Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Claudia's action


__ADS_3

Burung-burung berkicau dengan riang, cuaca cerah dengan semilir angin sepoi menambah keindahan pagi. Tubuh Davina yang terbalut selimut terlihat menggeliat, sedikit demi sedikit kedua matanya terbuka pelan.


"Ya ampun, jam berapa ini?" Davina kaget ketika kesadarannya mulai penuh. Bergegas ia turun menuju kamar mandi, namun karena penasaran ia menyibakkan dahulu tirai yang menjuntai indah di depan sebuah jendela kaca.


Terlihat bos nya dengan memakai kostum olahraga sedang melakukan gym tanpa alat, tubuhnya yang atletis menambah ketampanan Radithya. Berolahraga merupakan kegiatan rutin yang wajib ia lakukan setiap pagi, agar kebugaran tubuhnya tetap terjaga.


"Kenapa dia bisa terlihat keren begitu sih ketika berolahraga?" gumamnya " idih, mikir apaan si.." sedikit memoncongkan mulutnya karena kesal dengan fikirannya sendiri yang songong.


--------000--------


Di kediaman Claudia


"Pokoknya Radith harus bisa jadi milikku lagi, dan aku sangat yakin kalau dia masih mencintaiku".


gumam Claudia.


"Sekarang mamanya sudah tiada, berarti tidak ada alasan lagi bagiku untuk tetap mempertahankan pernikahan ini, dari awal pernikahan ini sudah tidak benar... ahhh... betapa bodohnya aku, kenapa dulu harus mau menerima lelaki sakit-sakitan itu sih. Coba kalau dulu aku tidak tergoda dengan rayuan mamanya dan iming-iming perusahaan, rumah, perhiasan, deposito dan mobil mewah, pasti sekarang aku sudah menikah dengan Radith."


begitulah penyesalan Claudia yang telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang ambisius berlebihan terhadap keinginannya untuk kembali lagi bersama Radithya tanpa memikirkan perasaan Reyza yang kini telah menjadi suaminya.


-------------000-------------


Flashback on

__ADS_1


"Nak, mama tahu kalau kamu sangat mencintai Radithya. Disisi lain Reyza pun sangat mencintai kamu" sesaat mama Rossa menghentikan ucapannya, sesekali nampak ia menarik nafas dalam seolah ia sedang menanggung beban berat dalam fikirannya.


" Dan mama sangat mencintai keduanya" lanjutnya. Airmatanya tanpa kompromi mengalir dari pipinya seolah mewakili kondisi hatinya yang sedang menanggung beban berat.


"Radithya semenjak dulu tumbuh menjadi anak yang kuat dan sehat, sementara Reyza..." Ia kembali menghentikan kalimatnya, tenggorokannya seakan tercekik. Ia tak snggup lagi meneruskan kalimatnya.


" Kondisi fisik Rezya sangat lemah, kami telah melakukan pengobatan kemana-mana namun hasilnya tetap sama... tidak ada hasil".


Tiba-tiba suara itu datang dari arah belakang Claudia, dan ternyata itu adalah papanya Radithya. Dia duduk si samping istrinya yang masih terlhat menangis seraya menggenggam tangannya lembut.


"Dan permohonan mama ini agar kamu mau menerima cinta Reyza dan menikah dengannya ini bukan berarti mama tidak memikirkan perasan Radithya dan juga kamu, apa kamu fikir ini tdak menyakitkan hati mama juga?" kembali ia terisak.


"Dan kini Radithya pergi ke Melbourne dengan alasan meneruskan studinya, padahal mama tahu ia ingin menghindari mama dan sangat kecewa dengan mama". Tangisan pilu kembali pecah, membuat hati siapapun akan teriris melihatnya.


Akhirnya Claudia menerima tawaran mamanya Radithya untuk bersedia dinikahkan dengan Reyza.


flashback off


Waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 tepat, Radithya dan Davina sudah berada di ruangan meeting. Satu persatu rekan-rekan bisnis Radithya mulai berdatangan menempati tempat duduknya masing-masing.


Tuk... tuk... tuk...


Terdengar suara sepatu high heels mengarah mendekati pintu, tak berselang lama masuklah seorang perempuan cantik dengan gaya busana kantornya yang modis.

__ADS_1


"Maaf, saya belum terlambat kan?" katanya di iringi senyuman yang menawan. Hampir semua pria yang berada di ruangan itu menolehnya dengan tatapan kagum, kecuali Radithya yang nampak kurang senang dengan kehadiran perempuan itu


"Kenapa dia bisa ada di sini sih, aku harus telpon si Jo!" fikirnya. Kemudian ia bangkit dan minta izin keluar ruangan sebentar.


Terlihat Radithya mengeluarkan ponselnya dan sepertinya hendak menelpon seseorang.


" Hallo Jo, kenapa perempuan itu bisa ada disini hah?, to the point ia menanyakan perihal kehadiran Claudia yang bisa ada dan menjadi salah satu anggoya meeting kali ini. Padahal sebelumnya Radithya telah membaca list semua nama-nama perusahaan yang akan ikut meeting tersebut, dan nama Claudia tidak tercantum disana.


Pak Jo seperti biasa hanya tersenyum dalam menanggapi kemarahan Raditya. Setelah dirasa cukup mendengarkan ocehan bos nya lalu ia pun menjawab.


"Awalnya saya pun tidak mengetahui, namun apakah anda lupa bahwa di salah satu perusahaan ibu anda ada beberapa persen milik ibu Claudia yang juga tercantum atas namanya. Dan kebetulan sekali divisi yang sekarang harus mengikuti meeting adalah divisi kecantikannya milik ibu Claudia. Dan saya baru tahu adanya ibu Claudia ikut meeting disana di saat anda telah sampai tujuan. Jadi mohon maaf atas keterlambatan nya informasi yang saya dapat!"


Panjang lebar pak Jo menerangkan alasannya, dan ia sangat yakin kalau hal sepele itu akan menjadi bumerang baginya. Namun ia selalu siap dengan segala konsekuensinya. Pak Jooooo teaaa...


"Jooooooo.....!, sekarang juga kamu kemari! saya tunggu secepatnya!" titah sang raja tanpa ampun.



Radithya. Davina


bersร mbung ahh...


mohon like dan komentarnya yah agar saya lebih semangat lagi menghayalnya๐Ÿคญ.. terimakasih...๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

__ADS_1


__ADS_2