
"Ahhh, aku semakin pusing saja!, baru saja mendengar suaranya sudah begini. Oh Tuhan aku benar-benar tersiksa" gerutu Radithya dalam hati sambil menenggelamkan tubuhnya di laut yang airnya sudah menghangat karena terpaan sinar matahari. Ia biarkan tubuh nya basah kuyup terkena ombak yang datang menggulung tubuhnya.
Setelah dirasa sudah stabil kembali emosinya, lalu ia kembali kedaratan. Tiba-tiba ia baru sadar kalau pakaiannya basah kuyup semua. Dengan sedikit malu namun ia tetap berjalan menyusuri pasir putih yang membentang luas, walau beberapa pasang mata menatap heran kearahnya.
Ia berjalan lurus setengah menunduk tanpa melirik kanan dan kiri, saat itu yang ada didalam fikirannya hanya ingin cepat sampai saja di kamarnya.
Dari kejauhan nampak pak Jo dan Davina yang sedang mencari bos mereka. Namun sayangnya mereka tidak melihat bos nya sedang berjalan berlawanan arah dengan mereka.
Tiba-tiba terdengar suara kegaduhan...
"Hei!!, kamu buta yaaaa!!!!, lihat tuh ratusan tukik penyuku pada kabur semua!!" sambil menunjuk ke arah penyu-penyu kecil nya yang kabur berhamburan dengan riang gembira.
Ia adalah seorang pembudidaya tukik penyu yang akan membawanya ke tempat budidayanya, namun sayang sepeda yang ia tumpangi terjatuh saat melintas karena menabrak Radithya yang berjalan tanpa lihat kanan kiri depan belakang, ia terus saja menunduk, menatap langkah kakinya sendiri, sehingga kedatangan sepeda melintas pun ia tak sadar dan akhirnya terjadilah kejadian Radithya tertabrak sepeda.
"Pokoknya saya tidak mau tahu!!!, cepat ambilin tukik-tukikku itu!!!, harus ada 350 tukik jangan sampai kurang!!" katanya sambil turun menangkapi tukik penyu yang berhamburan kesana kemari.
Radithya sesaat diam melihat begitu menggemaskannya tukik penyu itu berlarian, ia bingung harus menangkapnya bagaimana orang tukik-tukik itu larinya pada cepat semua.
"Eh malah bengong lagi!!, ayo cepat ambiliiiin!!!" katanya dengan suara keras.
"Iiyaaa...iyaaaa..!" katanya kaget sambil tangan dan tubuhnya lincah kesana kemari menangkap tukik penyu yang berlarian.
Dari kejauhan Davina seperti mengenali bos nya itu, lalu ia berkata:
__ADS_1
"Pak!, bukannya itu si bos yaa?, sedang apa dia jongkok-jongkok di pasir?" kata Davina yang langsung pandangan pak Jo pun mengarah ke arah yang di tunjuk Davina.
"Eh iya itu si bos, ayo kita kesana!" katanya riang karena akhirnya berhasil menemukan bos nya kembali. Lalu setengah berlari merekapun menghampiri Radithya dan nelayan itu.
"Paak!, syukurlah akhirnya kami bisa menemukan bapak disini!, pantesan kami cari-cari disekitar hotel tidak ada, eeeh... ternyata lagi main-main sama anak penyu yaaaaah..!" kata pak Jo yang spontan mainin tukik penyu lucu itu.
"Aku bukan lagi main-main bodoh!!, cepat bantuin nangkapin anak penyu tengil ini semua!!, dan hitung sekalian!!!, harus ada 350 anak penyu!, kalau sampai kurang. akan saya potong gaji kalian semua!" katanya setengah berteriak.
"Apaaaa!!!" kompak Davina dan pak Jo berteriak histeris sambil tepuk jidatnya masing-masing.
----------xxx---------
Akhirnya merekapun dapat mengumpulkan sebagian tukik penyu itu, dan sisanya yang terlanjur nyebur ke lautan luas dibayar cash per tukik penyu dengan harga Rp. 15000,-. Sedangkan yang berhasil ketangkap hanya 54 ekor tukik penyu (Hayooo... yang jago matematika hitung yaaa, berapakah Radithya harus membayar tukik yang nyebur kelaut?, jika tukik yang ketangkep itu hanya 54 ekor tukik penyu..?!, jawab di komen yaaa.... heee).
Baju Radithya yang tadinya basah kuyup sampai bisa kering kembali karena panas matahari yang mulai meninggi serta dari suhu tubunya sendiri, jadi ia tidak perlu ganti baju lagi. Namun yaa itu dia, tubuhnya jadi berasa ikan asin karena air laut. hehe...
Davina sudah benar-benar kelelahan, matanya sedikit berkunang-kunang, tubuhnya gemetar, lemah, lunglay, letoy, asoy. Mungkin efek dari kelaparan yang amat sangat. Dan akhirnya ia tak sanggup lagi menyangga beban berat tubuhnya, sampai pada akhirnya ia pun jatuh pingsan.
Untung pak Jo yang berada di samping kiri Davina reflek menyangga tubuh Davina yang roboh ke arahnya. Radithya yang berjalan di depan langsung menengok kebelakang karena mendengar suara gedebuk dari belakangnya, nampak Davina tengah berada di pelukan Pak Jo yang sontak membuat mata Radithya terbelalak bulat.
"Hei Jo!, kenapa dia?! sambil meraih tubuh Davina dengan paksa. Ada rasa tak rela jika Davina disentuh laki-laki lain."
"Dia pingsan pak, sepertinya kelelahan akibat perburuan tukik penyu tadi!, ditambah lagi ia pastinya kelaparan akibat telat makan.!" terang pak Jo membuat wajah Radithya nampak cemas. Lalu segera ia menggendong tubuh Davina dan membawanya cepat menuju kamarnya.
__ADS_1
"Jo, cepat pesankan makanan yang banyak!" katanya sambil berlalu mendahului pak Jo.
Sesampainya di kamarnya, ia langsung membaringkan tubuh Davina di ranjang. Sesaat ia memandangi wajah Davina yang pucat. Sedikit ragu ia membelai rambut Davina. Ada perasaan aneh yang menyeliara dihatinya ketika untuk pertama kalinya ia menyentuh rambut Davina.
Tak lama Pak Jo datang di ikuti pelayan yang membawakan makanan. Ia langsung menghampiri bosnya dan memberikan sebuah minyak angin ke bos nya.
"Apa ini?!" tanyanya heran sambil mencium minyak angin yang aromanya sangat aneh menurutnya.
"Itu minyak angin pak, coba bapak usapkan ke kening serta sedikit ke hidungnya biar dia mencium aromanya supaya cepat sadar!" kata pak Jo menerangkan.
Radithya menuruti apa yang dikatakan asistennya itu, dan benar saja tak lama Davina pun akhirnya sadar.
Matanya perlahan terbuka, lalu ia melihat ke sekeliling ruangan, perlahan ia bangun sambil sedikit meringis karena kepalanya sedikit berdenyut. "Aaahh... pusing sekali!" katanya sambil memegangi kepalanya.
"Syukurlah kalau kamu sudah sadar, saya sangat khawatir melihat kamu tadi pingsan. Mungkin akibat kurang makan dan kelelahan ya?!" kata Pak Jo yang reflek mendahului bosnya menyapa Davina yang baru sadar, dan spontan membuat si bos terbakar cemburu. Ia merasa si Jo cari muka ke Davina seolah dialah Sang Pahlawan Penolong Orang Pingsan. Ia benar-benar gak rela di salip asistennya sendiri, fikirnya saat itu. (Sudah seperti angkutan umun saja di salip hee..).
"Kamu ternyata berat juga yah, tapi untung saja aku orangnya kuat, gak seperti dia (sambil menunjuk dengan matanya ke arah pak Jo ), jadi bisa menggendongmu dengan aman ketika kamu pingsan tadi. Mana berat, jauh lagi!, tapi aku ikhlas kok menolong kamu!!" katanya pamer kebaikan sambil melirik ke arah pak Jo yang kebetulan pak Jo pun sama meliriknya. Akhirnya mereka beradu lirik yang diakhiri dengan cibiran bibir di hati masing-masing.
"Kamu mau makan sekarang, Vin?!" tanya Radithya dan Pak Jo kompak dengan kalimat yang sama kompak, dan benar-benar kompak!!.
bersambung
like dan komennya yaaa🙏🏻🙏🏻😘
__ADS_1