
Radithya nampak gugup ketika ditanyai soal gejala yang dirasakan saat itu, ia masih tetap diam. Davina dan Pak Jo sampai gemas melihatnya. Kemudian Davina berinisiatif menjawab pertanyaan dokter.
"Begini ya bu, emmm.... dia itu awalnya tidak sengaja meminum ramuan yang membuatnya selalu merasakan keanehan setiap malam!" kata Davina mengawali kalimatnya, sejenak ia diam untuk memilih kata supaya lebih enak lagi didengar dan tidak terlalu vulgar menurutnya.
"Aneh bagaimana maksudnya?" tanya dokter serius dan cenderung kepo.
"Emmmm... itu lho buu, kalau malam menjelang dia itu suka merasakan gejala kepengen itu lho bu... anu.. eeeuuh... melakukan gituan yang biasa dilakukan pasangan suami istri.. heee" kata Davina sedikit malu menerangkannya, lalu ia melirik Radithya yang semakin tertunduk saking malunya.
Dokter langsung tertawa geli mendengar penuturan Davina dan reaksi Radithya yang semakin menenggelamkan wajahnya saking malunya.
"Kenapa harus malu pak?, oh iya kalau boleh saya tahu, bapak sudah menikah?" tanya dokter kepada Radithya, dan langsung dijawab Davina. "Belum bu! jawabnya singkat.
"Begini ya pak, bu..!! ereksi pada pria merupakan hal yang wajar dan itu normal, salah satunya nya ketika bangun tidur karena hormon testoteron anda mencapai puncak tertinggi di pagi hari, atau ereksi juga bisa di picu ketika melihat pemandangan erotik entah itu berupa foto ataupun video p*rno secara normal laki-laki pasti akan terangs*ang dan ereksi!". Sesaat ibu dokter diam dan melirik ke arah ponselnya, lalu ia melanjutkan lagi bicaranya.
" Namun ada beberapa kasus, pria juga mengalami sebuah kondisi dimana mereka sangat mudah terangs*ang. Dan kondisi yang mengalami ereksi terus - menerus ini disebabkan oleh banyak hal, bisa karena gangguan sirkulasi atau penyakit, maka harus dicermati dulu frekuensi dan juga periodenya. Jadi bapak tidak usah malu lagi ya, karena itu bukan hal yang tabu.!" pungkas dokter gamblang sambil tersenyum.
__ADS_1
"Jadi cara mengatasinya bagaimana bu kalau saya tiba-tiba datang penyakit mau gituan nya, soalnya jujur saja saya benar-benar tersiksa bu!, jawabannyΓ to the point sajalah bu biar saya cepet mengerti. Maaf saya agak pusing denger teorinya!." kata Radithya tiba-tiba nyeletuk yang spontan lengannya di senggol Davina sambil melotot.
"M*sturba$i adalah cara terbaik untuk menyalurkan gairah s*ksual, terutama bagi mereka yang belum memiliki pasangan, selain itu M*sturba$i juga merupakan cara aman untuk menghindari resiko kehamilan dan penularan penyakit s*ksual. Namun perlu di waspadai jika ini sering dilakukan, akan terjadi iritasi pada kulit, berkurangnya produktivitas masalah psikis dimana timbul pikiran terus- menerus untuk melakukan M*sturba$i dan ejakulasi dini atau bahkan sulit ejakulasi!" kembali dokter itu menghentikan kalimatnya sambil melirik ponselnya. Lalu lanjutnya:
"Jadi saya sarankan sebaiknya bapak alihkan kegiatan M*sturba$i atau on@ni itu dengan kegiatan menyalurkan hobi, kegiatan sosial, rekreasi atau ibadah. Intinya buatlah kegiatan yang bisa mengalihkan keinginan itu. Atau...jika bapak sudah memiliki pasangan, saya sarankan agar secepatnya halalin dia, insyaAllah pak kegiatan itu akan semakin menyenangkan dan semua akan bernilai ibadah!" sambil melirik ke arah Davina yang sontak membuat wajah Davina merona dan salah tingkah.
"Tapi masalahnya saya belum memiliki pasangan bu, jadi sa... " belum juga Radithya meneruskan kalimatnya, Davina kembali menyenggol lengan bosnya, kali ini agak keras hingga hampir membuat bosnya jatuh kesamping, saking gemasnya mendengar pertanyaan bodoh yang di lontarkan bosnya.
"Memangnya ini acara curhat dong mah, segala di omongin masalah pribadi juga. Ayo cepat kita pulang sekarang!, kata Davina geram dan setengah berbisik ke telinga bosnya.
"Sudah bu, pertanyaan barusan tidak usah dijawab saja. Terimakasih atas informasi yang telah disampaikan oleh ibu. Kami pamit." Sambil berdiri hendak keluar sambil menarik lengan bos nya.
Kemudian ketiga trio kwek-kwek pun keluar ruangan dengan mimik muka yang berbeda.
-----------xxx-------
__ADS_1
Kembali mereka duduk bertiga di sebuah cafe, lagi-lagi... di pinggir pantai. Kali ini, Radithya lebih banyak diam tidak seperti kemarin. Seolah ada yang sedang ia fikirkan.
"Kok saya gak di kasih obat atau apaan kek yang bisa di minum!, kalau cuma dengerin dokter ceramah mah bisa di hape juga!" kata Radithya kesal sambil menatap deburan ombak yang tidak bosan-bosannya menjamah pasir pantai.
Pak Jo pun terlihat diam, sesekali ia melirik ke arah bos nya dan Davina bergantian, seolah seperti ada yang difikirkan.
"Bapak dengar gΓ k saran dari dokter tadi?" tanya pak Jo membuka obrolan. Radithya melirik ke arah asistennya itu. "Yang mana?, saya pusing dengernya jadi saya tidak ingat satu-persatu apa yang ia bicarakan." jawab Radithya polos.
"Itu yang katanya bapak disarankan menikah saja!" kata Pak Jo yang sontak membuat bos nya hampir saja menjatuhkan gelas minuman es air kelapa muda yang baru saja ia sedot. Matanya melotot dengan mulut sedikit terbuka. Begitu pun dengan Davina yang dari tadi hanya menyimak obrolan kedua lelaki jomblo yang memprihatinkan itu.
"Heh.. kalau ngomong itu fikir dulu jangan asal nyeplak, memangnya saya mau nikah sama siapa?, perempuannya juga tidak ada!" kata Radithya ketus sambil melempar hiasan kerang kecil yang ada di hadapannya ke arah pak Jo.
Namun pak Jo sama sekali tidak bereaksi dengan ucapan yang baru saja di lontarkan bosnya. Ia benar-benar sedang serius berfikir bagaimana caranya mengatasi kondisi aneh bos nya yang pastinya akan terulang lagi nanti malam.
"siap-siap saja nanti malam... huh...!" katanya dalam hati sambil menghela nafas dalam. Tanpa dinyana, Davina pun berfikir sama.
__ADS_1
bersambung
like n komen nya dong saayyy.... mmmuaaach..ππ»ππ»π