Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Dimensi lain


__ADS_3

Radithya dengan cepat langsung memundurkan mobilnya kebelakang untuk menjauhkan mereka dari tepi tebing yang curam itu, karena khawatir mobil tiba-tiba bisa berjalan sendiri lagi seperti tadi dan mereka jatuh ke jurang itu.


"Kita harus cepat-cepat pergi dari sini!" kata Radithya sambil melajukan mobilnya menuju pintu keluar perkampungan itu. Namun ia masih bingung arah jalan keluarnya, mengingat ia baru pertama kalinya menginjakkan kakinya di desa itu.


"Pak, bagaimana kalau kita ke tempat pak Ba dulu?!, soalnya saya penasaran dengan peristiwa aneh yang kita alami tadi, semoga saja dia tahu apa yang sebenarnya terjadi dan memberikan solusinya jika nanti kejadian itu kembali terulang!, tapi semoga saja tidak terjadi lagi.!" saran Davina dengan pandangan masih mengarah ke jalan yang berbatu terjal.


Sejenak Radithya berfikir dan memang ada baiknya juga saran dari Davina itu.


"Iya baik kita kesana dulu, tapi tunggu sebentar!" Radithya menatap jalanan sambil sesekali melihat kekanan dan kekiri jalanan dengan perasaan aneh, ia merasa seolah perjalanan yang ditempuh selama hampir memakan waktu 2.5 jam itu berlangsung tidak lazim, dari tadi mereka hanya berputar-putar di tempat itu-itu saja, tidak menemukan pintu jalan keluar perkampungan, padahal mereka sudah hampir dua jam lebih melajukan mobilnya. "Ini benar-benar aneh!" batin Radithya.


"Pak, kok sepertinya kita hanya puter-puter terus di daerah ini ya.?" kata Davina heran. Radithya hanya diam tanpa menjawab sepatah katapun. Ia memang sudah menyadarinya dari tadi kalau mobil mereka hanya berputar-putar seputar daerah itu saja, sebenarnya Radithya sudah mulai curiga dengan hal aneh itu dari tadi.


Sebuah pohon besar yang telah mereka jumpai tadi, kembali di jumpai lagi selang beberapa menit. Aneh!


"Vin, kamu terus mengaji jangan berhenti ya. Terus berdoa agar kita bisa cepat keluar dari sini!" kata Radithya tanpa menjelaskan maksudnya ke Davina.


Davinapun mengerti, walau hatinya dipenuhi kecemasan namun kembali ia yakinkan diri bahwa hanya kepadaNYA ia memohon pertolongan. Sambil melirik kearah calon suaminya, ia mengangguk pelan.


Tak lama kembali terdengar lantunan ayat suci yang dibacakan Davina, begitu merdu dan khusyu.


Sesaat suasana nampak hening, namun itu hanya sementara, tiba-tiba jalanan yang tadinya nampak lengang dengan pepohonan besar yang berjejer di kanan kiri bahu jalan, tiba-tiba terlihat dihadapan mereka jalanan berubah menjadi sebuah jalanan sempit yang hanya bisa dilewati oleh satu orang saja dengan posisi kanan dan kiri nampak sebuah jurang yang dalam.

__ADS_1


Sontak Radithya menghentikan laju mobilnya, ia kaget melihat penampakan jalan yang ada dihadapannya. Sementara Davina masih terus melantunkan ayat suci Al-Qur'an dengan khusyu.


Davina merasa heran, lalu ia sejenak menghentikan bacaanya.


"Ada apa pak, kenapa kita berhenti disini?" katanya bingung.


"Kita harus bagaimana Vin, lihat kedepan? jalanan hanya bisa dilalui oleh satu orang saja, aneh!" katanya sambil tetap pandangannya lurus kedepan.


Tatapan Davina kembali beralih kedepan jalanan yang hendak mereka lewati, tidak ada yang berubah. Semua masih nampak sama dengan pepohonan yang masih berjejer sepanjang tepi jalan.


"Aneh bagaimana maksudnya pak, ini masih jalan yang kita lewati tadi" Kata Davina sambil mengerutkan dahinya, heran.


Radithya tambah bingung dengan ucapan Davina barusan, ia melirik ke arah jalan dan Davina bergantian.


Davina sesaat diam, kedua netranya kembali menatap jalanan yang akan di lalui sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Ya Tuhan, apalagi ini?" gumamnya.


Lalu mereka saling pandang dalam diam, mereka benar-benar di buat bingung dengan kejadian yang diluar nalar itu.


"Coba telpon pak Ba lagi!" kata Radithya sambil memandang Davina yang nampak pucat.

__ADS_1


Segera Davina merogoh tas selempangnya untuk mengambil ponselnya. Namun tiba-tiba ponselnya tidak ada, ia cari kemana-mana dan tetap saja ponselnya lenyap entah kemana.


Radithya yang melihat gelagat kebingungannya Davina akhirnya ia paham. Ia sangat tahu dengan apa yang sedang menimpa mereka saat ini.


"Sudahlah Vin, percuma saja kamu cari ponsel kamu karena sama punyaku juga lenyap. Lebih baik kita putar balik saja, percuma saja perjalanan kita lanjutkan karena itu sangat berbahaya.!" Kata Radithya sambil menoleh kebelakang dan hendak memundurkan mobilnya hendak putar arah.


Namun, kembali kejadian aneh bin ajaib terjadi. Tiba-tiba mereka telah berada di tengah-tengah jalanan setapak dengan posisi di kanan dan kiri jalan terdapat jurang yang sangat dalam seperti yang ada dihadapannya tadi, namun anehnya hanyΓ  Radithya lah yang melihatnya.


Mereka saling pandang, reflek tangan Radithya menggenggam Tangan Davina erat, seolah ia ingin menegaskan bahwa semua akan baik-baik saja.


Tiba-tiba Davina teringat ucapan kakeknya dulu, bahwa ia semasa hidupnya pernah masuk ke portal dimensi lain. Yang kakeknya lakukan saat itu hanya diam dan terus berdoa, memohon pertolongaNYA agar bisa melewati setiap kejadian yang diluar kuasanya. Kembali Davina menguatkan hati dan fikirannya untuk mempercayainya bahwa semua pasti akan ada jalan keluarnya.


Walaupun pandangan yang dilihatnya berbeda dengan yang dilihat bosnya, namun ia sangat yakin bahwa itu adalah kejadian diluar nalar namun memang nyata adanya. Alam gaib memang ada dan Davina percaya akan hal itu.


Davina menutup matanya pelan, fikirannya ia fokuskan untuk mendekatkan diri padaNYA sambil kembali melantunkan ayat-ayat suci yang tertera di dalam Al-Qur'an.


Sesaat Davina diam, lalu ia berkata:


"Saya yang mengemudi pak, bapak pindah duduk kesini, tapi ingat! jangan buka pintu!, bapak pindah dulu ke belakang setelah itu baru duduk di samping saya!, sekarang saya yang mengemudi.!" kata Davina.


Walaupun nampak heran, namun Radithya hanya bisa menuruti setiap ucapan Davina. Ia beralih tempat dengan beralih dulu ke kursi belakang, setelah itu ia baru kembali duduk di kursi depan tempat tadi Davina duduk. Kini posisinya Davina berada di depan kemudi.

__ADS_1


bersambung


like n komen ya ... makasihπŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»πŸ˜˜


__ADS_2