
Malam semakin larut namun suasana nampak semakin meriah, seluruh penghuni ruangan itu terlihat sangat menikmati acaranya, termasuk Davina.
Hadirin sekalian, saat ini saya mempunyai satu persembahan dari seorang perempuan cantik, yang katanya sedang jatuh cinta namun bertepuk sebelah tangan hehehe........ Inilah.... Davina fidelyaaa....
Riuh tepuk tangan menggema seiring dengan deburan ombak yang silih berganti, berpasang mata menoleh kearah Davina yang berjalan menuju panggung pentas. Mereka kagum dengan kecantikan Davina.
Namun tidak bagi Radithya, ia terkejut sekaligus kesal karena tanpa meminta izin terlebih dahulu, Davina nekat tampil didepan umum dan itu artinya akan banyak pasang mata lelaki memandangi kecantikannya. Dan itu membuat Radithya cemburu.
Davina tersenyum, kemudian ia berdiri diatas panggung pentas. Setelah meminta izin meminjam sebuah gitar akustik kepada salah satu personil band musiknya, kemudian ia duduk di sebuah kursi yang telah disediakan.
"Terimakasih telah membuat malam ini begitu indah, namun izinkan saya membawakan sebuah lagu cantik ini yang khusus kupersembahkan untuk seseorang yang sangat berarti buatku". Inilah... It's Only Me... Kaleb J...
Jreng... jreng...jreng (terdengar intro musik yang di bawakan Davina)
Kemudian Davina mulai bernyanyi sambil memainkan gitar.
Selama ini ribuan hari
kudekat denganmu
lewati berbagai hal ku ada disisimu
Tanpa kau tahu perasaanku padamu
sendiri ku berharap
memberi kasih walau tak kembali
I maybe not yours and you're not mine
But I'll be there for you when you need me
It is only me
believe me boy it's only me
yeah it's only me
__ADS_1
I will always be the one who pull you up
when everybody push you down
and it's only me
believe me boy it's only me
yeah it's only me
sekalipun kau tak pernah perdulikan rasaku
ku takkan acuhkan dirimu
tapi kuharap suatu saat nanti kau tahu
sendiri ku berharap
memberi kasih walau tak kembali
Nampak suasana di tempat itu menjadi hening, semua orang hanyut dalam merdu nya alunan gitar akustik yang dibawakan Davina serta merdunya suara Davina yang menghanyutkan perasaan bagi siapapun yang mendengarnya.
Radithya yang tadinya sempat kesal, perlahan hatinya menghangat manakala mendengar suara merdu Davina. Ia sungguh tidak menyangka kalau Davina memiliki suara semerdu itu. Ia terus memandanginya tanpa berkedip. Begitu pula Davina, disela nyanyiannya ia terus melempar senyuman di iringi tatapan mata yang teduh.
Nampak di sudut ruangan itu, seorang perempuan cantik menatap nanar Radithya. Dia adalah Claudia.
Telah berulang kali ia mencoba berusaha mendekati Radithya, namun semuanya sia-sia. Radithya dengan sengaja menghindarinya. Dan itu membuat ia benar-benar putus asa.
"Kenapa kamu selalu menghindar dariku? tak adakah sisa cinta yang dulu pernah ada untukku? aku mohon kembalilah padaku...
Hati Claudia saat itu benar-benar sakit, Radithya memang ada didekatnya namun begitu sulit untuk dijangkau.
Tiba-tiba seseorang menghampiri Claudia yang sedang tenggelam dengan kenangan masa lalunya.
"Perempuan secantik kamu tidak seharusnya duduk sendirian. Bolehkah saya temani?" kata lelaki itu. Sontak lamunan Claudia buyar mendengar suara lelaki yang menyapanya.
"Ah...oh... i...iya silahkan! sedikit gugup ia menjawab. Reflek tangannya menghapus air matanya yang tadi sempat mengalir di pipinya.
__ADS_1
"Are you ok?" tanya Fachri. Ya dia memang Fachri, lelaki yang tadi sempat mendekati Davina.
"It's ok, I'm fine!" seulas senyum terpaksa nampak di bibir mungil Claudia.
"By the way, kamu yang namanya Claudia kan?" tanya Fachri sok akrab. " Perkenalkan, nama saya Alfachri, atau kamu bisa panggil saya Fachri saja!" sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan.
Claudia menjulurkan lengannya menerima jabatan tangan Fachri. Matanya menatap lekat wajah Fachri, seolah ia sedang mengingat-ingat sesuatu.
"Kok kayanya saya pernah lihat kamu sebelumnya, tapi dimana ya?" kata Claudia sambil sedikit mengernyitkan dahinya.
"Iya dulu kita pernah bertemu di National Gallery of Art Washington D.C. Waktu itu kamu datang bersama Bapak Radith kan?" ucapannya seolah memancing ingatan Claudia akan kebersamaannya dulu bersama Radithya.
Dan benar saja, Claudia langsung terpancing untuk membahasnya lebih dalam lagi.
"Ooo iya, saya baru ingat sekarang. Dulu saya dan Radith pernah pergi kesana untuk acara liburan, dan kebetulan Radithya lagi ada pekerjaan juga disana. Kami waktu itu lagi sangat dekat-dekatnya".
Sejenak Claudia menghentikan kalimatnya.Ia seolah sedang mengingat-ingat kembali masa-masa indah bersama Radithya dulu. Nampak tiba-tiba raut wajahnya berubah muram.
Fachri yang melihat perubahan raut muka Claudia langsung mencoba menghibur Claudia dengan berpura-pura simpatik dengan nasib percintaan yang dialamai Claudia.
"Hei... kenapa tiba-tiba cuaca jadi mendung begini ya?" katanya mencoba mencairkan suasana. " tidak-tidak, malam ini gak boleh hujan!".
"Ayolaaah... senyum dong! perlihatkan wajah cantikmu itu dengan senyuman" kata Fachri menggoda Claudia sambil sengaja memandang wajah Claudia lebih dekat lagi, kemudian Claudia pun tersenyum.
"Naaah gitu dong". katanya sambil mengedipkan satu matanya menggoda.
"Mencintai seseorang itu tidak hanya perlu kesabaran saja, namun perjuangan pun harus ada". kembali ia melancarkan aksinya yang membuat mata Claudia sedikit membulat. Fachri nampak tenang melihat ekspresi keterkejutan Claudia, setelah meneguk minuman yang ada di depannya, kemudian ia lanjutkan ucapannya:
"Saya bisa bantu kamu mendapatkan cinta kamu kembali!" katanya dengan nada serius dan senyum liciknya. "Mari ikut aku!" katanya sambil berdiri dan melangkah entah kemana yang di ikuti Claudia.
bersambung
note:
Tanpa mengurangi rasa hormat serta tidak berniat merubah hasil karya seseorang, saya merubah kata girl nya dengan boy di lagu Kaleb J nya. Berhubung kan yang nyanyinya Davina. Jadi ceritanya ia inisiatif merubah panggilan girl nya menjadi boy menandakan ia tengah mencintai seseorang, yang pastinya lelaki dooong. heeee....Maaf Hanya hiburan semata. Terimakasih.🙏🏻🙏🏻😘
like komennya yaaah. makasiiiih😘😘👋🏻🙏🏻🙏🏻
__ADS_1