
Kembali mereka bertiga bak trio solid yang selalu kompak, kemana-mana selalu bersama. Seperti biasa Davina Dan Pak Jo hanya sebagai pendengar setia, sedangkan Radithya sendiri sebagai narasumber sekaligus pembawa acaranya. Ia nampak aktif berbicara, apapun yang ia rasa pasti ia bahas! dan apapun yang ia lihat pasti kena bahas juga, sampai-sampai Davina dan pak Jo pun gemas sendiri.
"Pak, kok makin lama tingkahnya semakin aneh ya? apa ini juga pengaruh dari ramuan yang kemarin ia minum barangkali ya?" kata Davina sambil berbisik ke arah pak Jo. Mereka saling bisik sementara bos nya tengah asyik bermain pasir seperti anak kecil yang baru pertama kali kepantai... (Hah..kok bisa!!).
"Ini sudah tidak bisa lagi di diamkan pak!, bagaimana kalau kita bawa saja dia ke dokter, ke psikiater, ke psikolog atau mungkin ke dokter anak juga boleh...hihihi... " kata Davina tertawa cekikikan sambil membekap mulut dengan tangannya agar tidak terdengar oleh bosnya. Pak Jo diam sambil melotot kearah Davina, namun nampak di sudut bibirnya ada seulas senyum geli yang ia coba tahan.
"Kamu benar juga!, lebih baik ia kita bujuk ke dokter saja. Siapa tahu dokter bisa menemukan solusinya.?" kata pak Jo dengan tatapan masih kearah bosnya yang telah mengganti permainannya dengan ikut bermain bola pantai bersama anak-anak yang berada disana.
"Iya betul pak, ayo cepat kita bawa dia ke dokter saja. Lagipula kalau setiap malam ia seperti itu kasihan juga kan, dan kita juga sama tersiksa karena kurang tidur hehe..." kata Davina mencoba memberi solusi. Nampak pak Jo seolah berfikir dan ia pun setuju untuk membawa bos ke dokter.
"Tapi kita bawa ke dokter apa ya?, kalau ke dokter umum pasti ia akan diperiksa tubuh dan cek kesehatan lainnya, sedangkan kamu lihat sendiri kan dia terlihat baik-baik saja dan tidak kelihatan sedang sakit!" kata pak Jo sedikit bingung.
Davina pun nampak ikut berfikir. "Oh iya saya tahu!, kita bawa saja ia ke Dokter Spesialis Anu, kan yang selalu bermasalah itunya pak hehe..." kembali ia tertawa tertahan, kali ini pak Jo pun tidak bisa menyembunyikan lagi rasa gelinya. Tak kuasa lagi menahannya, ia pun tertawa terbahak mendengar Davina berkata seperti itu.
Radithya yang tadi sedang asyik bermain bola langsung melirik kedua anak buahnya yang sedang tertawa lebar, ia penasaran lalu menghampiri mereka.
__ADS_1
"Ada yang lucu ya?, kok tidak ajak-ajak!" katanya sambil duduk disamping pak Jo. Nampak pak Jo dan Davina saling pandang dengan seulas senyum yang masih tersisa di bibir meraka masing-masing.
"Euhhm.... ini pak, kan bapak semalam kambuh lagi tuh penyakit lebay nya hehe... bagaimana kalau kita coba periksakan ke dokter saja, yaaa... semoga saja dokter bisa mengobati penyakit aneh itu dan bapak bisa tidur normal lagi, begitu pun kita hehe..." kata Davina sambil diselingi cengengesan yang membuat bos nya sedikit kesal.
"Penyakit aneh... enak saja kamu bilang penyakit aneh, ini bukan aneh. Justru normal pertanda saya tuh lelaki tulen, tidak seperti yang ada disebelahku ini nih... sampai sekarang masih betah ngejomblo!" sambil mencibirkan bibir dan menggerakan kepalanya kesamping pak Jo. Pak Jo hanya diam saja sambil garuk-garuk kepala tanpa berminat membalas ejekannya.
" Tapi normalnya gak segitunya kali paaak!, sampe orang sekampung ikut heboh hehe...!" kata Davina nyeletuk yang membuat bos nya tambah keki. Pak Jo hanya cengar-cengir sendiri.
"Oh berarti kalian ngetawain saya ya dari tadi!!, dasar breng***sek!!... awas saja nanti saya bilang ke bagian keuangan biar bulan ini kalian tidak dapat gaji!, huh!.." sambil berlari menghampiri anak-anak yang masih bermain bola pantai. Davina dan Pak Jo langsung pias mendengar gajinya akan dipotong.
"Pak, maaf yaa.. bukannya kita mau ikut campur urusan euuuuh... itu pak....euuuh... pokoknya itu tuh kondisi yang tiap malam dialami bapak, saya hanya menyarankan bagaimana kalau kita ke dokter specialis saja. Supaya nantinya bapak bisa dikasih solusi cara mengatasinya, bagaimana pak?. Kalau saya sendiri sih mendingan nyoba periksa saja gitu pak, daripada setiap malam selalu gundah gulana hehe.." kata Davina panjang kali lebar mencoba memberi saran pada bosnya.
Nampak kali ini bos nya sedikit santai menanggapinya, mungkin ia berfikir ada benarnya juga kalau apa yang dikatakan Davina barusan soal keanehan yang dideritanya akhir-akhir ini perlu di konsultasikan kepada yang lebih ahli.
"Ya sudah, kita kesana sekarang sambil berlalu meninggalkan kedua asisten setia nya.
__ADS_1
-------------xxxxxx-----------
Davina kali ini yang membawa mobil, ia menjalankannya dengan sangat hati-hati. Pandangannya tetap fokus kedepan sementara Pak Jo yang duduk di samping Davina masih asyik dengan ponselnya. Ia googling tentang alamat dokter praktek Spesialis Kulit dan Kelamin yang terbaik di kotanya.
Radithya yang merasa dianggap obat nyamuk nyeletuk bertanya saking bosennya di cuekin.
"Kalian mau bawa aku kemana?, perasaan kok gak sampai-sampai!" katanya ketus.
"Sebentar lagi kita sampai, sabar saja pak!" kata pak Jo sambil melirik Davina dan menunjukkan ponselnya yang tertera lokasi tempat dokter praktek. Davina hanya mengangguk. kembali ia fokus melihat kedepan.
Akhirnya mereka sampai di depan sebuah gedung yang nampak ramai oleh pengunjung. Didepan pagar tinggi tertera plang nama tertulis "KLINIK SPESIALIS KULIT DAN KELAMIN". tertera nama dokter dan gelarnya serta jam prakteknya.
Radithya langsung turun ketika mobil berhenti, tanpa menunggu pintu mobil di bukakan. Dengan tampang coolnya ia berjalan menuju kursi antrian yang berada di depan loket pendaftaran dengan semangat 45. Hampir semua pengunjung yang tengah mengantri, terutama kaum hawa memandang Radithya tanpa kedip. Mereka terpesona dengan ketampanannya. Radithya yang merasa diperhatikan semakin sombong saja dengan menebar senyum dimana-mana...🤭🤭.
bersambung
__ADS_1
like dan komennya dong, biar si aku nya cemangat lagi nulisnya. 🙏🏻🙏🏻😘