
Tiba-tiba terdengar sebuah tangisan pilu yang tidak begitu jelas darimana arah datangnya. Dan anehnya hanya Radithya dan pak Jo saja yang bisa mendengarnya, kemudian mereka saling pandang tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
"Vin!, kamu dengar itu?" tanya Radithya menoleh ke arah Davina yang masih fokus dengan kemudinya.
Davina hanya diam tak menjawab, padahal Radithya bertanya sampai berulang-ulang. Ia seperti sebuah patung hidup yang bergerak namun tak bernyawa. Tatapannya tetap lurus kedepan tanpa menghiraukan pertanyaan yang dilontarkan Radithya dan pak Jo.
Kembali kedua lelaki itu saling pandang, ia heran dengan perubahan dadakan Davina yang tiba-tiba pendiam dengan gestur tubuh yang aneh.
"Vin!.. Vina!.. kamu kenapa?!, jawab dooong jangan buat kami takut niiih..!" kata pak Jo mulai cemas.
"Kalian diamlah, jangan banyak bergerak dan bertanya.! Dan kamu!, pindah duduk kebelakang!" kata Davina tanpa menoleh. Tatapannya masih tetap fokus kedepan. Radithya diam seolah belum mengerti apa yang di katakan Davina barusan.
"Ssst....pak!" kata pak Jo setengah berbisik memberi isyarat dengan matanya agar bos nya cepat menuruti perintah Davina. Dengan cepat Radithya langsung pindah duduk ke belakang berdampingan dengan pak Jo. Mereka hanya bisa saling pandang tanpa berani komentar.
Tak berselang lama, tiba-tiba mobil bergoyang hebat. Terlihat dengan jelas jalanan yang tadinya hanya bebatuan biasa kini jalanan yang hendak dilewati berubah menjadi deretan berbagai sosok makhluk-makhluk menyeramkan dengan berbagai bentuk dan rupa.
Mereka bejejer disepanjang jalan yang hendak dilewati mereka di iringi lambaian tangan serta teriak-teriakan yang memilukan. Mereka menjerit-jerit seolah menahan sakit yang begitu dahsyat.
__ADS_1
Tercium berbagai aroma bebauan yang begitu menyengat, membuat Radithya dan Pak Jo reflek menutup hidung mereka.
Namun Davina nampak tak terpengaruh sama sekali dengan keadaan. Ia tetap fokus dengan kemudinya, bahkan dengan santainya ia melewati bahkan melindas hampir semua sosok yang bergelatakan dijalan tanpa ragu. Dan anehnya, seluruh sosok mengerikan itu terlihat seperti bayangan semu yang tembus pandang namun nampak jelas terlihat seperti nyata. Mereka melambai-lambaikan tangan seolah memohon pertolongan kepada mereka.
Kembali Radithya dan pak Jo saling pandang, mereka benar-benar takut setengh mati bahkan tanpa terasa mereka reflek berpegangan tangan semenjak melihat pemandangan di luar nalar itu.
"Jo... bagaimana ini?, kenapa kita bisa nyasar kesini si?!" bisik Radithya sambil mendekatkan tubuhnya ke pak Jo, begitupun dengan pak Jo. Reflek tangannya memegang erat tangan bosnya. Mereka saat itu benar-benar telah kehilangan nyalinya bahkan kejeniusan otak yang mereka miliki selama ini dalam melawan para pesaing bisnisnya pun tak berguna saat itu.
Dengan tampang wajah bingung dan syok akhirnya mereka hanya bisa tanpa berbuat apa-apa. Kali ini mereka lebih mengandalkan Davina yang nampak lebih tenang namun masih bersikap misterius. Ia duduk tegak tanpa menoleh kanan kiri seperti layaknya seseorang yang sedang mengemudi. Pandangannya tetap lurus kedepan bahkan suara panggilan dari kedua lelaki dibelakangnya pun sama sekali tak digubrisnya.
Sepanjang jalan yang terdengar hanya jeritan dan tangisan pilu dari berbagai arah yang tidak dapat ditebak asal suaranya, dan anehnya seluruh hingar bingar itu hanya terdengar oleh Radithya dan pak Jo saja.
Namun keanehan kembali terjadi, didepan mereka nampak sekali hingar bingar layaknya sebuah kota besar yang nampak modern bahkan mungkin tak akan di jumpai di dunia nyata saking canggihnya teknologi mereka, dengan berbagai makhluk berlalu lalang dengan sosok beragam bentuk, rupa dan jenisnya, mungkin mereka yang disebut penghuni alam ghaib yang pasti tidak akan ditemui di alam nyata.
Kembali Radithya saling pandang, mereka benar-benar takut sekaligus takjub dengan suasana yang nampak jelas di pandangan mereka. Layaknya manusia, mereka seolah sibuk dengan urusan dunianya sendiri tanpa menghiraukan kehadiran mereka yang lewat.
Tiba-tiba mobil berhenti karena tiba-tiba ada sesosok makhluk menghampiri mereka dan tepat berdiri didepan kendaraan yang mereka tumpangi.
__ADS_1
Davina menatapnya dengan berani tanpa terlihat perasaan takut sama sekali, padahal yang terlihat oleh Radithya dan pak Jo makhluk itu sangat mengerikan dengan postur tubuh tinggi besar, bermata merah menyala, bertanduk serta gigi taring tajam yang nampak jelas terlihat dalam seringainya.
Nampak Davina masih tetap tenang, ia tidak merespon sama sekali kehadiran sosok astral itu. Ia masih dengan gestur diamnya, namun pandangannya masih tetap mengarah ke sosok penampakan yang ada didepannya itu.
Untuk beberapa menit terlihat Davina dan sosok makhluk astral itu hanya saling pandang tanpa respon apapun. Namun tiba-tiba terlihat makhluk itu mundur beberapa langkah sambil memegangi kepalanya seolah sedang merasakan sakit atau entahlah.
Matanya bersemu merah memancarkan emosi yang memuncak, kedua tangannya terkepal kuat, seringai di bibirnya yang khas terbentuk entah itu satu senyuman atau bentuk kemarahan yang jelas fix membuat bulu kuduk semakin berdiri tegak.
Davina yang dari tadi hanya diam, tiba-tiba ia berkata dengan nada suara yang tidak seperti biasanya.
"Kamu pergilah!, dan tetap jaga serta awasi mereka yang telah menginjak-nginjak harga diri dan hakekat keberadaan kalian!!, jika masih saja ada yang menyalahgunakannya!, beri mereka pelajaran yang setimpal dengan perbuatannya!! Saya pergi dulu!!" kata Davina.
Tak lama sosok makhluk mengerikan itu menepi dari tempat berdirinya tadi, kepalanya sedikit tertunduk seolah memberikan penghormatan terakhir. Tak lama iapun menghilang hanya dalam satu kedipan mata.
Akhirnya kembali Davina menjalankan kendaraannya dengan gestur tubuh yang masih misterius, lalu ia berkata:
"Kalian tidurlah!" katanya tanpa menoleh kearah kedua lelaki yang ada dibelakangnya itu. Dan tak berselang lama Radithya dan pak Jo pun langsung tertidur dengan posisi kepala mereka saling beradu satu sama lain, dan kedua tangan saling berpegangan mesra, begitu nyenyaknya sampai-sampai terdengar bunyi grak-grok-grak-grok suara dengkuran mereka saling bersahutan seolah mereka benar-benar telah kelelahan karena baru saja selesai melakukan perjalanan dunia mistis yang begitu menguras nyali.
__ADS_1
bersambung
like dan komennya yaa🙏🏻🙏🏻😘