
"Tolooong... toloooong... jambreeeett....!!"
Terdengar suara histeris seorang perempuan yang panik karena tas nya di jambret.
Brugh...!! awwwh...!
Davina jatuh tersungkur kedepan ketika seorang laki-laki tampan dan gagah menabraknya dari belakang. Davina menolehnya daannnn....
"Un...Untung?!" tanya Davina ragu.
"Davina!" katanya sambil menolong Davina untuk berdiri.
"Maaf... maaf.. tadi aku tidak sengaja menabrakmu!, kamu tidak apa-apa kan?!" tanyanya sambil meneliti tubuh Davina takut ada yang terluka.
"Saya tidak apa-apa.. Kamu tadi ngapain lari-lari?" tanya Davina heran.
"Saya tadi mengejar penjambret, namun karena disini ramai sekali pengunjung jadi saya kehilangan jejak. Dia pintar memanfaatkan situasi jadi sengaja larinya ke tengah keramaian." terang Untung sambil menatap Davina lekat. Ia tak menyangka bisa bertemu Davina lagi.
"Kamu polisi?" Tanya Davina kagum sambil memandang takjub penampilan Untung yang semakin keren dengan seragam PDH polisi nya.
"Iya!, kamu baru tahu yaa?" katanya sambil tersenyum bangga dan so iyeyy. "Berarti kita sudah lama banget tidak ketemu." lanjutnya.
"Iya" jawab Davina singkat. Fikirannya langsung melayang ke delapan tahun yang lalu, ketika itu ia ceritanya sedang manjalani cinta monyet bersama Untung. Awalnya terasa manis, namun lama kelamaan perjalanan cinta mereka terbentur kerikil-kerikil tajam yang datang dari arah keduanya.
__ADS_1
Dan Selamet yang selalu mengintil Davina kemanapun Davina pergi merupakan salah satu penyebab retaknya hubungan mereka. Dan anehnya sinyalnya selalu bagus kalau segala sesuatu kegiatan yang berhubungan dengan Davina, alarm sinyalnya selalu menyala sehingga ia selau taaauuu saja kemana Davina pergi.
Suatu hari bagaimana Davina dan si Untung tidak kesal coba, pernah mereka ceritanya ada janji ngedate, padahal mereka itu janjiannya sudah pakai bahasa isyarat lho bahkan kode rahasia cara mereka berkomunikasi pun telah mereka buat agar orang lain terutama si Selamet tidak mengerti bahasa mereka, namun aneh seribu aneh kok si Selamet masih bisa membobol pertahanan serta kode rahasia bahasa mereka hingga akhirnya si Selamet bisa tetap ikut mereka ngedate... sampai kemanapun mereka pergi ia selalu ikuti, bodikuat bukan, asisten juga bukan namun dengan setianya si Selamet selalu ada dibelakang, disamping atau di depan mereka, bikin kesal kaaan? dan sontak membuat acara apel mereka kacauw beliauw.
Akhirnya dengan berat hati Untung memutuskan Davina secara sepihak dengan alasan sudah tidak ada kecocokkan lagi, padahal ia sudah benar-benar kesal bin kekih melihat bayangan si Selamet yang selalu setia menemani Davina kemanapun Davina pergi. Dan Davina pun merana saat itu.
"Hei... Vin!!, kok malah ngelamun si? ayo aku antar kamu pulang!! kata Untung sambil menatap lekat wajah manis semanis dodol Garut milik Davina.
Davina tersentak kaget, dan reflek tangannya memegang tangan Untung yang tadi sempat menyentuh bahunya. Sesaat mereka saling pandang, Davina jujur sangat merindukan sosok Untung sejak lama dan sepertinya si Unt.....eh Untung pun masih memiliki rasa yang sama seperti Davina. (gak berani bilang 'Si' ..ahh.... soalnya dia polisi hehehe...).
"Sudah gak apa-apa, aku bisa pulang sendiri kok!" kata Davina yang sedikit malu-malu kucing karena tadi sempat memegang tangan Untung sambil pake ada acara pandang-pandangan segala lagi kaya di sinetron-sinetron.
"Ya sudah kalau begitu, aku pun sebenarnya tidak bisa begitu saja meninggalkan tugas! dan ini ID card saya, kalau ada apa-apa hubungi saya saja, ok!!" katanya sambil memberikan kartu namanya kepada Davina.
Dan langsung bunga-bunga bermekaran dengan mengeluarkan aroma khas bunga yang semerbak, kupu-kupu berterbangan kian kemari menambah keindahan taman yang ada di fikiran Davina yang tadi sempat gersang.
"Ayaaaaah!!!
"Mama!...mamaaaa!.... kita ketemu ayah disini!... ayo kita kesana maaa!" teriak suara anak kecil memanggil ayahnya.
Sontak Davina kaget manakala melihat suatu pemandangan mengharukan bagi dirinya... seorang anak kecil berlari menghambur ke pelukan ayahnya, dan nampak ayahnya pun membalas pelukan sang anak dengan penu kasih sayang. Tak lama mamanya datang dengan membawa tentengan belanjaan dan seikat bunga.
"Ooiya, ternyata suamiku sedang ada disini!!, tadi mama lagi beli belanja keperluan dapur ehhh... kebetulan ada penjual bunga yang masih segar-segar disini, jadi mama beli saja sekalian buat di simpan di kamar kita sayang, biar tambah syahdu aromanya dan menambaah ehem....ehem....jadi saya sengaja beli bunga kesukaan kamu ini sayang!" katanya sambil merangkul pinggang suaminya mesra.
__ADS_1
Duarrrrrrrrt!!.... pyang!!.... kolotrak!!!... gedebuk!!!.... neeenoooneeenoooneeeenooooooo...!!!
Tiba berbagai bunyi-bunyian terdengar dikepala Davina yang diakhiri suara sirine ambulan.
Bunga-bunga serta semerbak aroma yang sempat tercium tadi menghilang berganti dengan daun-daun kering yang berterbangan tertiup angin.
Kartu nama yang tadi sempat berada di genggamannya, perlahan ikut jatuh dan tertiup angin pula.
Hatinya yang tadi sempat berwarna merah kini hancur menjadi kepingan hati yang sudah tak berbentuk lagi. Ia patah hati untuk yang kedua kalinya.
Sambil membalikkan badan, ia melangkah di iringi semilir angin yang menebak rambutnya yang terurai. Langkahnya gontai menapaki jalan tanpa tujuan arah kemana ia akan pergi. Hatinya kini kembali sepi.
Suara panggilan si Untung berkali-kali memanggil namanya tak lagi menjadi suara termerdu di telinga Davina, yang terngiang saat itu adalah...
"Vin menikahlah denganku!!!!... menikahlah denganku sekarang juga!!!..., Yayang bebeeeebbb....akuuuu...padamuuuu...!!!"
Kata-kata si bos dan si Selamet terus berbaur di telinga Davina, ia semakin stress!!. Sampai tanpa sadar ia melempar bunga yang sempat tadi ia beli kesembarang arah hingga terdengar suara orang yang mengaduh karena ternyata lemparan bunga plus handphone nya tepat mengenai kepala seseorang.
"Waduh, kenapa handphone ku jadi ikut terlempar si!" kata Davina panik sambil berlari menuju ke arah orang yang tadi kena lemparannya.
Lelaki itu terlihat masih memegangi kepalanya yang masih berdenyut, sambil melirik kearah Davina.
bersambung
__ADS_1
like n komennya yaa😊😊😘🙏🏻
bersambung