Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Menikahlah denganku..


__ADS_3

Setelah beberapa menit kemudian, datang jawaban chat dari mbah Hugel


Tring


Mbah Hugel : " Sesama se'guru se' ilmu dilarang saling mendahului... eh.. saling mengusik jika tidak ingin pertemanan ini menjadi rusak!!!"


Pak Bo :" Sama sekali saya tak ada niat mendahului eh... mengusik usaha kamu, selama itu masih berjalan dijalan yang benar!, namun jika kamu dengan sengaja mengotori hakekat keilmuan leluhur kita, saya tidak akan tinggal diam!!!"


Mbah Hugel :" Kamu tidak usah ikut campur urusanku!, karena akupun tidak peduli urusanmu!!"


Pak Bo :" Sebagai sesama murid Lee Khong Guan, saya tidak akan tinggal diam jika melihat ada orang yang mencemari citra dan nama baik perguruan suci kita!! camkan itu!!"


Mbah Hugel :" Kamu berani mengancam saya?!!"


Pak Bo :" Saya berkata baik-baik dan ingin kamu bisa merubah tujuan kamu menggunakan keilmuan leluhur kita!!, jangan sampai disalah gunakan!"


Mbah Hugel :" Sudahlah kamu jangan ikut campur!, lagi pula aku usaha seperti ini juga toh gak merugikan kamu!, kita jalani saja urusan kita masing-masing!, jadi 'diantara sesama seguru seilmu dilarang saling mengusik'!!"


Pak Ba :" Jadi kamu tetap akan menjalankan usaha kamu itu??!"


Mbah Hugel :" iyyyyyyaaaaaaa!"


Pak Bo nampak diam, sepertinya ia sedang berfikir bagaimana caranya supaya Mbah Hugel bisa berubah menjadi lebih baik.

__ADS_1


"Pak!.. bapak baik-baik saja?" tanya Davina pelan.


Pak Bo menarik nafas panjang dan menghembuskan nya perlahan.


"Saya harus bisa menemui si Hugel, supaya dia memberikan obat penawarnya. Kalau tidak.." ia menghentikan kalimat nya. Nampak raut wajahnya berubah menjadi sendu.


"Kalau tidak, bagai mana pak?" tanya Radithya penasaran. Ia benar-benar sangat ketakutan, terlihat dari wajahnya yang semakin pucat. Davina tanpa sadar memegang lengan bosnya untuk menenangkan. "Semua akan baik-baik saja!, bapak tenang saja!" kata pak Jo yang sama ikut menenangkan bos nya.


"Seperti yang saya bilang tadi, salah satu cara untuk mengatasi penyakit itu adalah dengan menikah dan mempunyai istri yang sah. Karena itu salah satu jalan yang sementara ini bisa kamu lakukan!" sambil memandang ke arah Radithya yang nampak lemas.


"Itu salah satu penangkal hasrat kamu yang tiba-tiba datang supaya tersalurkan, namun bukan berarti setelah tersalurkan efek ramuan itu akan hilang, justru dampak nya masih tetap ada sebelum kamu meminum obat penangkalnya!" katanya sambil menebar pandangannya ke atap langit-langit ruangan itu.


"Tolong pak!, saya akan bayar berapapun harganya agar bisa mendapatkan obat penawar itu!. Tolong yaa pak!" kata Radithya sambil memohon.


"Masalahnya bukan soal uang bodoh!, kamu fikir kami orang yang kekurangan uang apa?!" kata Selamet yang dari tadi hanya menyimak saja obrolan ayahnya dengan Radithya.


"Iya, tapi dia itu kesannya segala sesuatu itu bisa di beli dengan uang, sombong amat! dasar sok kaya!!" katanya sambil mencibir.


"Maafkan kami pak Ba dan tuan Selamet yang terhormat, saya atas nama asisten pribadinya bapak Radithya, disini saya mewakili beliau untuk meminta kesediaannya yang terhormat bapak Selamet serta Bapak Ba yang bijaksana, sekiranya berkenan membantu Bapak Radithya yang saat ini sedang mengalami suatu penyakit aneh dan sangat membutuhkan pertolongan pengobatan dari anda-anda semua. Jadi mohon kiranya permohonan kami ini dipertimbangkan!, dan kami sangat mengharapkan bantuannya itu! terimakasih!" kata Pak Jo dengan gaya bahasa formal dan mimik muka serius.


"Saya mengerti apa yang sedang dirasakan kalian saat ini, terutama kamu nak!" kata pak Ba seperti seorang ayah terhadap anaknya. Membuat suasana disana semakin mengharu biru.


"Mungkin itu saran saya saat ini, sambil menunggu saya menemukan obat penawarnya.!"

__ADS_1


Seketika Radithya, Davina dan pak Jo saling pandang , mereka tenggelam dengan fikirannya masing-masing.


Radithya :


"Aku harus menikah???!, tapi dengan siapa?!, jangankan calon istri pacar pun tak punya!, duh bagaimana ini?, masa iya aku harus nyari di biro jodoh dulu?! ahhhh dasar penyakit si**alaaan!!" batin Radithya sambil melirik ke arah Davina, daaaan... 'tring'... sebuah ide..... "Ahhaaa.... Davinaa..!!" teriaknya dalam hati.


Pak Jo :


"Memangnya gampang cari istri??!, dulu saja sudah ada calon malah diambil orang!!, masa iya harus nyari dulu di biro jodoh??!!, ahhh dasar penyakit si**alaaan!!! merepotkan saja!!" batin pak Jo sambil melirik kearah Davina, daaaaan ...' tring'... sebuah ide...... " Ahhaaaa...... Davinaa...!!" teriaknya dalam hati.


Kompak mereka menoleh kearah Davina dengan tatapan mata penuh pengharapan. Davina jadi salah tingkah dengan pandangan kedua jomblo free yang mencurigakan itu.


"Oh nooo..., oh nooo..., oh no, oh no,oh noooo...!!!" batin Davina seolah mengerti isyarat dari tatapan kedua pria aneh itu. Ia langsung pura-pura hendak ke toilet, namun kompak kedua lengannya dipegangi kedua jomblo ngenes itu.


"Kamu mau kemana, tunggu disini dulu sebentar!, kita selesaikan ini bersama-sama. !" kata pak Jo dan Radithya yang tumben saat itu begitu amat sangat kompak, sampai-sampai berkedip pun mereka kompak barengan.


"A..ada..apa memangnya?" tanya Davina sedikit grogi. Ia sudah bisa merasakan bau-bau tak sedap tapi bukan khenthut.. semacam ide yang menguntungkan sepihak. Davina semakin kalut.


"Yaa Tuhaaan, apa jangan-jangan mereka punya ide seperti yang aku fikirkan ini apa yaah?!... iiiih... kok jadi begini si urusannya. Apa yang harus aku perbuat, masa iya aku harus pura-pura pingsan saja!" batin Davina kembali bergejolak.


"Sepertinya ide menikah itu bagus juga!" sambil tersenyum sumringah Radithya tersenyum sambil melirik kearah Davina yang masih nampak kebingungan. Begitupun pak Jo yang dari tadi cengar-cengir sendiri.


"Heeei...!!! tunggu!!.. tunggu!!.. kenapa kamu jadi sumringah begitu dan larak-lirik genit kearah may beb,, awass jangan bilang kalau kamu mau menikahinyaa....!!, lihat saja kalau berani..!!, akan kukutuk kamu jadi batu belah.!" teriak Selamet emosi yang sontak membuat seisi ruangan menjadi riuh...

__ADS_1


bersambung


like n komennya yaa beb... ❤❤🙏🏻🙏🏻


__ADS_2