Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Meditasi


__ADS_3

Davina sengaja mempercepat langkahnya menuju kamar bosnya, jangan sampai pak Jo keburu tidur dan si bos bengong sendirian yang akhirnya ngayal kemana-mana.


tok...tok...tok... (9x)


Karena tidak ada yang membuka juga, akhirnya Davina membuka pintunya sendiri yang kebetulan tidak di kunci.


Jantungnya berdebar, nyalinya sedikit menciut manakala terlihat pak Jo terlihat tidur di sofa yang biasa ia tiduri. "Kok dia tidur sih!, ahh.. tidak!... tidak!... jangan sampai si bos sendirian tidak ada yang nemenin." batin Davina cemas.


Namun ia tidak melihat si bos di ranjangnya. Kedua netranya mencari keberadaan bosnya, "Apa mungkin ia di kamar mandi ya?" gumamnya dalam hati. Memberanikan diri ia melangkah menuju kamar mandi, namun sepertinya sepi dan tidak ada tanda-tanda ada orang didalam. Davina semakin penasaran dan cemas.


"Pak!... pak Radith...!" panggil Davina pelan. Kemudian ia mencoba menelponnya, dan terdengar bunyi ponselnya di atas meja yang berada di sisi ranjangnya, ternyata bos nya tidak membawa ponsel. Ia semakin bingung dan cemas memikirkan dimana bos nya sekarang. Akhirnya iapun membangunkan pak Jo yang nampak sangat menikmati tidurnya.


Pak!... Pak!... bangun pak!, pak Radith kemana sih kok saya cari-cari tidak ada.!" kata Davina.


Pak Jo yang masih belum pulih kesadarannya, antara sadar dan mimpi langsung bangun sambil mengucek-ngucek matanya yang masih sepet.


"Tadi dia tid....", belum juga ia meneruskan kalimatnya matanya langsung terbuka lebar.


"Hah... si bos hilang!" katanya kaget sambil nengok kanan kiri. Ia melirik jam tangan yang melingkar di tangannya, telah menunjukkan pukuk 04.15 wib pagi. Kemudian ia bangkit dari sofa untuk mencari bosnya ke kamar mandi, namun tetap ia tidak menemukannya.

__ADS_1


Davina dan Pak Jo heran kemana si bos sebenarnya. Davina penasaran lalu ia menyibakkan tirai yang ada disampingnya ia berdiri. Dan nampak dengan jelas bos nya berada di pinggir pantai yang tidak seberapa jauh jaraknya dari kamar hotelnya dengan posisi duduk bersila dan kedua tangan berada di atas pahanya.


Ia seperti nya sedang melakukan meditasi sebagai salah satu cara untuk mengatasi stress dan mendapatkan ketenangan batin. Sepertinya ia sengaja melakukannya supaya bisa mengendalikan hati dan fikirannya yang akhir-akhir ini sering tidak bisa terkontrol.


Davina dan Pak Jo pun melangkah keluar dengan perasaan sedikit iba melihat sampai sebegitu gigihnya bosnya ingin menghindari penyakit anehnya itu datang lagi dengan melakukan meditasi diwaktu orang-orang masih terlelap tidur, dan di tempat terbuka dengan udara yang sangat dingin.


Mereka berdiri di belakang Radithya sambil mendekap erat kedua lengan mereka masing-masing untuk mengusir sedikit rasa dingin yang terasa menusuk sampai ketulang sumsum.


Hampir 45 menit mereka berdiri memandangi bos nya yang masih tak bergeming, mereka tidak tahu sudah berapa jam bosnya melakukan meditasi, dan sepertinya sudah lama. Mereka saling pandang dan memberanikan diri untuk memanggil bos nya.


"Pak!... " hanya itu yang terlontar dari bibir Davina. Perlahan nampak kedua mata nya terbuka. Ia menengok kearah suara. Terlihat kedua asistennya telah berdiri di belakangnya.


"Pak, cuacanya sangat dingin di sini dan sekarang waktu sudah pukul setengah lima, sudah adzan shubuh pak!" kata Davina pelan.


---- biarkan si bos istirahat dulu sejenak, key!!!------


Flashback on


(Tiga jam yang lalu) di kamar Claudia.

__ADS_1


Semenjak kejadian beberapa hari yang lalu, ketika rencananya hampir saja sukses untuk bisa memiliki Radithya seutuhnya namun telah di gagalkan oleh Davina, dan semenjak itulah fikiran-fikiran jeleknya selalu ada dalam benaknyΓ , ditambah lagi waktu itu ia tanpa sengaja melihat Davina keluar dari kamarnya Radithya, fix ia berfikir kalau si asisten kampung dan Radithya sudah melakukan apa yang selama ini sangat di inginkannya, yang fikirnya seharusnya dialah yang layak mendapatkan Radithya seutuhnya.


"Ahhhhh..... sialan si asisten kampung itu!, kenapa jadi dia si yang bisa dapatkan kamu!!, pokoknya aku tidak boleh menyerah!!... tidak boleh...!" kata Claudia. "Besok adalah hari penutupan meeting, dan berarti hari ini aku harus berusaha mendapatkan Radithya seutuhnya. Bagaimanapun caranya." begitu tekad membara Claudia.


Kemudian ia bangkit dari tempat duduknya, lalu melirik jam dinding yang telah menunjukkan waktu pukul 02.15 wib.


"Aku harus kekamarnya dia, apa si brengs*ek Davina masih suka tidur di kamarnya atau tidak!, ahhh tapi bagaimana caranya yaaa, masa iya aku gedor-gedor pintu dan melihat kedalam kamarnya? aaahhhh... bodo amat yang penting aku harus tetap kekamarnya sekarang!!" kata Claudia yang dari tadi terus berbicara sendiri. Sambil meraih mantel hangatnya menuju kamar Raithya.


Claudia menyusuri setiap lorong kamar yang berjejer rapi, kamar suite vvip yang disediakan untuk Radithya memanglah tergolong mewah dengan fasilitas komplit bak dirumahnya sendiri.


Sambil melangkahkan kaki, otaknya terus ia paksa berfikir tentang bagaimana caranya supaya ia bisa masuk kedalam kamar Radithya dan memastikan kondisinya setelah meminum ramuan itu, yang kata Fachri efeknya sangat dahsyat dan jika ia sampai menahan terus-menerus gejolak hasrat kelaki-lakiannya, lama-kelamaan si korban akan mengalami gangguan mental. Sungguh mengerikan!


Dan ini yang sangat di takutkan Claudia, mengingat ia sangat tahu persis sifat dan karakter Radithya yang sangat menjaga kehormatan wanita, termasuk ke dirinya dulu ketika ia masih berstatus kekasihnya, walaupun dulu ia sangat menginginkannya.


Langkahnya mulai mendekati pintu kamar, ia ragu dan bingung harus bagaimana. Jantungnya berdegup kencang, menandakan ia sangat gugup. Perlahan ia mendekatkan telinganya ke daun pintu, otaknya telah berkeliaran kemana-mana, fikiran-fikiran kotornya telah merasuki jiwanya sehingga memaksanya terus untuk bertindak bodoh.


Ia mencoba mendengarkan sesuatu siapa tahu ada suara-suara asing terdengar mencurigakan dan ia akan cepat-cepat menggagalkan kegiatan itu, fikirnya.


Namun tiba-tiba....

__ADS_1


bersambung


like komen nya yaaaah.... makasih...πŸ˜Šβ€πŸ™πŸ»


__ADS_2