Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Rencana Fachri 2


__ADS_3

Raditya berjalan mengikuti Fachri yang sedari tadi ngoceh terus tanpa henti, sesekali ia tertawa sendiri seakan ada yang lucu, padahal menurut Radithya ocehannya itu sama sekali tidak ada lucu-lucunya. Malahan membuat Radithya muak dan berniat hendak pergi saja dan tidak akan meneruskan pergi ketempat yang tadi ditunjukkan Fachri.


"Aku gak jadi kesana, kamu saja sendiri!" kata Radithya kesal sambil membalikkan badannya hendak putar balik menuju tempat dinner.


"Lho.. lho.. lho... kenapa?, ayolah kawan!, daripada jenuh disana mendingan kita cari angin ditempat itu" katanya membuat Radithya menghentikan langkahya.


"Aku tuh mau nyari ketenangan, bukanya mau dengerin ocehan gak jelas kamu?, bikin nambah pusing saja!" katanya ketus.


"Okelah saya diam!" katanya cengengesan sambil memperagakan gerakan mengunci mulutnya.


"Kamu tuh laki-laki, tapi punya mulut cerewetnya melebihi perempuan. Udah pake rok saja sekalian!" katanya pedas, membuat Fachri tertawa lebar namun tangannya terkepal kuat.


"Kalau saja aku tidak sedang ada rencana, gak sudi harus bersikap baik dan seolah tidak ada apa-apa denganmu. Lihat saja kamu sial*n, sebentar lagi dendamku akan terbalaskan. Karirmu akan hancur dan reputasimu akan jelek." kata Fachri dalam hati.


----------xxxx--------


Flashback on


"Tidak!, aku tidak mau menjalankan rencanamu. Memang benar, aku sangat mengharapkan bisa kembali padanya. Tapi tidak dengan cara seperti ini. Karirnya bisa hancur karena ini, dan aku tidak mau itu sampai terjadi!" kata Claudia sambil berdiri dan hendak meninggalkan Fachri yang masih asyik memainkan ponselnya.


"Kamu yakin dengan keputusanmu itu?, saya kasih waktu 5 menit untuk berfikir!" kata Fachri membuat Claudia menghentikan langkahnya.


"Dendam mu adalah urusanmu sendiri, dan aku tidak mau ikut campur dengan urusanmu itu!" katanya tegas. Namun lagi-lagi Claudia harus menghentikan lagi langkahnya.

__ADS_1


"Baiklah!, tetapi kamu akan menyesal jika Radith sampai mengetahui yang sebenarnya soal ini!" katanya sambil memperlihatkan sebuah foto yang ada di ponselnya.


Penasaran Claudia menolehnya, dan tiba-tiba jantungnya berdegup kencang manakala ia melihat foto dirinya yang sedang melangsungkan pernikahan dengan seorang laki-laki lain di Amerika dulu, padahal ia saat itu telah menjadi istrinya Reyza kakaknya kembarannya Radithya.


Deg... deg...deg..


Jantung Claudia seakan mau berhenti, ia sangat takut jika sampai itu diketahui keluarga Radithya. Bisa-bisa seluruh harta kekayaan yang diberikan keluarga Radithya saat itu akan hilang karena perselingkuhannya dengan laki-laki lain.


"Kamu mengancam aku hah?, coba saja kalau kau berani!, paling mereka akan menganggapmu gila karena mengada-ada soal itu!" bibirnya sedikit bergetar, tubuhnya gemetar menahan beban tubuh yang tiba-tiba terasa lemas.


Seringai licik nampak di sudut bibir Fachri. "Sudahlah, jangan sok suci!. Mari kita lakukan kerjasama yang saling menguntungkan ini!" katanya licik.


Dengan berat hati akhirnya Claudia mengangguk pelan. Air matanya mengalir tanpa permisi. Hatinya begitu sakit, namun ia tidak bisa berbuat apa-apa dikarenakan ancaman Fachri itu.


Flashback off


Davina yang sedari tadi bingung nampak mondar-mandir mencari bosnya.


"Sebentar-sebentar ada, sebentar-sebantar ngilang. Benar-benar sudah mirip jelangkung ini mah" katanya kesal, ponsel yang tadi ia genggam sudah kehabisan baterainya sehingga ia tidak bisa menghubungi bosnya lagi.


Acara sudah mau usai, nama bos nya sudah berkali-kali dipanggil, namun ia sama sekali tak terlihat batang hidungnya.


Davina melangkah keluar, ia mencoba mencari tahu keberadaan bosnya. Dari mulai kamar tempat ia menginap, sampai ke cafe dekat tempat acara dinner night diadalan. Namun bos nya belum juga ditemukan.

__ADS_1


Sepanjang jalan, matanya berkeliaran kemana-mana mencari bosnya yang tiba-tiba menghilang bak ditelan bumi.


"Yah sudahlah, ngapain dicari lagi! mungkin dia sedang semedi kali... hihihi..." katanya dalam hati. Kemudian ia berbalik arah dan hendak kembali ke kamarnya karena ia merasa tubuhnya sangat lelah.


Namun tiba-tiba, kedua netranya menangkap suatu pemandangan aneh yang sangat mencurigakan. Dan benar saja, ia melihat seorang lelaki yang tidak begitu jelas wajahnya terlihat lemah dan tengah digandeng oleh dua orang menuju sebuah kamar. Sepertinya lelaki itu mabuk berat sampai harus dipapah oleh dua orang.


Davina penasaran, sifat kepo nya menjadi, sedikit mendekat ia mencoba mencari tahu apa yang sedang terjadi.


Deg!


Jantung Davina berdegup kencang, ia kaget ketika melihat lelaki yang dipapah kedua orang itu adalah bosnya sendiri. Segera ia ingin menghampirinya. Namun langkahnya terhenti manakala mendengar salah seorang dari mereka berkata.


"Saya antar dia kekamar mu, terserah mau kamu apakan dia!, yang jelas lakukan seolah dia telah menidur*mu. Aku sudah pasang kamera disana, jadi setiap pergerakanmu akan selalu aku awasi!. Dan ingat!, tidak ada alasan buatmu mundur dari aksi ini, karena semua berimbas pada masa depanmu juga jika kamu tidak ingin kembali jatuh miskin dan terlilit utang seperti dulu!" kata Fachri penuh intimidasi.


Deg... deg... deg..


Jantung Davina kembali berdetak kencang, ia tak nyangka akan ada orang yang berniat buruk pada bos nya.


"Aaah.... apa yang harus kulakukan, tapi aku harus cepat-cepat menolongnya sebelum dia mencelakai si bos. Mereka cuma dua orang, mungkin aku bisa menghadapinya sendiri" Katanya yakin.


"Tunggu!"


Teriak Davina lantang layaknya seorang wonder woman yang hendak menolong seorang korban.

__ADS_1


bersambung


like n komen nya yaaaaa..😘😘🙏🏻🙏🏻🙏🏻


__ADS_2