Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Good Job!


__ADS_3

Semua mata terpana memandang kecantikan paripurna milik Claudia, sampai-sampai Davina pun ikut terpesona.


Hampir setengah jam meeting belum juga di mulai, terlihat semua peserta rapat nampak sudah mulai gelisah, mereka semua bingung kenapa waktu meeting belum juga dimulai padahal Radithya sendiri sebagai CEO sudah ada dan tadi sempat masuk ruangan, jadi harus menunggu apa lagi?


Davina salah tingkah, ia pun bingung dengan tingkah bosnya dan harus berbuat apa. Sementara Claudia nampak muram, dalam hatinya ia sadar kalau semua ini terjadi pasti karenanya. Namun ia mencoba menstabilkan suasana hatinya yang kecewa dengan senyuman.


"Maaf nona, apakah anda bisa menanyakan kepada bapak Radithya, kapan kegiatan meeting ini akan dimulai?, soalnya kami pun masih ada kegiatan lain setelah ini". Dengan nada sopan salah satu dari peserta meeting memberanikan diri untuk bertanya.


"Baik, pak! saya akan coba menemui bapak Radithya. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, saya pamit dulu sebentar!" kata Davina sopan, kemudian ia pun berlalu untuk menemui bos nya yang entah dimana keberadaannya.


Davina mencoba berkali-kali menghubungi Radithya, namun tak juga dijawab bosnya. Ia benar-benar kesal.


"Huh, apa-apaan sih si bos ini, dasar aneh. Padahal tadi pagi dia begitu semangat untuk meeting, lalu kenapa mendadak jadi begini?" sambil geleng-geleng kepala ia kembali mencoba menghubungi bos nya.


Namun tiba-tiba ia dikejutkan dengan satu tepukan di pundaknya. Ia menolehnya dan ternyata itu adalah Claudia. Sambil tersenyum ia berkata:


"Kamu sudah ketemu sama Pak Radith?" katanya lembut menatap Davina yang masih kebingungan.


"Belum, saya tidak tahu dia dimana dan kenapa. Padahal tadi pagi semua baik-baik saja." kata Davina tanpa menoleh, namun tangannya tetap memainkan ponselnya.


Tiba-tiba terdengar bunyi ponselnya berdering, dan tertera nama bos nya. Dengan cepat ia menjawabnya.


" Iya halo pak!, bapak kemana aja sih? rekan-rekan bapak sudah lama menunggu di.." belum selesai ucapannya, Radithya telah memtong pembicaraannya.

__ADS_1


"Kamu handle saja presentasinya seperti yang sudah saya ajarkan kemarin, saya yakin kamu pasti bisa. Dan ingat! perkecil membuat kesalahan!" katanya lugas tanpa beban.


nut...nut..nut... (panggilan langsung terputus )


Seketika ruangan terasa menyempit, tubuh Davina terasa lunglai. Ia benar-benar awam dengan yang namanya presentasi, apalagi harus berbicara didepan para petinggi-petinggi perusahaan yang notabene orang-orang pintar dan berpengaruh.


"Kamu kenapa? dimana Radithya?" penasaran Claudia bertanya kepada Davina yang dijawab hanya dengan senyuman yang sangat sulit untuk diartikan maknanya.


"Dia baik-baik saja, mari kita mulai meeting nya!" kata Davina sambil pergi melangkah mendahului Claudia yang masih menyimpan tanda tanya.


Nampak suasana di ruangan sedikit gaduh dengan berbagai topik pembahasan yang berbeda, namun setibanya Davina masuk suasana kembali kondusif, mungkin mereka mengira Radithya yang datang.


Nampak Davina beberapa kali menyeka keringatnya yang tiba-tiba mengalir di dahinya dengan tangan sedikit gemetar.


"Aduuuh, bagaimana ini... ya Tuhan tolong sembunyikan aku dimana saja agar aku bisa keluar dari ruangan panas ini.. huh dasar bos koplak, dia yang bikin acara dia yang kabur duluan, awas saja kalau ketemu aku sumpahin jatuh cinta sama monyet lu"


" Nona, apa kita bisa mulai sekarang? dan mana bapak Radithya? " tanya salah satu peserta meeting.


Sebisa mungkin Davina bersikap setenang mungkin, dengan memasang senyum manis sejuta watt nya ia mencoba menetralisir rasa gugupnya.


" Selamat pagi bapak dan ibu semua, perkenalkan nama saya Davina Fidelya dan disini saya sebagai asisten bapak Radithya." sejenak ia menghentikan kalimatnya seraya menarik nafas panjang yang ia hembuskan kembali perlahan.


"Dikarenakan ada satu kepentingan yang sangat mendadak, maka saat ini beliau tidak dapat memimpin rapat ini dan memberikan tugas kepada saya untuk mewakilinya".

__ADS_1


Kembali ia menarik nafas dalam, sepertinya rasa gugupnya sedikit berkurang, kemudian ia lanjutkan kembali.


"Sebelum saya memulai acara ini, terlebih dahulu saya mohon maaf apabila selama saya mempresentasikan busines plan tiga tahun kedepan Aryasuta Group ini, dimohon untuk menyimak dengan baik terlebih dahulu, setelah itu baru kita buka sesi diskusi perihal ide, rencana dan tujuan yang akan dicapai, bismillah mari kita mulai.!"


---------××××---------


Disudut ruangan sebuah kamar vip, nampak Radithya tengah mengawasi sebuah layar komputer yang terhubung dengan kamera pengintai yang ada di ruangan meeting.


Sesekali ia tersenyum, karena ternyata Davina bisa juga di andalkan. "Good job!," katanya sambil tersenyum puas.


"Maaf, kali ini aku telah merepotkan mu. Tapi saya janji, setelah ini saya akan kasih kamu bonus tambahan." batin Radithya dengan tatapan masih mengarah kelayar monitor.


------'-------××××---------------


"Presentasi kamu tadi sangat bagus, dan saya suka!, oiya by the way... boleh saya minta nomer ponsel nya?, yaaaa.. biar kita bisa dengan mudah untuk komunikasi saja, karena pastinya kita kedepannya akan menjalin komunikasi yang lebih intens lagi mungkin?. demi kemajuan planing bisnis kita bersama, betul tidak nona?"


nampak seorang pria gendut dengan penampilan perlentenya menyodorkan sebuah kartu namanya.


"Ini nomer saya, kapan-kapan kamu bisa hubungi nomer saya ini!" kembali dengan tatapan mata genit serta telunjuk yang digerak-gerakan ketika berjabat tangan dengan Davina.


"Baik, pak. Terimaksih!" hanya kalimat itu yang terucap dari bibirnya sambil mencoba melepaskan jabatan erat tangan pria genit itu.


"Hai om, inget umur ... umur.." gerutu Davina kesal....

__ADS_1


bersambung


like dan komen nya di tunggu yah, biar saya semangat apdet nya tiap hari.... makasih...😘😘😘🙏🏻🙏🏻🙏🏻


__ADS_2