Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Over Pecicilan


__ADS_3

"Baiklah pak, saya bersedia menjadi istri bapak!" suara Davina begitu pelan bak ditelan deburan ombak yang menghantam batu karang, namun percikan airnya mampu menghangatkan hati yang sama persis dengan pernyataan Davina yang terasa sejuk di telinga Radithya, membuat hatinya langsung berbunga-bunga.


"Apa kamu bilang tadi?" kata Radithya memastikan dengan mimik muka seriusnya. Ia memandang Davina dengan tatapan penuh harap yang membuat Davina semakin salah tingkah, ia semakin menenggelamkan wajahnya untuk menyembunyikan warna pipinya yang mendadak merona saking malunya.


"Saya bilang tolong katakan sekali lagi!!" tanya Radithya memaksa, kali ini kedua tangannya sambil memegangi bahu Davina yang dari tadi terus saja menunduk.


"Iyaa..!" kata Davina singkat.


"Iya apa maksudnya, kalau ngomong yang jelas dong!, jangan bikin penasaran orang!!" kembali sifat juteknya datang.


"Iyaaaaaa... aku mauuu!", setengah teriak sambil membalikkan badan hendak pergi.


"Mau apa?!" sepertinya Radithya sengaja ingin membuat Davina kesal. Ada senyum tipis di sudut bibirnya.


"Mau makan!!... lapar!!..." dengan muka cemberut Davina pergi melangkah.


"Menggemaskan sekali sih!!" katanya sambil berlari mengejar Davina.


Ada senyum merekah menghiasi bibir Radithya saat itu, kemudian dengan langkah cepat ia mensejajari langkah Davina sambill meraih tangan Davina dan menggenggamnya dengan erat menandakan ia akan bertanggung jawab dengan hubungannya itu bukan hanya karena hasrat atau ketertarikan dari luar saja, melainkan ia sangat serius dengan keputusannya menjadikan Davina sebagai pendamping hidupnya selamanya.


---------------xxxxx-------------


Di sebuah Tempat Biro Jodoh


Pak Jo sebenarnya kurang setuju dengan niat bosnya untuk menyuruhnya mencarikannya jodoh di biro jodoh. Namun seperti biasa ia tidak bisa menolak kemauan bos nya itu.


"Ahhh... kenapa aku jadi ikutan pusing begini si?" batin pak Jo sambil pandangannya tetap fokus kedepan. Merasa sudah lelah karena hampir seharian mencari alamat biro jodoh yang direkomendasikan oleh temannya, akhirnya ia memarkirkan mobilnya di sebuah warung pinggir jalan.


"Permisi bu, bisa minta di buatkan kopi?!" katanya pada seorang ibu penjaga warung.

__ADS_1


"Oiya tunggu sebentar yaa?!" katanya ramah.


Tiba-tiba ada seorang gadis cantik dengan penampilan khas gadis desa masuk dengan membawa tentengan ember berisi ikan yang sudah dibersihkan. Pak Jo sedikit terpesona melihat kecantikan dan keluguan gadis itu.


"Itu anaknya bu?, tanya pak Jo sambil menyesap kopi yang telah ada dihadapannya.


"Iya, dia anak bungsu saya usianya baru 19 tahun. Anaknya rajin lho mas walaupun dia agak sedikit pemalu. Tapi dia baik hati dan tidak sombong!" katanya promosi.


Pak Jo manggut-manggut. Penasaran ia lalu bertanya kembali.


"Dia sudah menikah bu?" katanya sambil memantik rokoknya lalu mengisap serta menghembuskannya pelan.


"Iiih si mas ini, memangnya dia sudah kelihatan sudah berkeluarga apa?, dia masih single lho mas, kan usianya juga baru mau menginjak 19 tahun. Eh ngomong-ngmong kenapa sih tanya-tanya terus soal anak saya, sukaaaa yaaaaa?" katanya dengan senyum yang sedikit di buat-buat.


"hehe..." pak Jo hanya tersenyum tanpa menjawab.


"Si mas sepertinya bukan orang sini yah?" sambil meneliti penampilan pak Jo dari atas sampai bawah yang terlihat tampan dan begitu rapi, apalagi tongkrongannya itu lhoo... wooow...!!!, sebuah mobil mewah yang sengaja ia bawa, yang mampu membuat mata perempuan pada kelilipan semua saking takjub akan kesempurnaan duniawi dan ragawi yang dimiliki pak Jo.


"Waaaaw.... kok bisa kebetulan sih, kalau jodoh memang tak akan lari kemana!!, kebetulan sekali anakku itu lagi mencari jodoh, yaaa maklum lah dia kan tidak meneruskan sekolahya, daripada main-main gak jelas yang mending saya suruh nikah cepat-cepat saja!" katanya dengan mata yang berbinar menandakan ia sangat antusias dengan Pak Jo.


Pak Jo kembali manggut-manggut. Lalu kemudian ia bertanya:


"Memangnya ia dulu sekolah sampai kelas berapa?" tanya pak Jo penasaran.


"Sebenarnya ia sekolah hanya sampai kelas satu SD, karena dulu semasa kecilnya ia sering sakit-sakitan jadi akhirnya ia putus ditengah jalan. Tapi kalau hanya sekedar baca tulis sih dia bisa walau gak nyambung hehe..." katanya terkekeh sambil menutupi gigi emasnya yang langsung berkilau jika terkena matahari. Pak Jo pun sampai menutup matanya akibat silau..


"Aahhh kalau sampe kelas satu SD apalagi gak sampai tamat mah, sama saja gak sekolah!, ini bukan selera si bos kayanya. " batin pak Jo.


"Oooh gitu ya." Pak Jo kehilangan kata-kata lagi.

__ADS_1


"Iya!!, mas nya berminat gak sama anak saya?" katanya tanpa basa- basi lagi.


"Ok, tar saya minta ponselnya saja ya, Bu!" kata Pak Jo sambil melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Pakai nomor saya ya mas, soalnya dia gak punya Hape, lagian percuma saja ia pegang hape kalau baca nulisnya saja dia gak bisa, hehe.." kembali ia cengar-cengir memperlihatkan gigi emasnya ".


"Iya bu ga apa!" kata Pak Jo.


"Neeeeeng, sini nak!. Ini ada yang mau kenalan sama kamu sayang!" kata si ibu warung memanggil anaknya yang baru saja hendak pergi keluar.


Sambil tersenyum ia menghampiri mereka. Ia memang tampak manis dari dekat, dengan rambut bergelombangnya yang terurai panjang. bola matanya berwarna coklat ditambah kulitnya yang sawo matang menambah terpancar kecantikan alami nan eksotik khas perempuan Indonesia. Pak Jo sampai tak berkedip memandangnya.


Melihat gelagat seperti itu, si ibu langsung melancarkan aksinya. Ia mungkin tidak mau menyia-nyia kan kesempatan emasnya untuk mendapatkan orang kaya setampan dan setajir pak Jo untuk dijadikan menantunya segera.


"Hei, kok memandangnya sampai segitunya si!" kalian boleh kok ibu izinin jalan-jalan dulu. Disini pemandangan nya bagus-bagus lho, lama juga gak apa-apa mungpung cuaca nya lagi cerah!. Gih sana pergi!!" kata si ibu setengah memaksa agar pak Jo dan anaknya pergi berdua supaya lebih akrab lagi katanya. ( si ibu kok sampe segitunya ya maen kasih izin anaknya pergi sama orang asing, untung saja orang asingnya itu Pak Jo. Coba kalau lelaki itu punya hidung yang belang?!, bisa habis tar anaknya itu!!... jangan ditiru yaaa...mak...emak.. kelakuannua si ibu warung, biar gak menyesal dikemudian hari heee...).


Pak Jo sampai heran melihat kelakuan si emak yang terobsesi banget menjodohkannya sama dia, ia sampai tidak diberi waktu untuk menjelaskan yang sebenarnya kalau sebenarnya yang mau menikah itu si bos bukan dirinya. Pak Jo geleng-geleng kepala.


Tiba-tiba..


Jepret... jepret....jepret...


Si ibu tanpa izin dulu mengabadikan wajah pak Jo di ponselnya. Sontak pak Jo gemea-gemes gimanaaaa gitu.


"Buat dokumentasi saja hehe... amsori yaa nak". katanya sambi cengar-cengir.


"Iiiih... kok ada ya emak-emak tipe nya ngeselin banget, untung anaknya mah enggak... cantik dan kalem lagi. Dari tadi cuma senyam- senyum saja tak terdengar suaranya!" gerutu pak Jo yang sangat kesal dengan tingkah si emak warung yang over pecicilan, fikirnya.


bersambung

__ADS_1


like dan komennya yaaa... terimakasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ˜˜


__ADS_2