Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Drama pagi


__ADS_3

"Jooo..!!!, kamu sengaja ya bikin artikel gak bermutu kaya gini?, maksud kamu apa hah?!, kamu mau nyindir aku?!" dengan geramnya Radithya melempar ponselnya ke ranjang. Ia geram karena merasa artikel itu seolah menyindir dirinya, sedangkan orang yang tahu tentang dirinya kan hanya Pak Jo dan Davina.


Pak Jo yang baru keluar dari toilet hampir saja loncat saking kagetnya melihat bos nya banting hape. Sambil mendekat lalu ia bertanya :


"Ada apa pak?!, cepat katakan sama saya!!" kata pak Jo heran sambil melirik ponsel yang tadi di lempar bos nya.


"Ada apa-ada apa...??!, kamu sudah mulai kurang ajar ya sama saya!!, seharusnya aib bos nya itu kamu tutupi bukannya ini malah dibuka!!, bikin malu saja!!" katanya kesal dengan pandangan menatap tajam ke arah asistennya itu.


Pak Jo semakin bingung, lalu ia inisiatif mengambil ponsel bos yang ada di ranjang kemudian membukanya. Terlihat jelas disana ada histori pencarian terakhir tentang 10 cara menyenangkan hati perempuan, dan pak Jo pun langsung membacanya. Nampak ia senyam - senyum sendiri sambil terus membaca artikel itu, Radithya pun semakin geram.


Sambil melempar bantal kursi yang ada didekatnya iapun berkata dengan keras :


"Iya kan!!, itu perbuatan tengil kamu!!. Dasar asisten gak ada akhlak!!, kurang kerjaan apa,,! sampai bisa-bisanya buat tulisan gak bermutu seperti itu!" katanya dengan nada suara meledak-ledak.


Pak Jo bukannya bela diri atau menjelaskan malah makin keras tertawanya, sontak membuat bosnya semakin kekih setengah matih.


Dengan santai dan gaya elegannya, akhirnya pak Jo menghampiri bos nya yang nampak masih kesal dengan raut wajah laksana kain pel bekas diperas, sangat kusut.


"Kenapa bapak harus marah?, memangnya ada yang mirip gitu?, kok saya gak tahu ya??!. terus letak salah tulisan itu dimana?, kalau mungkin tulisannya ada sedikit kemiripan dengan kisah bapak, ya mungkin itu hanya kebetulan saja barangkali!! hehe..."" terang Radithya sambil terkekeh.


Berfikir sejenak lalu berkata pelan :"Kok bisa ada mirip-miripnya yaaa...?!" bergumam sambil reflek garuk-garuk kepala. Lalu...


"Jadi itu bukan tulisan kamu!!" katanya lagi meyakinkan.


"Mana ada waktu buat saya menulis artikel seperti itu pak, kalau tidak percaya bapak lihat saja nama penulisnya!!", sambil mendekat dan memperlihatkan ponselnya yang masih ada di tangannya.


Tertera nama ADITIA ARYAGUNA, penulis tetap sebuah majalah khusus pria bernama PRIA SEJATI DOT PERS.


Radithya langung diam sambil menatap kembali ponselnya, entah apa yang ada di fikirannya saat itu yang jelas tak lama ia lalu melirik asistennya.


"Jo, tar kamu lacak nama penerbit serta si penulisnya itu!!!, plagiat nama banget si pake acara nama juga di mirip-miripin!!! maunya dia apa sih?!" katanya kesal. Pak Jo maunya ngakak tapi takut dosa. Akhirnya ia redam ketawanya dalam hati.


"Iya baik pak!" katanya sambil masih mengulum senyum.


"Eh, ngomong-ngomong si Vina kok belum kesini?, coba kamu hibungi dia, Jo!" katanya setelah emosinya mereda, namun diam-diam matanya tetap membaca dan menelaah artikel yang tadi sempat di perdebatkan olehnya, masih penasaran.

__ADS_1


"Kenapa harus saya pak, maaf!!. Apa lebih baik bapak saja yang telpon dia, tanya kabar atau apa dulu kek!!" ucap pak Jo mesem.


"Lho kok harus saya si?,terus tugas kamu apa??!" katanya dengan nada jutek.


"Yaa kalau menurut saya sih, ini kan bukan jam kantor atau bukan hari kerja. Jadi wajarlah kalau bapak nelpon dia, ngajak makan sarapan bareng misal, sudah gitu bawa dia hangout!. Masa harus saya yang ngajakin pak, tar dia malah tertariknya sama saya lagi hehe...!!" kembali ucapan pak Jo membuat bosnya kesal, yang menganggap omongan si asistennya itu pun hampir sama dengan yang ada di 10 langkah itu.


Sambil mencari - cari bantal kursi yang bisa ia lempar ke asistennya itu, namun sayang semua sudah habis dilemparinnya tadi. Akhirnya ia hanya diam.


"Baiklah, kali ini kamu menang Jo!. Tapi lain kali, kalau kamu coba-coba menolak perintahku, awas saja kamu!!!" katanya gemas sambil mencari nama Davina di ponselnya.


Tuuuuut!....tuuuuut!...tut!...


Davina : "iya halo pak!" (terdengar seksi di telinga Radithya).


Radithya : " Kamu baru bangun tidur jam segini?!"


Davina :" Enggak sih pak, saya bangun sudah dari tadi sih, Ini baru selesai mandi dan baru mau pakai baju!, memangnya ada apa pak?!"


Sesaat Radithya diam tak bergeming. Pak Jo heran dengan gelagat yang tiba-tiba aneh itu.


Masih terdengar suara Davina di ujung sana. Lalu pak Jo pun menjawabnya.


Pak Jo :" Vin... kamu baik-baik saja kan?"


Vina sesaat bingung dengan pertanyaan si Pak Jo. Lalu ia menjawabnya.


Davina :" Iya saya baik kok, memangnya kenapa?"


Radithya :" Tadi kamu ngomong apa sama pak Radith?!"


Davina kembali bingung sambil mengingat-ingat pembicaraannya tadi dengan si bos.


Davina :" Gak ada yang penting kok, cuma tadi dia nanya aku baru bangun tidur bukan?, terus aku jawab tidak!, dan ini baru habis mandi dan baru mau pakai baju, begitu saja kok!"


Pak Jo:" iiiih kok kamu polos amat sih Viiin, sampai acara pake baju juga di bilangin! Ya sudah kamu sekarang kemari cepat. Kita sarapan bareng!"

__ADS_1


Davina :" Ok siap pak!"


Telpon pun terputus.


Pak Jo manggut-manggut, akhirnya ia mengerti apa yang terjadi sama bos nya barusan. Lalu ia menoleh ke arak bos nya untuk menanyakan mau menu makan sarapan apa. Dan ternyata si bos sudah tidak ada di tempat.


"Kemana dia?, pagi-pagi sudah bikin teka-teki!" katanya sambil mencari-cari disetiap ruangan kamar si bos. Namun bos nya tetap tidak ada.


Kemudian ia mencoba berniat menghubunginya namun tidak jadi karena ponselnya saja masih ada dalam genggamannya. Pak Jo semakin bingung.


Tiba-tiba terdengar suara Davina memanggil.


"Pak, sudah pesan sarapannya belum? Kebetulan aku kelaparan banget niih!" kata Davina tanpa basa-basi sambil matanya jelalatan melihat meja yang biasa dipakai menyimpan makanan, namun nampak belum ada satupun makanan terhidang disana.


"Kita cari dulu si bos, dia ngilang! katanya sambil menarik lengan Davina mengajaknya keluar.


"Kok bisa si pak, memangnya dia kemana?" tanya Davina.


"Kalau aku tahu, pasti sudah aku susul dari tadi!" kata pak Jo kesal.


"Huh, pagi-pagi sudah bikin drama!" kata Davina pun geram.


Hampir seluruh tempat umum mereka datangi satu per satu, namun si bos tetap tidak ada.


"Memangnya apa yang terjadi si pak?!" masih penasaran akhirnya Davina bertanya.


"Mungkin ia kembali di kuasai penyakit anehnya itu barangkali!" dengan raut muka kesal bercampur khawatir Radithya menjawab.


"Hah, kok bisa?! ini kan pagi bukan malam?" tanya Davina terkejut.


"Iya itu tadi gara-gara kamu bilang habis mandi dan baru mau pakai baju, jadi daya listrik di otaknya langsung spaning!" kata pak Jo kesal-kesal gimanaa gitu. Dan Davina hanya diam mencerna apa yang dikatakan pak Jo tadi.


"Cuma ngomong gitu doang kok sampai kontan banget reaksinya,?! bagaimana kalau nanti sudah eeuhm...... hiii!" guman Davina bergidik ngeri. Pak Jo semakin heran dengan kelakuan kedua pasangan aneh itu.


bersambung

__ADS_1


like dan komennya yaaa🙏🏻🙏🏻🙏🏻🤗


__ADS_2