Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Untung dan Selamet


__ADS_3

Pak Jo masih terlihat serius mencari jalan agar bos nya bisa kembali normal seperti sedia kala, sementara Davina terlihat beberapa kali menguap mungkin efek dari kurang tidur semalam. Lalu ia bangkit dari tempat duduknya dan izin untuk ke toilet sebentar.


Davina berjalan menyusuri bibir pantai yang sesekali air laut nya menyentuh mesra kakinya yang sengaja tanpa alas kaki. Pemandangan matahari senja dan deburan ombak yang menolak berhenti untuk tetap gigih mencumbui bibir pantai, menambah kekaguman akan Kuasa Tuhan Yang Maha Sempurna.


Sebenarnya ia tidak ingin ke toilet, melainkan sejenak ia ingin me' refresh tubuh dan otaknya yang seakan mau pecah memikirkan tingkah si bos yang mendadak aneh itu. Ia ingin sesaat mencari suasana baru tanpa harus terus bersama-sama kedua jomblo ngenes itu.


Tiba-tiba terdengar ada seseorang yang memanggil namanya. Davina langsung menoleh sambil mengernyitkan dahinya.


"Hei, Davina kan? apa kabar?" katanya sambil mengajak Davina salaman. Davina hanya tersenyum seraya menerima jabatan tangan laki-laki itu.


"Kamu sudah lupa ya?, ini aku Selamet!. Selamet Shieanying!, teman kamu waktu SMA dulu yang sering kamu ledek-ledekin itu!" katanya sambil tertawa lebar.


Dia adalah teman satu kelas ketika waktu SMA dulu, blasteran Sunda-Tiongkok. Orang nya ramah dan baik hati. Namun entah kenapa Davina dulu tidak suka sama dia, bikin risih orangnya mungkin, karena kemana Davina pergi ia selalu mengekor nya dari belakang, sampai ke toilet pun ia selalu setia menunggui nya. Entah apa maksudnya yang jelas katanya ia sangat peduli sama Davina dan gak mau terjadi apa-apa padanya, padahal cuma ke toilet doang.. dan sukses itu membuat Davina kekih setengah matih sama tuh si Selamet. Itu dulu... tapi tak tahulah sekarang! kita lihat saja nanti!....


"Oooh iya Selamet? ya... ya... aku ingat, anaknya pak Ba Zhing Ahn kan yang tukang ngobatin orang sakit itu?, gimana.. gimana... bapak kamu masih buka praktek kan?" tanya Davina antusias.

__ADS_1


Selamet agak kaget karena tidak seperti biasanya Davina begitu ramah padanya, layaknya angin segar saja ia mendapatkan senyuman seperti itu dari Davina, padahal dulu ia juteknya minta ampun.


Dulu sempat si Selamet itu naksir berat sama Davina, sampai-sampai ia rela tiap hari bawain bakpau dan bakwan demi Davina seorang dan menjadi pengawal setianya Davina walau Davina tidak memintanya.


Namun cintanya si Selamet bertepuk sebelah tangan, karena Davina dulu lebih memilih si Untung yang sedikit lebih macho dibanding dirinya.


Padahal ia sudah menawarkan diri untuk jadi yang kedua bagi Davina, tak apalah di dua juga katanya yang penting ia bisa menyandang status pacar Davina yang dulu diberi julukan si wonder woman, dan lagi supaya Davina lebih lengkap lagi hidupnya memiliki dua orang lelaki yang mencintainya. UNTUNG dan SELAMET... untung selamet!!... hehe...


"Hei... hei... Met!, kok bengong sih!" kata Davina membuat kaget Selamet yang dari tadi terus saja memperhatikan wajah Davina tanpa kedip.


"Oh... eh.. iya... iya ... apa tadi kamu bilang?" tanyanya gelagapan, mata sipitnya mengerjap lucu.


"Oooh... iya masih lah, justru sekarang ke saya turunnya ilmu bapak, dan saya lah yang meneruskan usaha nya!" katanya bangga.


Davina manggut-manggut. "oooh gitu yah, bagus... bagus... hebat.. dong!, eh ngomong-ngomong bapak kamu bisa ngobatin penyakit apa saja?, denger-denger katanya beliau tabib hebat!, saya jadi kangen kepengen ketemu sama dia!" kata Davina semakin penasaran, ia berharap mudah-mudahan bapak nya si Selamet bisa ngobatin bos nya.

__ADS_1


Selamet nampak heran dan sedikit cembokur, kok Davina nanyain terus bapaknya. Padahal ia sudah mulai bangga-banggain dirinya sendiri, supaya Davina mulai tertarik padanya, dan status jomblo nya bisa lenyap, ia sudah bosan menyandang gelar itu. (hahaha.... jomblo nya nambah satu lagi).


Lalu kenapa Davina bisa suka sama bapak nya? (fikirnya) sementara ia sendiri yang lebih muda dari bapaknya tak sedikitpun di tanyain Davina, jangankan nanya statusnya sekarang, nanya kabar pun tidak!, dan kompor minyak pun langsung menempel di dahi (ibaratnya gitu saking merasa panas hatinya hehe.... lebay ya aku).


"Met...Met... kamu baik-baik saja kan?, kok bengong terus sih?, jangan bilang kalau kamu kesambet penunggu karang ini yaa...!, aku gak mau nolongin kamu!" kata Davina jadi kesal sendiri melihat si Selamet yang masih berdiri di sisi batu karang yang besar dengan tangan masih memeluk mesra sendalnya dan mimik muka 'hokchay'.. (molohok sabari ngachayy... alias mata melongo sambil ngences hehehe... red.)


"I... iya... saya baik-baik saja, ehmmmm..... bapak saya pun baik-baik saja, yaaa... walaupun ia telah di tinggal ibu beberapa tahun yang lalu, namun sepertinya ia tidak akan mencari pengganti ibu. Ia sangat mencintai ibu dan saya yakin cintanya bapak sama ibu tak akan luntur oleh waktu meski ada banyak perempuan-perempuan cantik datang menggoda dan mencoba meruntuhkan rasa cinta bapak yang teramat besar pada ibu, namun saya sangat yakin kalau cinta bapak itu tidak akan tergoyahkan, ibarat kata meski air laut menghantam hatinya, hati bapak akan sekeras batu karang ini untuk tetap mencintai ibuuu!"


Kata si Selamet panjang lebar, sambil menggerak-gerakkan tangannya seperti seseorang yang sedang membawakan puisi, penuh penghayatan.... Ia sengaja memberi penegasan kalau bapak nya tidak akan tergoda oleh wanita manapun, termasuk oleh Davina juga, intinya bapaknya tidak akan berniat menikah lagi gitu maksudnya, dengan bahasa yang bulak balik kemana karep. Yang sontak gantian membuat Davina yang 'hokchay' sekarang.


"Vin... Vina... kok bengong sih?, jangan bilang kamu kesambet yaa... tapi walaupun iya, saya berjanji akan menolongmu dan akan selalu ada buat kamu, jadi kamu tenang saja yaa!" gantian kalimat itu yang terlontar di bibir Selamet yang sontak membuat Davina tepok jidat.


"Ampuuuun gusti, sekarang nambah satu lagi orang aneh bin ajaib nyaaa.... nasib-nasib... kenapa harus selalu dipertemukan sama orang-orang bertipe gini yaaa!" kata Davina teriak dalam hati.


bersambung

__ADS_1


🤭🤭😅... semoga menghibur yaaa....😘🙏🏻


like n komen nya atuh ihhh.... makasih...🙏🏻🙏🏻🙏🏻😘


__ADS_2