Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Energi negatif


__ADS_3

Tiba saatnya kepulangan mereka, sambil menunggu keberangkatan pesawatnya Davina dan pak Jo nampak sedang asyik berbincang, sementara Radithya masih larut dalam lamunannya. Ia merasa ada sesuatu yang mengganjal namun ia tidak tahu pasti, apa itu. Ia hanya bisa diam, duduk termenung dan sesekali nampak menarik nafas panjang lalu menghembuskannya pelan.


Semalam ia bermimpi yang menurutnya itu sangat aneh dan tidak biasanya, dalam mimpinya ia sedang menggelar pernikahan, namun wajah perempuan itu tidak jelas terlihat. Yang ia ingat perempuan itu berambut panjang dan memiliki tanda lahir di lengan atas sebelah kiri. Saat itu pengantin perempuannya mengenakan gaun pengantin warna putih tanpa lengan dengan rambut sengaja terurai indah.


"Mimpi aneh, kenapa tiba-tiba aku bisa mimpi menikah sih, padahal gak ada sedikitpun perasaan ingin menikah cepat. Tapi penasaran juga dengan wajah perempuannya, kenapa ia gak memperlihatkan wajahnya sih, padahal kalau aku tahu wajahnya, pasti akan cepat-cepat aku cari dia dan kuajak nikah cepat, tinggal cari saja dia hehe.." sambil senyum-senyum sendiri. Lalu kemudian ia kembali melamun.


"Akhir-akhir ini kenapa banyak sekali hal aneh yang gak masuk akal ya?!, apa benar peristiwa mistis itu ada di zaman modern seperti ini, kalaupun memang benar ada kenapa kejadian itu bisa di alami kita bertiga secara bersamaan, apa dibalik itu ada maksud tertentu?" kembali ia memeras otak untuk mencari jawabannya.


Di sisi lain Davina dan pak Jo yang tadi nampak serius ngobrol, tiba-tiba menghentikan obrolannya manakala terdengar seseorang memanggil nama Davina.


"Hai sweet hearth.!, kamu ternyata masih disini yaa?!, kalau jodoh memang takkan lari kemana!, akhirnya kita bisa dipertemukan lagi disini!, by the way kamu sepertinya mau pergi ya??!, kenapa honey??! kenapa dikau tega meninggalkan daku sendiri merana karena cintaaa... oooh sayangkuh... cintakuh..!" kata lelaki aneh yang tiba-tiba datang dengan sederet kalimat puitis yang langsung membuat gatal telinga Davina.


Sontak Radithya, Davina dan pak Jo menoleh kearah suara berisik dengan mimik muka kaget bercampur heran melihat ada pria aneh yang tiba-tiba sok akrab pada Davina.


Sesaat Davina diam seolah sedang mengingat-ingat sesuatu, ia sepertinya pernah bertemu dengan lelaki itu namun ia lupa dimana.


"Maaf, kamu siapa ya?" tanya Davina sambil menatap lelaki yang ada dihadapannya. Dan ternyata ia adalah Selamet dan ayah nya pak Ba yang kebetulan sama akan pergi ke luar kota.


Selamet sejenak diam begitupun dengan ayahnya. Mereka heran dengan sikap Davina yang mendadak tidak kenal dengan mereka.

__ADS_1


"Kamu Davina kan?" tanya pak Ba meyakinkan.


"Ini saya Bapak, dan ini Selamet anak saya!" katanya lagi sambil menatap lekat Davina.


"Ooo.. iya, kamu Selamet kan?. Daaan... bapak ayahnya Selamet kan?, maaf-maaf... saya tadi sempat lupa, hehe... sudah lama banget sih kita tidak bertemu!. Bagaimana kabar bapak dan kamu juga, Met?!" kata Davina sambil menyodorkan telapak tangan.


Selamet dan ayahnya saling pandang, mereka kaget dengan ucapan Davina yang katanya sudah lama tidak bertemu. Padahal baru lima hari yang lalu mereka bertemu. Begitupun mereka heran dengan sikap Radithya dan asisten laki-lakinya itu yang seolah mereka tidak pernah bertemu bahkan tidak pernah saling kenal. Tambah heranlah Selamet dan ayahnya.


"Met, kamu sekarang gimana khabarnya?. Istrinya kok gak dibawa.?" tanya Davina memecah keheningan.


Kembali Selamet dan ayahnya saling pandang, mereka benar-benar gak habis fikir dengan perubahan sikap Davina yang seolah baru bertemu lagi setelah sekian lama.


"Bagaimana kabar kalian?, apakah sama kalian pun akan pergi bersama Davina?" tanya pak Ba ramah.


Radithya dan pak Jo yang dari tadi hanya menyimak obrolan mereka tersenyum dingin lalu Pak Jo pun menjawab:


"Iya, dia atasannya Davina.. Pak Radithya, sedangkan saya sendiri Johari. Kami disini baru saja selesai mengikuti meeting perusahaan, dan sekarang hendak kembali ke kota kami!." terang Pak Jo sambil sesekali melirik ke arah bosnya yang hanya senyum sekilas ketika diperkenalkan oleh pak Jo, dan memang seperti itulah Radithya yang selalu bersikap dingin apalagi ke orang yang baru dikenal.


Dan sekarang Pak Ba mulai yakin kalau mereka bertiga telah mengalami kejadian diluar nalar dengan masuk ke portal dunia lain yang berbeda jarak dan waktu. dan itu membuat ingatan mereka ada yang hilang sebagian, itu hanya dugaan sementara pak Ba.

__ADS_1


"Tapi syukurlah, dengan begitu dia untuk sementara aman dari penyakit aneh kiriman si Hugell!" katanya dalam hati sambil tetap kedua netranya menatap kesegala penjuru ruangan yang ada disekitar mereka, karena ia masih bisa mencium bau-bau hal aneh yang mengelilingi mereka bertiga.


"Vin, kamu sekarang rumahnya dimana? masih di tempat dulu kan yang dekat lapang sepak bola?" tanyanya ke Davina, namun belum juga di jawab Davina, lalu ia menoleh ke arah Radithya sambil kembali bertanya, sangat terlihat sekali basa-basinya.


"Dan kamu nak!, bisnis apa yang kalian geluti sekarang?, sepertinya karier kamu sangat bagus ya?!, hebat kamu nak!, masih muda tapi sudah bisa sesukses ini dalam berkarier!" tanya pak Ba dengan melontar pertanyaan bertubi-tubi sambil melihat ke arah Davina, Radithya dan pak Jo bergantian.


Ia mencoba mencairkan suasana yang tiba-tiba terasa begitu panas dan hanya dapat dirasai oleh pak Ba sendiri, dengan maksud agar mereka bertiga jangan sampai bermain dengan fikirannya sendiri atau melamun. Karena itu akan mengundang makhluk tak kasat mata masuk lewat fikiran mereka yang tak terkontrol atau kosong.


"Yayang Memet, cepat beli minuman dan cemilan gih buat mereka bertiga, kita kan take off nya masih lama, jadi bagaimana kalau kita isi dengan ngobrol santai saja. Biar kita tambah akrab saja hehe...!" kembali pak Ba sok akrab, karena suasana sudah semakin terasa tidak kondusif, ada banyak energi negatif mengerubungi mereka bertiga. Dan itu sontak membuat Selamet ilfill karena lagi-lagi ayahnya lebih peduli sama mereka jika posisinya ada mereka bertiga, dia selalu menjadi nomer dua.


"Iiihhhh.... menyebalkan sekali, kenapa sih si papap selalu saja ngutamain mereka, padahal kan anaknya kan aku bukan mereka!!, iiih... zebel...zebel...zebelll dehhh ahhh!!!" begitu batin Selamet kira-kira.


Pak Ba berfikir mungkin para makhluk tak kasat mata itu disuruh oleh seseorang untuk mencegah mereka keluar dari kawasannya agar mereka bisa dengan leluasa mengerjai mereka lagi tanpa ada yang mengganggu aksinya.


bersambung


like dan komennya yaaa.... ditunggu!😘😘😘🙏🏻🙏🏻


__ADS_1


Pengantin perempuan yang ada dalam mimpi Radithya


__ADS_2