Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Pinangan si Ibu


__ADS_3

Setelah tiba kembali di warungnya si ibu, Pak Jo turun sebentar sambil membawakan tentengan oleh-oleh yang tadi ia beli. Si ibu dengan senyum sumringah menyambut kedatangan mereka, dan langsung nyerocos saja tanpa titik koma.


"Ehhh sayangnya ibu sudah pada datang!!, kok gak lama ciiih...!!!, padahal lama juga gak apa-apa kok sekali-kali, tapi ya sudah gak apa kalau sudah pada mau pulang, sini ayo cepat masuk!!, ibu sudah masakin masakan yang enak-enak.. tuh lihat!, ada cah kangkung alakadarnya, ikan asin manis manjah, sambal terasi hot jeletot, semur jengkol aroma terapi, rendang daging saus cinta dan juga tuh kue-kue nya ada kue asmara tak pernah padam, jus rindu serindu-rindunya, dan ini yang terakhir makanan pavorit ibu niiiih.... kue Zambang alias kua Zanda Khembang hehehe..." katanya terkekeh sambil mencubit pipi pak Jo genit. Menambah ilfill pak Jo.


"Bu, berhubung hari sudah sore saya pamit pulang!" kata Pak Jo sambil meraih kunci mobil nya yang tadi sempat ia letakkan di atas meja tamu.


"Iiiihh kok pulang sii!, kan belum makan?" katanya sambil menarik lengan pak Jo setengah memaksa.


"Terimakasih ya buu, tapi maaf saya harus cepat-cepat pulang ini karena ada urusan yang harus secepatnya saya bereskan. Jadi sekali lagi saya ucapkan terimakasih!!" sambil tersenyum.


Tiba-tiba....


Terdengar suara teriakan dari dalam kamar. ternyata ia adalah si gadis yang tadi jalan bersamanya.

__ADS_1


"Maaaaa....!!!" sambil menggerak-gerakan tangan sebagai bahasa isyarat bahwa ada sesuatu di dalam kamarnya.


Pak Jo tersentak kaget kalau ternyata gadis manis itu memiliki kekurangan, ia tidak bisa berbicara normal pada umumnya melainkan yang terdengar hanya celotehan-celotehan kecil yang terdengar seperti suara balita yang baru belajar berbicara.


"Pantesaaan dari tadi diam saja, ternyata sengaja ia menutupinya dengan senyuman yang selalu menghiasi bibir cantiknya" gumamnya dalam hati.


Sejenak ia tertegun, namun segera ia merubah mimik muka kagetnya dengan seulas senyuman manakala ibu dan anaknya itu memandangnya.


"Maaf mengagetkan yaa, dia tadi ketakutan melihat kecoa di kamarnya, makanya kalau melihat serangga itu ia langsung histeris." kata ibunya menjelaskan dengan mimik muka agak pucat seolah ia sedang menyembunyikan sesuatu namun ketahuan. Semacam grogi gitu terlihat dari cara ia berbicara dan memandang pak Jo seakan mengandung kecemasan kalau nantinya setelah mengetahui kebenaran tentang kondisi anaknya, pak Jo akan menjauh. Raut wajahnya langsung muram.


"Bu, anak ibu sangat cantik dan Ibu sangat beruntung memilikinya. Yakinlah bahwa suatu saat ia akan mendapatkan yang terbaik!, baik dari segi kehidupan dimasa depannya kelak atau dari segi ia mendapatkan jodoh yang terbaik buatnya tidak ada yang sempurna didunia ini!, semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.Jadi ibu tetap bersyukur yaa..!! terang pak Jo mencoba membesarkan hatinya.


Si ibu hanya mengangguk pelan, semakin menggebulah keinginannya untuk menjadikan pak Jo sebagai menantunya. Bagaimanapun caranya. ia harus bisa menjadikan pak Jo itu menjadi milik anaknya.

__ADS_1


Sambil menatap lekat wajah pak Jo yang memiliki wajah yang nyaris sempurana, akhirnya si ibu memberanikan diri bertanya:


"Kalau begitu, kamu mau menjadi menantu saya?!, kalau bersedia saya akan langsung wariskan seluruh kekayaan yang saya miliki seperti sawah, kolam pemancingan, kebun durian, hewan ternak termasuk didalamnya ada kerbau, kambing, ayam, itik dan termasuk si Cimot kesayangan saya ini serta warung dan seluruh isinya untuk kamu kelola dan menjadi milik kamu dan anak saya, asalkan kamu bersedia menikah dengan anak saya ini!!" sambil mengelus rambut anaknya dan si kucing kesayangnya yang ia namai si Cimot secara bergantian.


Sontak Pak Jo kaget, ia tidak menyangka kalau tujuan yang tadinya ingin mencarikan jodoh untuk bosnya malah dia sendiri yang terjebak dengan perjodohan itu sendiri. Pak Jo berfikir bagaimana caranya agar ia menjelasakan yang sebenarnya agar si ibu tidak kecewa padanya. Lagipula sepertinya kalau ia mengatakan yang sebenarnya tentang niat bos nya mencari jodoh, nanti bisa-bisa malah si bos yang dikejar-kejar si ibu. Alamat lebih ribet lagi urusannya, fikir pak Jo menimbang-nimbang apa harus di ucapkan.


"Begini ya bu, tapi sebelumnya saya mohon maaf sekali jika perkataan saya ini mengecewakan ibu!" sesaat ia diam mencari kata yang pantas dan enak untuk didengar ibu dan anak gadisnya itu.


"Sebenarnya saya datang kesini itu untuk mencari anak sepupu dari teman saya, yang temannya itu teman dari bapak saya yang sekarang tinggal di Amerika untuk bekerja, dan kebetulan saya tadi melihat neng ini lewat. Saya fikir dia anaknya sepupu teman dari teman saya, yang temannya itu temannya bapak saya itu.. hehe.... soalnya mirip sih... hehe... jadi saya kesini itu bukan untuk mencari jodoh tapi untuk mencari anak sepupu teman dari teman saya, yang temannya itu teman bapak saya untuk bekerja di luar negeri." sengaja berbelit-belit bahkan bolak balik puter arah kesana kemari pak Jo menerangkan, dan itu lumayan sukses membuat kepala si ibu pusing tujuh keliling mencerna setiap kata yang di ucapkan pak Jo.


Terpaksa si ibu manggut-manggut pura-pura mengerti apa yang di ucapkan pak Jo, biar cepat beres fikirnya, lalu ia menjawab:


"Ohhh... gitu ya..., iya baguslah kalau ada niat menolong kesusahan orang lain!, ah tapi ngomong-ngomong bagaimana dengan anak saya ini?!, masih berminat kan?.. masa gak mau siiih?, sudah dikasih bonus warisan ibu, dapat anak ibu yang cantik pula... apa kamu gak tertarik menjadi menantu ibu?!" katanya lagi merayu. Si pak Jo langsung tepok Jidat. "Masih belum ngerti juga nih orang!" gerutunya dalam hati.

__ADS_1


"Ibuu, saya ini tidak ada niat untuk mencari jodoh melainkan lagi ada perlu sama temannya bapak saya. Jadi saya mohon maaf beribu maaf, saya tidak bisa menerima anak ibu untuk menjadi istri saya soalnya saya sudah mempunyai calon istri!" akhirnya terlontar kalimat itu dengan lugas yang sontak membuat raut wajah ibu berubah warna, lebih ke warna merah menandakan kekecewaannya.


bersambung


__ADS_2