
Akhirnya merekapun tiba di halaman depan hotel yang selama ini mereka tempati, Pak Jo keluar membukakan pintu mobil belakang sementara Davina keluar sendiri tanpa menunggu di bukakan pintu.
"Pak, saya pamit mau keluar dulu sebentar, ada yang ingin saya beli dulu!" kata Davina tanpa berani menatap wajah bos nya seperti biasanya. Kali ini ia begitu canggung terhadap Radithya semenjak ia mendengar niat bosnya tadi, entah perasaan apa itu yang membuat Davina menjadi tidak nyaman lagi berada di dekat bosnya.
"Kenapa tidak sekalian saja tadi?, memangnya kamu mau beli apa?!" tanya Radithya menatap lekat wajah manis asistennya itu.
"Ternyata kamu manis juga, sepertinya kalau kamu menjadi istrikuuu.... hmmmm... boleh juga tuh!!.. ihhh mikir apa sih aku ini.... " batin Radithya senyam senyum sendiri.
Pak Jo yang dari tadi memperhatikan mereka berdua yang nampak kaku tidak seperti biasanya menjadi semakin yakin kalau suatu saat nanti pasti mereka akan menjadi pasangan suami istri yang serasi. Yang satu dingin, jutek dan arogan sementara yang satunya lagi hangat, ceria, ramah dan sedikit ngeuleuyeud alias ngeyel.. cocok kan??!!..bisa melengkapi satu sama lain. Begitu yang ada di fikiran Pak Jo saat itu.
"Kamu kenapa dari tadi saya perhatikan cengar-cengir sendiri. Kesambet si Selamet yaa!!?" kata Radithya asal, membuat pak Jo tambah melebarin cengirannya.
"Gak apa-apa sih pak, cuma lucu saja melihat tingkahnya si Davina yang tiba-tiba jadi imut gitu!" katanya setengah berbisik ketelinga bos nya sambil menoleh kearah Davina yang telah menjauh pergi entah kemana.
"Kalau di teliti, ternyata dia cantik juga lho pak! wajahnya itu unik gitu lho, apalagi kalau dia lagi tersenyum dan memperlihatkan lesung pipinya ituuu.... wooow hatiku langsung meleleh melihatnya.!" kata Pak Jo memanas-manasi, yang langsung spontan di hadiahi satu jitakan sayang di kepala asistennya itu.
"Sesama lelaki jomblo dilarang saling menikung, kalau ingin terus bekerja atau nanti saya pecat kamu!!" kata Radithya yang jika di telaah secara seksama, kalimatnya itu sarat akan kandungan rasa cemburu. Pak Jo kembali nyengir kuda sambil garuk-garuk kepala. Dan merekapun masuk ke kamarnya masing-masing untuk beristirahat.
-------------xxxxxx---------------
__ADS_1
Di kediaman Ayahnya Radithya
"Nak, apa kamu sudah difikirkan masak-masak soal niat kamu ingin menceraikan Claudia?, apa nantinya kamu tidak akan menyesal dikemudian hari?" tanya ayahnya kepada Reyza yang saat itu sudah terlihat agak mendingan kesehatannya.
"Iya yah, saya sudah yakin dengan keputusan saya ini! katanya sambil mengemasi barang-barangnya kedalam koper yang sepertinya ia akan pergi jauh.
"Terus sekarang kamu mau kemana?, kok banyak sekali kamu bawa pakaian?!, jangan bilang kalau kamu mau pergi dari sini dan berniat menjauh dari ayah yang sudah menua ini!!" katanya dengan tatapan sendu yang menyiratkan ketakukan akan ditinggal jauh oleh orang yang sangat ia sayangi.
"Saya hanya ingin menenangkan hati dan fikiran saya dulu yah, setelah semuanya baik saya pasti akan pulang lagi kesini!" kata Reyza sambil mengurai senyum. Dan ayahnya sangat tahu kalau anaknya itu hanya ingin menghindar dari Claudia yang katanya sudah pulang dari tugas luarnya, yang pasti dia akan langsung menemui Radithya.
"Terus pengobatan kamu bagaimana?" tanya ayahnya khawatir sambil memegang pergelangan tangan Reyza yang nampak hampir selesai mengepak pakaian dan keperluan lainnya.
"Tenang saja ayah, semua akan baik-baik saja. Kondisi tubuhku sudah mulai stabil sekarang!" katanya sambil merentangkan kedua tangannya lebar.
"Ayah, jemputanku telah datang! saya pamit pergi sekarang yaa... jaga diri ayah baik-baik!" katanya sambil berjalan mendekati ayahnya yang masih duduk di tepi ranjang. Lalu ia memeluk dan mencium lembut tangan ayahnya yang semakin menua digerus usia.
Nampak mereka berpelukan erat seolah mereka tidak akan bertemu lagi untuk selamanya. Reyza menangis dalam diam, sementara ayahnya merasakan kalau saat itu merupakan pelukan terakhir dari anak kesayangannya itu.
Perlahan pelukan mereka terlepas, Reyza meraih tas kopernya sambil berlalu pergi meninggalkan luka yang menganga di hati ayahnya. Reyza tak sanggup lagi menoleh kebelakang, langkahnya ia kuatkan untuk terus berjalan menjemput takdirnya.
__ADS_1
Ayahnya hanya bisa memandang dari balik tirai kamarnya dengan derai airmata yang terus membasahi pipinya.
Mobil perlahan keluar menuju pintu gerbang yang telah di bukakan. Hatinya begitu teriris karena harus meninggalkan rumah yang telah banyak menggoreskan kenangan bersama kedua orangtua nya dan adik kembarnya, Radithya.
Terselip rasa rindu dan sakit yang mendalam dihatinya, ketika kenyataan telah merenggut masa-masa indahnya dulu bersama adik tercintanya. Hanya karena cinta yang semu telah membuat hubungan kakak beradik menjadi renggang bahkan semakin menjauh.
Sebuah helaan nafas terdengar samar, Ia pejamkan matanya menelisik setiap kejadian yang telah terpatri kuat dalam ingatannya. Rasa bersalah dan rasa rindu berbaur menjadi satu.
Seandainya saja ia mengetahui lebih awal tentang hubungan antara adiknya dan Claudia, pasti ia tidak akan memaksakan diri untuk tetap mencintai perempuan itu bahkan sampai menikahinya jika itu membuat adiknya tersakiti.
"Kenapa mereka tidak ada yang memberitahuku yang sebenarnya kalau ternyata Claudia dan Radith itu sedang menjalin hubungan?!" batin Reyza.
"Apa hanya karena aku lelaki sakit-sakitan sehingga mereka berfikir aku patut dikasihani?!, oh Tuhan betapa bodohnya aku!!" cacian demi cacian terlontar dalam gumaman kecilnya, ia sangat menyesali keadaan yang telah membuat hubungan ia dan adiknya semakin menjauh. Ia telah benar-benar kehilangan adiknya semenjak itu.
Walaupun tetesan darah adiknya selalu mengalir dalam tubuhnya, namun itu tak dapat merubah apapun. Ia masih belum bisa menemukan senyum adiknya yang dulu.... yang sangat ia sayangi...
-------------xxxxx-------------
Davina melangkah menyusuri jalan yang nampak riuh oleh para pelancong yang sedang memburu souvenir khas daerah itu. Di kanan kiri jalan nampak para pedagang menjajakan barang dagangannya dengan berbagai cara unik dalam mengiklankan produknya agar menarik minat para pembeli. Tiba-tiba...
__ADS_1
bersambung
like n komenya yaaa... makasihhh😘😘🙏🏻