
Masih ' Flashback on '
"Memangnya mbah punya cara jitu yang bagaimana?, kok mas kawinnya sampai ribet begitu?" tanya Fachri dengan muka seriusnya.
"Sebenarnya mbah punya banyak varian cara yang memiliki kualitas keampuhan yang berbeda, dan untuk kategori PEMANCING CINTA alias 'PHELETH' itu tergantung level, dari yang harganya paling murah sampai ke harga yang paling mahal, dan yang tadi mbah tawarkan itu termasuk level sedang!" terang si mbah dengan gaya nyentriknya menerangkan varian menu yang di milikinya di kancah per'PHELETH'an.
"Waduh...!!, ini rumah pananyaan atau warteg sih, keren amat gayanya..!, pake ada varian menu segala lagi!!" batin Fachri kagum-kagum gimanaaa.. gitu.
"Jadi, deal nya kamu mau ambil yang level berapa?, tanya mbah hugel menatap serius ke arah Fachri.
"Ya sudah yang tadi saja, tapi dijamin manjur kan mbah?" kata Fachri memastikan.
"Jangan ditanya lagi kalau soal keampuhannya mah, dijamin dah!" mantap si mbah menyakinkan Fachri. Kemudian ia beranjak menuju kamar khusus yang tidak seorang pun boleh memasukinya selain ia sendiri.
Selang beberapa menit, kemudian ia keluar kamar dengan membawa sebuah kotak kecil dengan ukiran panah cinta yang terbuat dari pohon kayu jati yang nampak mengkilat. Kemudian ia duduk menghadap ke arah pohon beringin yang tepat berada disamping rumahnya. Kemudian ia membuka kotak itu dihadapan Fachri.
"Kotak ini mbah tandain sebagai milik kamu, dan nanti setelah kamu menyediakan mas kawin nya itu, baru mbah kasih stempel kepemilikan atas nama kamu. Dan botol ini yang nantinya dicampurkan ke minuman orang yang dituju!" kata si mbah sambil terlihat komat-kamit, entah mantra apa yang ia bacakan. Tak lama ia pun kembali duduk menghadap ke Fachri.
"Itu ramuan apa mbah?" kata Fachri penasaran.
"Ini ramuan Arjuna Mencari Cinta" kata si mbah dengan mimik muka serius.
__ADS_1
"Hehe... namanya kaya judul sinetron ya mbah?" kata Fachri sambil cengar-cengir menahan geli. Si mbah hanya mesem-mesem saja, tangannya tetap asyik mengutak-ngatik kotak misterius itu.
"Ramuan ini sudah siap!, tinggal mempatenkan saja dengan mas kawin yang nanti harus kamu bawa!, dan ingat! kamu jangan sampai ingkar janji atau membatalkan niat kamu itu!, karena tadi dengan kamu mengatakan siap saja kamu telah terikat kontrak dengan eyang penunggu yang ada disana!" kata si mbah sambil menunjuk ke arah pohon beringin, sontak Fachri merinding ketakutan.
"Hiiii... kok serem sih!." kata Fachri spontan.
"Iya makanya kalau mau ke sini tuh harus di fikir matang-matang dulu, soalnya sekali datang kesini, secara otomatis kamu telah terikat kontrak!, jadi jangan main-main!" katanya tegas. Membuat hati Fachri semakin menciut.
"Terus kalau sudah meminum ramuan itu, efek nya bagaimana mbah?" tanya Fachri penasaran.
"Yaaa... yang namanya ramuan penarik cinta yang pasti si target akan tergila-gila sama si perempuannya, namun ingat ya!" sambil mendekat si mbah Hugel berbisik ketelinga Fachri, lalu ia berkata:
"Pastikan si target meminum semua ramuannya sampai habis supaya khasiatnya maksimal, dan efeknya langsung cespleng hehe... " katanya sambil terkekeh, memperlihatkan giginya yang masih ompong.
"Nah itu kamu pintar, tapi ramuan ini bukan sembarang ramuan. Intinya gini, ramuan ini terbuat dari tumbuh-tumbuhan yang berasal dari negeri yang tidak ada di dunia nyata, melainkan di dunia maya. Jadi ramuan ini termasuk ramuan langka, yang apabila seseorang telah meminumnya, ia akan reaktif , ibaratnya ia akan mirip botol soda, yang mana ia akan langsung meledak hanya dengan kocokan kecil, dan efeknya akan terus ada bahkan dunia kedokteran pun tidak akan bisa mendeteksi unsur-unsur fisika dan biologi yang terdapat dalam partikel-partikel yang terkandung didalam ion tumbuhan tersebut!" terang mbah hugel panjaaaaaang dan lebaaaaaaaar sekali penjelasannya.. (serasa ilmuwan saja si mbah hehe )
Fachri yang mendengarkannya pun sampai melongo dan tak berkedip mendengar penjelasan aneh bin ajaib itu."Kok teorinya sampai pajelimet begitu yaah... jadi pusing dengernya!, tapi gak apalah yang penting sukses rencanaku!" batin Fachri.
"Baiklah kalau begitu, saya pamit mbaah!" kata Fachri menutup percakapan. Namun baru juga satu langkah ia berjalan menuju pintu, terlihat ia membalikkan badan.
"Oiya mbah, saya ada sedikit pertanyaan yang mengganjal di hati niih..., kenapa nama mbah kok mirip sama mesin pencarian yang banyak di pakai orang-orang sih?" tanya Fachri iseng.
__ADS_1
"Ooooh ituuuu, yaaa mungkin dia terobsesi dengan ketenaranku barangkali hehe.... " jawaban asal terlontar bebas tanpa batas dari mulut mbah hugel, dan Fachri pun tepok jidat. " Dasar aki-aki narsis!!" batinnya..
Begitu ceritanyaaaa.....
Flashback off
----------------xxxxxx---------
Radithya, Pak Jo dan Davina akhirnya bisa masuk semua keruangan periksa, setelah sebelumnya sempat berdebat dengan salah seorang petugas yang melarang mereka masuk ke ruangan secara rombongan.
"Silahkan duduk bapak-bapak dan ibu!" kata ibu dokter yang nampak heran dengan ketiga manusia yang ada dihadapannya itu. Terlihat Radithya dan Davina duduk, sementara pak Jo berdiri karena disana hanya menyediakan jatah kursi untuk dua orang saja.
"Maaf!, yang namanya bapak Radithya yang mana ya?: tanya dokter sambil menatap satu persatu ke arah Radithya, Davina dan Pak Jo yang langsung dijawab Davina dengan menunjuk Radithya dengan ibu jarinya.
"Kalau boleh tahu, keluhan bapak bagaimana?" tanya dokter sambil menatap Radithya lekat. Yang di tanya bukannya menjawab malah terlihat gugup dan cenderung ketakutan. Davina pun menyenggol lengan bos nya agar segera menjawab. Namun Radithya tetap diam seribu bahasa.
bersambung
note:
Maaf yaaa kalau ada yang kurang berkenan dalam tulisannya, anggap saja sebagai hiburan semata.
__ADS_1
like n komennya di tunggu yah... 🙏🏻😘