kata Pak Jo tanpa basi-basi lagi.


"Kamu memang selalu bisa diandalkan, Jo! itu yang sebenarnya aku tunggu-tunggu dari tadi, namun sial aku malah malu mengatakan hal itu ke Davina!!" batin Radithya sambil tersenyum penuh makna merasa si Jo adalah pahlawannya, yang senyumannya itu hanya pak Jo yang mengerti.


Kembali wajah Davina merona, sebenarnya iapun sangat mengharapkan kalimat itu terucap dari bibir bosnya, ia menunggu kepastian si bos agar ia bisa meyakinkan hatinya untuk bisa' belajar mencintai bosnya, namun penantian panjang Davina tak kunjung datang. Si Bos malah asyik ngebahas sèsuatu yang tidak penting, namun berkat adanya pak Jo akhirnya apa yang diharapkan Davina terwujud. Davina menghela nafas panjang lalu ia berkata....


bersambung

__ADS_1


like dan komennya yaa.... ditunggu! πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ˜˜


__ADS_2