
"Jo!, ada yang terjadi lagi pada tubuhku, cepat kekamarku!, aku sepertinya menginginkan itu lagi, kamu harus tolong akuuuuu!"..... setengah teriak, Radithya memanggil lewat telpon asistennya itu. Dengan nafas sedikit ngos-ngosan dan tubuh yang basah akibat keringat yang bercucuran, nampak ia sangat mengkhawatirkan sekali.
Pak Jo yang telah terlelap tidur langsung melonjak kaget, ketika mendengar suara teriakan yang tiba-tiba terdengar dari ponselnya. "Sudah mirip halilintar saja!" gerutunya kesal.
"Apa maksud nya yaa? ahh... mengganggu orang tidur saja. Gak siang gak malam, masih saja hobi ngeselin orang!" gerutuannya berlanjut.
tuuuuuut.....tuuuuuut....tut....
kembali ponselnya berdering, dengan malas-malasan akhirnya Pak Jo menjawab telponnya.
"Iya halooo, siapa ini? kalau ada perlu apa-apa besok saja dikantor ya, sayanya ngantuk mau bobo dulu" katanya setengah bermimpi, karena setelah menerima telpon yang pertama dari bosnya tadi, ia tanpa sadar kembali tidur saking ngantuknya.
"Hey bodoh!, kamu malah enak-enakkan tidur!, cepat kamu kemari, ini perintaaaaah!" kata bosnya dari seberang. Kekesalannya semakin memuncak, ia benar-benar tersiksa dengan keadaan seperti itu.
"Ohh... i...iya siap bos!" kata Pak Jo yang langsung loncat dari tempat tidur dan langsung pergi kekamar mandi untuk cuci muka.
-------------xxx-------------
tok....tok....tok.... (Pak Jo mengetuk pintu)
"Ayo sini masuk cepetan!" jawaban dari bosnya.
Kemudian perlahan Pak Jo membuka pintu, terlihat bos sedang telungkup dengan raut wajah yang sangat mengkhawatirkan.
__ADS_1
"Jo, kemari!" katanya
Pak Jo sepertinya agak ragu mendekatinya, ia membayangkan kalau bos nya akan sama memperlakukannya sama seperti ke Davina kemarin, tanpa sadar tubuhnya bergidik.
"Hei Jo, kamu gak denger apa?, cepetan kesiniii!" katanya mengulangi perintahnya.
Pak Jo semakin ragu untuk mendekatinya, namun ia pun sangat kasihan melihat penderitaan yang dialami bosnya, dengan mengumpulkan seluruh tenaga yang ada akhirnya ia memberanikan diri mendekat.
"Kambuh lagi ya?" katanya hati-hati disertai waspada. Ia berfikir jika bos nya memang sudah kehilangan kontrol lagi seperti semalam, bahkan ia sudah tidak bisa membedakan mana perempuan dan laki-laki, sehingga ia akan sama saja melakukan perbuatan bodohnya padanya juga, ia gak akan segan memberikan bogem mentahnya jika itu diperlukan. "Amsori bos, darurat sih!" katanya dalam hati.
" Kamu kenapa, takut? tenang saja saya gak berselera sama kamu!" katanya seolah bisa membaca fikiran asistennya itu. Pak Jo hanya cengar-cengir sambil garuk-garuk kepala. "Oh ternyata dia masih normal juga ya, syukurlaaaah". gumamnya.
"Tolong obati aku seperti kemarin, aku benar-benar tersiksa ini!" sambil melirik ke arah adiknya yang dari tadi terus berontak. Tatapan Pak Jo langsung tertuju kearah sana, yang sontak membuat Radithya membalikkan lagi tubuhnya. "Ngapain kamu larak-lirik kesini?, cepetan fikirkan cara ngatasinya!, sudah gak tahaaaaan iniiiiii..!" setengah berteriak sambil membentur-benturkan kepalanya ke bantal.
tuuuuuuuut.... tuuuuuuut...tuuuuuuut.....
Telpon belum juga diangkat, ternyata Davina masih terlelap tidur. Kembali suara ponsel nya berdering. Merasa terganggu dengan suara dering yang berulang-ulang, akhirnya dengan malas ia menjawabnya.
"Iyaaa... halo, pak Jo ada apa malam-malam begini nelpon saya?" tanya Davina dengan suara parau khas bangun tidur, Pak Jo sengaja meng'loadspeaker' kan ponselnya, namun justru itu membuat Radithya semakin bergairah.Ia langsung bangkit ketika mendengar suara Davina yang terdengar seksi dan menggairahkan menurut telinga Radithya.
"Maaf ganggu waktu tidur kamu, karena ini darurat Vin, kamu bisa tolong kesini gak? Saya tunggu ya secepatnya!" katanya sambil langsung menutup telponnya.
Davina heran, ia mengernyitkan dahinya. "Kenapa Pak Jo menyuruhku datang kekamarnya malam-malam begini si?, mau ngapain coba? gak ada waktu lagi apa ngurusi kerjaan malam-malam, di kamarnya lagi, hiii...." kembali Davina berdigik ngeri membayangkannya.
__ADS_1
"Jangan-jangan dia mau mesum sama saya!, ahhhh breng***s*k si Jo, dia fikir aku cewek murah-meriah gitu?, awas saja kalau besok ketemu!, aku obrak-abrik dia!" kata Davina geram.
Tiba-tiba terdengar lagi dering telponnya yang langsung di angkat Davina.
"Heh Jo, kamu fikir aku cewek gampangan apa?, sembarangan saja kalau ngomong!, sana pergi ke laundry biar di cuci otak mesum mu itu biar bersih. Sembarangan saja!" kata Davina sambil menutup telponnya.
Pak Jo dan Radithya yang ikut mendengarkan tersentak kaget mendengar suara Davina yang menggelegar bak petir disiang bolong, sejenak mereka diam mematung saking kagetnya, lalu tak lama Radithya berkata.
"Ya iyalah dia mikir kamu mau macam-macam, tadi kamu gak bilang datang kekamarku. Jadi dia mikirnya datang ke kamarmu, dasar bodoh! gitu saja gak becus!" katanya jengkel. Kemudian ia mengambil ponselnya lalu mencoba menghubungi Davina.
Kembali ponsel Davina berbunyi, penasaran ia meliriknya. Tertera nama bosnya.
"Ihhh.... ada apa si ini?, gak si bos gak asistennya, pada doyan amat sih gangguin orang. Apa mereka gak bisa baca waktu apa ini jam berapa?" gumamnya sambil mengerucutkan bibirnya. Namun ia terpaksa harus mengangkat telponnya daripada besok jadi ribet urusannya.
"Halo, Vina tolong kamu kekamarku sebentar, saya butuh bantuanmu lagi. Tapi kamu tenang saja. ada Jo disini. Jadi kamu gak usah khawatir!" katanya dengan nada suara tersendat seolah sedang merasakan sesuatu.
"Bapak kenapa lagi memangnya?" tanya Davina mulai curiga, bosnya tidak menjawab namun pak Jo lah yang menjawabnya.
"Sudahlah, nanti disini penjelasannya. Pokoknya kamu cepat datang kemari sekarang, ditunggu ya!" katanya.
Davina terlihat bingung, disisi lain ia takut terjadi lagi kejadian kemarin pada dirinya, disisi lain ia juga khawatir sama bosnya. "Aaaaaach.... pusing jadinya!", sambil membanting bantal kelantai.
bersambung
__ADS_1
note: Mohon maaf yaa agak lebay menggambarkan kondisi pak Radith nya, saya juga gak tahu apakah kondisi seperti itu ada atau tidak didunia nyata. Yang pasti ini hanya imajinasi saya aja yang lebayy ketularan duo jomblo free hatin kali hehe, biar rame saja. Jadi mohon maaf bila ada yang kurang berkenan dengan karya saya yang masih amatir ini. Makasih banyak atas dukungannya. Mmmuuuaaach....😘😘😘