Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Pak Ba and First love


__ADS_3

Seperti biasa, suasana pagi akan terasa ramai ketika Selamet telah hadir di tengah-tengah mereka.


Radithya yang selalu menjadi target nyinyiran Selamet tak ayal akan di buat geram oleh tingkah Selamet yang semakin lama semakin menyebalkan.


Seperti pagi itu, ketika Radithya meminta Davina membuatkan minuman ginseng, Selamet langsung menimpali dengan nada mengejek.


"Memangnya kamu kasih gaji berapa sih dia, sampai urusan minuman saja harus dia yang urus?!, kerja kok borongan begitu!" kata Selamet sambil melirik kearah Davina yang kaget mendengar pertanyaan Selamet.


Radithya yang dari tadi diam akhirnya tak bisa menahan diri lagi, dengan nada sinis dan suara sedikit tertahan karena menahan kekesalan yang sudah memenuhi kepalanya lalu ia berkata :


"Dia memang asisten pribadiku sekaligus calon istriku juga!, jadi apa salahnya kalau dia belajar dari sekarang menjadi seorang istri yang bisa melayani suaminya dengan baik!, dan aku pun akan bersikap samà membalasnya dengan selalu bersikap baik, mencintainya, setia dan yang pasti akan membuatnya selalu bahagia!" terang Radithya enteng seraya tersenyum puas, yang sontak membuat kedua netra seluruh penghuni ruangan itu membulat lebar saking syoknya dengan jawaban Radithya.


Tak terkecuali Davina sang tokoh utama. Ia hampir saja menyemburkan minuman yang ada di dalam mulutnya saking kagetnya dengan pernyataan bosnya tadi.


Radithya hanya tersenyum misterius, ia sudah menduga kalau jawabannya itu akan mengundang kontroversi. Namun ia tetap bersikap santai seolah itu memang kenyataan.


Davina dan Pak Jo hanya bisa saling pandang dengan sejuta pertanyaan yang memenuhi kepalanya.


Lalu tiba-tiba pak Ba datang menghampiri dan ikut menimpali.


"Saya setuju dengan apa yang dikatakan nak Radithya barusan, setelah di fikir dengan matang bahwa menikah memang jalan satu-satunya yang terbaik buat kalian saat ini!". Sesaat pak Ba menghentikan kalimatnya sambil melirik kearah Radithya yang masih cengar-cengir tanpa dosa.


Selamet yang mendengar penuturan ayahnya tadi langsung bereaksi keras. Dengan raut muka bersemu merah menandakan ia sangat kesal terhadap ayahnya yang seolah tak pernah mendukungnya untuk mendapatkan Davina sebagai pasangan hidupnya.


"Ayaaaaaah.... kok ayah tega betul sih sama Memet, kenapa ayah lebih mementingkan perasaan dia daripada perasaan anak ayah sendiri yang telah lama mendambakan cinta sang pujaan hatinya.!" kata Selamet sambil melirik kearah Davina, lalu ia pun beranjak dari tempat duduknya dan hendak meninggalkan ruangan itu kalau saja pak Ba tidak cepat mencegahnya dengan menarik lengan Selamet.


"Met sayang, belajarlah menerima kenyataan. Sudahlah nak.. ayah yakin suatu saat nanti kamu akan menemukan cinta sejatimu. Percayalah pada ayah..!" tandas ayah sambil menarik pelan lengan anaknya agar duduk kembali di sampingnya.


"Tapi yah, sudah sangat lama Memet menunggu Davina, sampai-sampai Memet menolak semua cinta perempuan yang ayah tawarkan pada Memet. Memet tidak bisa pindah kelain hati ayaaah.... Davina adalah cinta mati Memet, jadi tolong bantu Memet untuk mendapatkan cintanya... pliiiissssss.... ayaaaah!" kata Selamet mengiba manjah seraya menyandarkan kepalanya di pundak ayahnya.

__ADS_1


Melihat sikap Selamet yang seperti anak kecil yang menginginkan sesuatu kepada ayahnya, kompak membuat mual isi perut ketiga trio ngenes itu.


Pak Ba kembali menenangkan Selamet dengan berkata lembut :


"Sayangku Memet, ayah yakin kamu anak yang baik hati dan tidak sombong, oleh karena itu Tuhan sengaja kasih kamu kisah hidup seperti ini karena Tuhan yakin kalau kamu mampu melewatinya. Jangan pernah sekalipun kamu membenci Tuhan yang telah mentakdirkan jalan hidup kamu itu hanya karena Davina tidak berjodoh dengan kamu, tapi yakinlah bahwa akan ada takdir Tuhan yang lebih indah buat kamu!" ujar pak Ba panjang lebar membuat suasana seisi ruangan menjadi lebih tenang.


Selamet nampak diam membisu seolah dia sedang merenungkan sesuatu, sedangkan Davina tidak menyangka kalau cintanya Selamet tidak berubah dari dulu sampai sekarang. Ada perasaan bersalah terselip di hatinya mengingat ia tidak bisa membalas cintanya Selamet.


Sedangkan Radithya dan pak Jo yang dari tadi hanya menjadi penonton setia drama tanpa iklan itu hanya bisa saling pandang. Mereka trenyuh melihat kegigihan Selamet mempertahankan cinta pertamanya walau endingnya ia harus rela melepas cintanya. "Pantesaaaannn... tingkahnya menjadi aneh bin ajaib begitu, ternyata oh ternyata ia cinta mati sama Davina toh..." kompak mereka berfikir sama.


Tiba-tiba suasana terdengar riuh manakala nampak di luar ada seorang ibu tengah menangis histeris sambil memeluk anak gadisnya yang terkulai lemas di pangkuannya.


Pak Ba dan yang lainnya segera berhambur keluar.


"Kenapa dan ada apa ini?!" tanya pak Ba sambil menghampiri seorang ibu yang histeris tadi. Perlahan tangisannya terhenti, sambil melirik kearah pa Ba yang berdiri di depannya.


"Karsih!" kata pak Ba


Dan ternyata eh ternyata mereka adalah teman lama ketika mereka remaja dulu, bahkan sempat memadu kasih walau pada akhirnya Pak Ba ditinggal nikah oleh bu Karsih yang di jodohkan orangtuanya. (Masih ingat dengan ibu Karsih dan anaknya Ayu kan?, mereka kembali... eng..ing..eeeeennggg....)


Sesaat mereka diam dengan saling pandang, masih nampak jelas diantara keduanya kalau ternyata mereka masih menyimpan perasaan cinta yang mendalam yang dulu pernah tersemat di hati mereka masing-masing.


Namun momen itu tidak lama ketika Selamet membuyarkan kenangan yang ada di fikiran ayahnya dan bu Karsih dengan satu tepukan pelan di pundak ayahnya.


Setengah berbisik Selamet berkata:


"Ayah, kasian anaknya, sebaiknya kita cepat bawa dia kedalam!" kata Selamet sambil memandang Ayu yang nampak sangat pucat.


"Oooh iya silahkan!, cepat-cepat bawa mereka masuk!!" perintah pak Ba sambil melirik ke arah bu Karsih yang tak henti memandangnya.

__ADS_1


--------×××----------


(Singkat cerita.... masih di kediaman pak Ba)


"Jadi begitulah bang, saya dan anak saya terjebak perjanjian terlarang dengan makhluk ghaib yang di kenalkan oleh mbah Hugell. Saat itu saya sedang bingung harus minta tolong sama siapa mengingat saya begitu merana melihat anak gadis saya selalu mengalami kegagalan dalam bercinta dan selalu tersakiti oleh pria yang di cintainya." Sejenak bu Karsih diam sambil meneguk air teh hangat yang disediakan Selamet.


Mendengar bu Karsih yang menceritakan pengalamannya bekerjasama dengan mbah Hugell, pak Ba mendadak berubah semu. Wajahnya nampak memerah, giginya terdengar gemeretak menandakan ia sangat marah kepada mbah Hugell.


"Kenapa kamu begitu ceroboh, Karsih?!!!... Jelas-jelas bersekutu dengan makhluk ghaib itu resikonya besar!!, apalagi kamu pasti tahu kan kalau itu hukumnya dosa.!" kata pak Ba panjang lebar. Ia sangat menyesal dengan sikap bu Karsih yang telah gegabah mengambil suatu tindakan tanpa fikir panjang.


"Ya justru itu saya sangat menyesal dan takut. Sedangkan maksud saya datang kesini itu karena ingin minta tolong sama abang agar bisa melepaskan diri dengan mbah Hugell dan makhluk ghaib nya itu.!" terang bu Karsih lemas. Terlihat dari raut wajahnya yang nampak pucat dan ketakutan.


Tiba-tiba, kedua netra bu Karsih melirik kearah pak Jo yang duduknya tidak seberapa jauh dari tempat duduknya. Sepertinya ia baru sadar kalau ia mengenal pak Jo.


Lalu setengah berbisik bu Karsih menggeser tubuhnya mendekati pak Ba yang dari tadi serius mendengarkan cerita bu Karsih.


"Oiya bang, sebenarnya dari tadi itu saya penasaran dengan lelaki muda itu!" bisik bu Karsih sambil menunjuk kearah pak Jo yang nampak sedang serius mengobrol dengan bos nya.


Pak Ba menoleh kearah yang di tunjuk bu Karsih, nampak raut mukanya langsung berubah. Ada kilatan ketidaksukaan yang nampak jelas di wajahnya yang sudah mulai menua.Tanpa sadar api cemburu membara di dada pak Ba yang sudah lama menduda, dan baru dipertemukan kembali dengan cinta lamanya setelah sekian lama tak berjumpa.


"Kamu tidak serius kan, De?!. Dia kan masih sangat muda dan sepertinya belum berpengalaman, lagipula ia lebih pantas menjadi anakmu!!, seharusnya berfikir dahulu apa mau dianya sama kamu?" tanya pak Ba ketus sambil menatap lekat wajah bu Karsih yang diam-diam dirindukannya.


Sudah sekian lama pak Ba begitu berharap agar suatu saat nanti bisa dipertemukan kembali dengan cinta pertamanya dan berharap bisa terjalin kembali benang cinta yang sempat putus seandainya jodohnya masih ada.🤭 cieeeee.....


Bu Karsih kaget mendengar penuturan pak Ba, sambil menatap kearah pak Ba dengan mimik muka jutek lalu ia berkta:


"Lho kok abang bicaranya begitu sih?, lagian siapa yang naksir dia. Aku tuh cuma nanya karena sepertinya aku pernah bertemu dia sebelumnya, tapi lupa dimana." katanya sambil cemberut manja.


"Oooohh.... hehehe... maaf... maaf, kirain kamu suka sama dia hehehe.....!! kata pak Ba sambil terkekeh dengan sebelah mata yang di kedipkan. Mereka nampak genit dan malu-malu kucing yang fix membuat Selamet yang dari tadi diam-diam memperhatikan mereka merasa heran karena tidak biasanya ayahnya yang kharismatik dan berwibawa bisa berubah sedrastis itu layaknya seorang abg yang sedang kusmiran... ehh.... kasmaran...😁.

__ADS_1


bersambung yeeee.... am so sory aku telat apdetnyaa.... mohon d maklum karena buanyak sekali rintangan yang menghadang di dunia nyata.. hehehe lebayyy..


🙏🏻🙏🏻🙏🏻🤭


__ADS_2