
"Yayang Memet, kok kamu bengong terus ciiihh, ayo cepetan sini!, ini ada temen lama kamu kok malah disuruh nunggu lama-lama. Cepetan kamu siapkan ruangan tamu!, suruh mereka nunggu disana!" kata bapaknya Selamet sambil melirik ke arah Davina dan bosnya.
Sontak si Selamet wajahnya makin ngelipet, ia sangat tidak suka kalau bos dan asistennya itu diperlakukan sama istimewanya dengan Davina.
Namun Selamet tidak bisa berbuat apa-apa, ia hanya bisa mengangguk pelan karena ia begitu segan sama bapaknya yang nampak begitu menyayangi dan memanjakannya, namun ia begitu keras bahkan berani memberi hukuman keras jika Selamet berbuat salah atau berani membantahnya.
"Ayo ikuti aku!" kata Selamet dengan mimik muka jutek bin judes. Di iringi senyum kemenangan, ketiga trio kampret itu melangkah mengikuti langkah Selamet yang merasa telah di KO 0-1 oleh mereka.
Layaknya tamu kehormatan, mereka di jamu oleh ayahnya Selamet dengan sangat baik.
Sebenarnya ayahnya Selamet itu tahu Kalau anaknya itu begitu tergali-gali sama perempuan yang namanya Davina, dan diam-diam ia menyelidikinya dengan menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan Davina dengan bermodalkan foto jadul Davina delapan tahun yang lalu. Namun sayang seribu sayang, usaha ayahnya Selamet itu tidak membuahkan hasil. Davina si gadis pujaan anak kesayangannya tak kunjung ditemui.
Sejak saat itu, si Selamet seolah menutup diri dari lingkungan sekitarnya. Ia menghabiskan masa mudanya dengan belajar dan terus belajar, sampai ia dapat gelar Doktor nya di usia yang baru menginjak 24 tahun. (kok bisa?... ya bisa saja dooong....buktinya si Memet bisa!, 3 tahun bachelor, 2 tahun Master, 4 tahun Doktor... dan kira-kira dia lulus SD, SMP dan SMA nya di usia berapa tahun hayooo??.. jawab di komen ok! 🤭) dan ia mengeyam pendidikannya di Eropa saat itu. Keren kaaaan!
Ayahnya Selamet sampai putus asa melihat anaknya yang selalu menghabiskan waktunya sendiri di waktu luangnya, padahal ia sudah bela-belain membuatkan jadwal libur praktek di hari Sabtu-Minggu, dengan tujuan supaya Selamet bisa menikmati liburannya di luaran sana.
Iya memang sih ia main diluar, namun tidak seperti anak-anak muda pada umumnya, melainkan mengisi liburannya di luar bersama batu-batu karang serta sendal teplek nya yang selalu setia menemani kemanapun ia pergi. (Tar kapan-kapan aku ceritain juga asal mula si teplek ikan hiu dengan mulut menganganya si Selamet yang selalu menjadi teman setianya, dan kisah kasih cinta pertamanya Davina bersama si Untung yang selalu beruntung.. kalau aku inget itu juga hehe).
-----udah dulu ngomongin flashback si Selamet nya, kita kembali ke trio wakwauuuu... cekidot!!------
"Memangnya ada perlu apa kalian bisa sampai datang kamari jauh-jauh dari kota?" tanya pak Ba mengawali obrolan.
__ADS_1
"Sebenarnya kami baru saja selesai melaksanakan dinas luar kota." Sesaat Radithya diam seolah mencoba mencari kalimat tepat yang untuk di ucapkan. Kemudia ia melanjutkan lagi cerita awal mula ia bisa mempunyai penyakit anehnya itu.
(bla....bla....blaaaaa....)
"Nah seperti itu pak ceritanya, dan itu alasan nya kenapa saya harus bela-belain mencari Selamet karena saya sangat yakin ia bisa mengobati saya.!" terang Radithya sambil melirik kearah Selamet yang masih manyun. Yang di lirik melengos karena masih kesal.
"Ooh begitu toh ceritanya!." sambil manggut-manggut dan nampak sedang berfikir.
"Kalau mendengar dari cerita kamu tadi, saya merasa kamu telah meminum ramuan yang berasal dari dunia Maya yang sampai sekarang masih sulit untuk mencari penangkalnya, dan itu hanya satu orang yang memiliki penawarnya. Namun saya tidak yakin ia akan memberikan penawarnya itu atau tidak!" katanya. Nampak kecemasan terlukis di wajahnya yang menua.
Radithya, Davina dan pak Jo terlihat khawatir terutama Radithya yang semakin pias saja wajahnya saking takutnya ia tidak bisa di obati.
Radithya, Davina dan Pak Jo merasa heran karena melihat Pak Ba berbicara pelan sendiri dengan mimik muka yang menggambarkan kemarahan. Namun mereka tidak berani menanyakan hal itu kecuali Selamet yang mengerti ekspresi dadakan yang terlihat di wajah ayahnya.
Namun karena merasa rasa heran dan bingungnya tak dapat dibendung lagi, memberanikan diri Davina bertanya dan itupun hasil poling senggol-senggolan diantara ketiganya untuk mencari tahu siapa yang paling keras senggolannya, maka ia yang harus mengajukan pertanyaan ke Pak Ba dan pilihan jatuh ke Davina yang menang dan harus menerima hukumannya dengan bertanya ke pak Ba yang nampak sedang sangat serius. (sempat-sempatnya main game aneh dulu... dasar trio sengklek!..😂🤭).
"Pak... bapak sedang apa?, terus nasib bos ku bagaimana?" tanya Davina pelan. Yang dibalas dengan tatapan serius nan tajam yang terpancar di mata pak Ba.
" Ini adalah perbuatan kakak seperguruanku, dia satu guru satu ilmu denganku, namun sayang dia malah menyalahgunakan ilmunya itu untuk keperluan pribadinya tanpa memikirkan dampak negatif orang yang dikerjainya itu.!" katanya dengan sorot mata penuh kemarahan.
"Terus, apakah penyakit saya bisa di sembuhkan kan pak?" tanya Radithya harap-harap cemas. Ia benar-benar takut setengah mati kalau saja penyakitnya itu sampai tidak ada obatnya.
__ADS_1
"Yaaa... jalan satu-satunya untuk sementara ini ya kamu harus menikah supaya gairah yang selalu muncul tiba-tiba di malam hari itu bisa tersalurkan, dan pastinya kamu tidak boleh sembarangan menyalurkan hasrat kamu itu ke sembarang perempuan lho, karena efeknya itu kamu akan terus kecanduan sama itu perempuan. Jadi saya sarankan kamu menikah saja agar kecanduan nya sama istri sah kamu!" terang pak Ba panjang dan lebar yang sontak membuat wajah ketiga trio itu pucat pasi saking syok nya mendengar penjelasan ayahnya si Selamet.
Terlihat pak Ba kembali memainkan gawainya, ia seperti sedang men chat seseorang.
Beginilah kira- kira isi chat nya:
Pak Ba : "Gelll... kamu dimana sekarang?"
(lamaaaaa... belum ada jawaban dari mbah Hugel. Namun setengah jam kemudian... )
tring
Mbah Hugel : "Aku masih ada di sini dan akan tetap ada disini!"
Pak Ba : " Aku sudah tahu pekerjaan kamu selama ini!, kenapa kamu bisa setega itu sama orang yang tidak punya salah apa-apa sama kamu?"
(lamaaaaa..... belum ada lagi jawaban dari mbah Hugel.) mungkin ia sedang berfikir kali untuk mencari jawaban yang pas dann masuk akal versi fikirannya sendiri.
bersambung yeeee...
like komen nya okey!!! ditunggu!!😘😘
__ADS_1