Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Dampak pheleth yang di cancel


__ADS_3

Hari sudah semakin gelap, namun itu tidak mengurungkan niat bu Karsih untuk pergi menemui mbah Hugell terdorong oleh rasa penasarannya dengan ucapan yang tadi dilontarkan mbah Hugell di telpon.


Dengan fikiran yang dipenuhi tanda tanya, bu Karsih melajukan motor metiknya pelan. Berdandan ala-ala perempuan abg dengan stelan celana jins yang dipadukan dengan kaos ketat belang putih hitam dan jaket berbahan jins pula. Tak lupa kacamata hitam yang hanya di taruh di atas kepalanya saja sebagai pajangan dan gaya-gayaan saja, tas gendong kecil berwarna pink pun ikut menjadi outfit bu Karsih saat itu, fix nampak seperti anak gaul yang baru gede... ( jika dilihat dari atas monas pakai sedotan hehehe....).


Motornya melaju dengan kecepatan sedang menembus jalanan yang mulai meremang. Tak lama sampailah ia disebuah rumah semi permanen yang dari luar nampak gelap karena tidak ada penerangan sama sekali dari sekeliling luar.


Pencahayaan yang terlihat hanya dibagian ruang tengah saja, sedangkan halaman rumahnya hanya diterangi sebuah lampu tempel zaman dahulu kala yang sengaja di tempel di dinding yang nampak telah menghitam sebagian akibat jelaga yang menempel, berasal dari asap lampu tempel itu sendiri.


Sedikit ragu, bu Karsih turun dari motornya. Perlahan ia berjalan menghampiri pintu pagar yang tertutup rapat. Bulu kuduk nya tiba-tiba merinding manakala ia baru sadar kalau rumahnya mbah Hugell itu berada di tengah-tengah makam dan disampingnya ada pohon besar yang nampak angker.


Perlahan ia berjalan medekati pintu pagar dan langsung membukanya karena kebetulan tidak di kunci. Sesaat ia hentikan langkahnya manakala kedua netranya selintas melihat sesosok bayangan hitam berkelabat menghampiri pohon itu. Sontak ia menjerit saking kagetnya sambil menutup kedua matanya dengan telapak tangan.


Karena mendengar suara gaduh di luar, mbah Hugell yang sedang membakar dupa tersentak kaget. Perlahan ia membuka kedua matanya pelan dan menghentikan sejenak bacaan mantra-mantranya. Lalu ia bangkit dan hendak menuju pintu keluar.


Belum sampai mbah Hugell membukakan pintu, terdengar suara ketukan dari luar dengan keras.


"Mbaaah!!... mbahhh!!... mbaaahh!!... ini aku!!... cepat buka pintunyaaa!!!.." kata bu Karsih setengah teriak.


Mbah Hugell yang sangat mengenal betul suara bu Karsih langsung keluar kamar untuk membukakan pintu.


"Iyaaaa.... iyaa... ada apa sih,?!. Bertamu ke rumah orang kok pake ribut-ribut segala!!. Berisik tahu!!" kata mbah Hugell bersungut-sungut.

__ADS_1


"Itu mbah, tadi aku lihat ada yang hitam lewat tuh deket pohon itu... hiiiii.....!" kata bu Karsih sambil bergidik ngeri. Lalu tanpa dipersilahkan masuk iapun langsung masuk kedalam saking ketakutannya.


"Oaalaaaahh.... kamu tuh lebay amat sih neng?, itu tuh penunggu pohon itu yang lagi piket menjaga keamanan rumah aku, masih teman aku gitu lho.! Jadi kamu gak usah takut, paling mereka hanya menampakkan diri saja dan gak akan mengganggu!!, mereka pasti akan berlaku sopan karena semuanya sudah aku tatar menjadi makhluk astral yang baik hati, sopan dan tidak sombong... hahaha..." kata mbah Hugel sambil tertawa riang di hiasi dengan penampakan gigi ompongnya yang menawan.


Bu Karsih semakin ketakukan mendengarnya, seloroh mbah Hugell tidak membantu sama sekali.


"Apanya yang lucu sih mbah?!, jelas-jelas mereka itu berniat menakuti aku dengan sengaja melintas didepanku sambil melotot... hiiii... matanya itu lho.... hiii... merah dan mengerikan.... hiiiiii....!" kembali bu Karsih bergidik ngeri, kali ini ia agak sedikit beringsut mendekati mbah Hugell karena telinganya mendengar suara yang sedikit aneh di sampingnya.


Kembali mbah Hugell tertawa terbahak melihat tingkah lucu tamunya itu. Dengan genit lalu ia berkata:


"Tenang saja neeeng, ada mbah disini!. Mereka gak akan berani macam-macam samu kamu, karena mereka itu anak buahku semua. Mereka mengabdi semua padaku. Yaa.. walaupun mereka ada yang sengaja menampakkan diri, itu artinya mereka suka sama kamu dan mau berkenalan dengan kamu... hehehe...." diakhiri kekehan kecil, mbah Hugell menutup kalimatnya.


"Iiih... amit jumri lah yaaw.... kenalan sama makhluk begituan... bilang sama mereka mbah, jangan coba-coba menampakkan diri!!. Aku tak sudi berkenalan dengan mereka!!" kata bu Karsih menegaskan pada mbah Hugell yang nampak kembali serius dengan dupanya.


"Hah... memangnya ada apa denganku?!, jangan coba-coba menakut-nakuti aku mbah!!." kata bu Karsih sedikit sewot.


"Justru itu aku heran, tidak biasanya mereka begitu tertarik dengan tamuku. Mereka begitu antusias mendekati setelah mencium aroma kamu datang kemari!!, apa jangan-jangan kamu mempunyai ilmu lain atau benda asing yang kamu pakai di tubuh kamu??!" selidik mbah Hugell membuat bu Karsih sejenak tertegun.


"Saya dulu pernah datang ke seorang pananyaan seperti mbah gini, waktu itu saya hanya minta pengasihan saja sih biar warung saya ramai dan orang-orang pada suka sama saya. Gitu saja kok!!" kata bu Karsih sedikit menerangkan pengalaman masa mudanya dulu.


"Pantesan saya mencium aroma pheleth dalam tubuh kamu, dan pastinya itu sudah lama sekali yaah?!, namun efeknya masih bisa dirasakan oleh mereka para makhluk gaib simpananku. Pantesan mereka langsung tertarik sama kamu!!" kata mbah Hugell berasumsi.

__ADS_1


"Iiiiihhhh.... kok si mbah malah nakut-nakutin aku siii.... tolong aku mbah, jangan biarkan mereka suka sama aku.... iiih... ngeri aku dengernyaaa...!" kembali bu Karsih ketakutan.


"Sudahlah jangan ditanggapi, toh mereka tidak kelihatan ini sama mata kamu!" kata mbah Hugell menenangkan.


"Tapi aku bisa merasakannya mbah, kok rasanya beda gitu lho. Bulu kudukku sampai merinding begini, pasti mereka sedang mendekati aku kan mbah...??.... bener kan mbahh???..." tanya bu Karsih sambil kepalanya menengok kekanan dan kekiri.


"Iya mereka ada tuh pada deketin kamu, tapi saya bilang sudahlah abaikan saja. Justru siapa tahu nanti mereka akan berguna buat kamu. Mereka makhluk penurut lho, asalkan kamu bisa menuruti kemauan nya.!!" kata mbah Hugell sambil menyesap kopi hitam kesukaannya dengan tenang.


Bu Karsih nampak diam, sesekali kepalanya masih menengok kanan kiri seolah mencari sesuatu yang memang tidak terlihat ada yang aneh. Ia berfikir, mungkin ada benarnya juga apa yang dikatakan mbah Hugell, biarkan saja mereka mendekatinya asalkan mereka tidak mengganggu dan menampakkan wujud aslinya didepannya. Bahkan bisa jadi mereka akan bisa dimanfaatkan keberadaannya suatu saat nanti, fikirnya.


"Hmmmm..... boleh juga idenya itu...." batin bu Karsih dalam hati.


"Lalu, apa maksud mbah nyuruh saya datang kesini?!" tanya bu Karsih setelah ia bisa meredam rasa ketakutannya.


"Sepertinya, ada sesuatu yang tidak beres dengan proyek kita!!. Niat kita telah dihadang seseorang yang hendak menikung kita dari arah berlawanan. Dan yang pasti, ilmunya tidak bisa di anggap remeh!. Jadi, reaksi pheleth yang kemarin kita lancarkan tidak bisa berjalan dengan mulus.!" sesaat mbah Hugell menghentikan kalimatnya sambil kembali menyesap sisa kopi hitam yang tinggal ampasnya saja.


"Jalan satu-satunya agar ilmu itu bisa bereaksi kembali adalah, dengan mengirim ulang pheleth itu supaya efeknya tidak cepat hilang begitu saja, karena dampaknya jika sampai efek pheleth itu di cancel, bisa-bisa dampaknya akan berbalik ke orang yang mengirimnya yaitu kamu atau anak kamu sendiri!!. Dan kamu tahu apa itu??!... anak kamu akan selamanya akan menjomblo karena setiap lelaki yang melihatnya akan merasa jijik bahkan tidak akan ada yang suka melihat anak kamu itu karena secara otomatis aura kecantikan anak kamu telah diambil oleh para makhluk si pembuat perjanjian dengan kamu itu, sehingga suatu saat roh anak kamu akan dijadikan pengantin dari salah satu makhluk ghaib itu.!!. Dan anak kamu akan terlihat bagaikan sebuah patung hidup yang tak bernyawa!!. Hidup namun seperti mati!!.. Dan kamu tidak mau kan kalau itu sampai terjadi!!" dengan panjang lebar mbah Hugell menerangkan.


Bu karsih mendengar penjelasan mbah Hugell sampai menahan nafas saking kaget dan ketakutannya dengan apa yang didengarnya barusan. Ia bingung sekaligus takut kalau sampai itu terjadi pada anaknya. Tanpa sadar iapun bergidik ngeri membayangkan jika itu sampai terjadi...


bersambung

__ADS_1


maaf telat yaaa..... tapi saya usahakan akan ada lanjutannya.... like dan komennya yaaa.... biar saya tambah semangat menulisnya...lope yuu....💋💋


__ADS_2