
Davina kembali mencoba menelpon Pak Jo.
"Hallo!" terdengar jawaban pak Jo dari seberang sana.
"Jo cepat..... ahhh.... tolong aku! kekamar pak Radithya sekarang!" kata Davina senang karena akhirnya telpon nya diangkat pak Jo.
"Kamu kenapa, coba jelaskan dulu.!" tanya pak Jo membuat Davina kesal.
"Cepat kamunya kesini dulu, bod*h!, aku sudah tidak tahan lagi!" bentak Davina yang membuat pak Jo semakin bingung.
"ok saya kesana!" jawabnya. "Eh tapi kamu sekarang dimana posisinya?" pertanyaan lanjutan membuat Davina tambah stres karena ia sudah tidak bisa menahan lagi gairah pak Radithya yang semakin menggebu.
"Kamaaaaaar si bos, Ooooooooonn,.... cepetaaaaaan!"
Davina benar-benar kesal, ditambah lagi melihat kelakuan bosnya yang sudah diluar batas. Penampilan Davina sudah tidak karuan, rambutnya acak-acak, gaunnya yang robek sana sini tak berbentuk lagi akibat dibuka paksa radithya membuat ia terlihat sangat mengkhawatirkan. Ia terus berusaha meronta-ronta sekuat tenaga.
ceklek !
Terdengar suara pintu terbuka pelan, Pak Jo heran karena ruangan tamu sangat gelap. Tiba-tiba terdengar suara kegaduhan dari kamar Radithya, ia langsung mendekat.
"Pak Radith... Vina!" katanya memanggil sambil menengok kearah pintu kamar yang terbuka. Nampak dari temaram lampu luar, sosok dua orang manusia yang tidak begitu jelas sedang melakukan kegiatan apa. Pak Jo kembali memanggilnya.
"Pak Radith...Vina!" katanya.
__ADS_1
Davina menoleh, sontak ia berteriak mengeluarkan sisa tenaga yang ada memanggil pak Jo.
"Cepat tolong aku!, nyalakan dulu lampunya!" kata Davina setengah berteriak. Dengan cepat pak Jo menghampiri stop kontak dan menyalakan lampu kamar.
Dan ia begitu kaget manakala melihat adegan diluar nalar yang dilakukan bos nya pada Davina. Sejenak ia nampak syok.
"Hei bod*h, kenapa diam saja! cepat bantu aku singkirkan si bos koplak ini" katanya gemas.
Pak Jo langsung menghampiri dan mencoba menarik tubuh pak Radithya yang masih berada diatas tubuh Davina.
"Kamu jangan ikut campur, Jo!, aku benar-benar membutuhkannya." dengan terbata Radithya berkata tanpa menghentikan aksinya.
"Sadar pak, ayo saya bantu menghentikannya!" kata Pak Jo setengah memaksa melepaskan pelukan Radithya yang erat kepada Davina.
Akhirnya tenaga Radithya tidak cukup kuat mengimbangi tenaga Pak Jo dan Davina, perlahan ia melepas pelukannya.
"Ayo kita bawa dia berendam dikamar mandi!" kata Davina.
Davina sangat yakin, dengan merendam tubuh bos nya dengan air hangat, selain untuk melancarkan peredaran darahnya juga sebagai terapi merilaksasi tubuh serta melemaskan otot-otot yang tegang.
Selain untuk merelaksasi tubuh bosnya, terapi air hangat juga sangat dipercaya Davina ampuh untuk mengeluarkan racun serta zat-zat asing yang tanpa bosnya sadari telah masuk kedalam tubuhnya, sehingga menimbulkan emosi yang tidak terkontrol, lewat keringat itulah zat-zat beracun yang tidak dibutuhkan tubuh keluar dari hangatnya air yang merendam tubuh bosnya.
Kemudian dengan susah payah, Pak Jo dan davina membawa Radithya ke kamar mandi dan membiarkan tubuh bos nya terendam air hangat.
__ADS_1
Awalnya dia sedikit berontak, namun lama kelamaan nampak sedikit tenang. Davina sengaja ikut masuk kedalam bathtub. Dengan posisi duduk ia menghadap punggung bosnya, ia mulai menggunakan ibu jarinya untuk memijat lembut otot-otot kanan dan kiri tulang belakang.
Akhirnya, bosnya sudah terlihat tenang. Walau nampak memejamkan matanya, namun sepertinya ia masih sadar.
"Pak!... sudah mulai enakkan tubuhnya?" tanya Davina pelan setengah berbisik.
Bosnya hanya mengangguk pelan, matanya masih terpejam.
"Kita pindah kedalam ya!" kata Pak Jo yang dari tadi hanya diam saja dan kagum melihat ketelatenan Davina mengatasi tingkah bosnya yang mendadak aneh itu.
Dengan anggukan pelan, Radithya berusaha bangkit. Dengan dibantu Davina dan pak Jo akhirnya ia bisa kembali kekamar. Pak Jo mencoba membantu menggantikan pakaian bosnya yang basah, sementara Davina nampak bingung karena ia hendak ganti gaunnya yang modelnya sudah tidak jelas bentuk, namun ia tidak menemukan kunci kamarnya. ahhh...
"Kamu kenapa?" tanya pak Jo heran melihat Davina dari tadi diam saja. Davina kaget dan ia baru sadar kalau gaunnya sudah tidak layak pakai, bagian dada sudah terbuka sementara bagian kanan kiri lengannya sudah robek akibat perbuatan bosnya tadi.
Sambil membelakangi pak Jo, Davina berkata:
Saya mau ganti baju, tapi kunci kamar saya hilang. Bagaimana ini?" kata Davina ragu.
Pak Jo tersenyum, lalu ia berlalu menghampiri lemari bosnya dan membawakan sebuah setelan baju untuk dipakai Davina. "Nih, pakailah! Daripada kamu pakai gaun yang gak jelas bentuk itu!" kata pak Jo sambil tersenyum.
"Ah tidak, saya gak berani. Bisa-bisa dia ngamuk besok" kata Davina sambil berlalu menuju pintu keluar dan hendak meminta kunci duplikat pada bagian resepsionis yang full jaga 24 jam.
"Sudah pakai sajalah! Daripada kamu dianggap orgil sama orang-orang diuar sana!" kata bos nya sambil tetap memejamkan matanya, rupanya ia masih sadar dan bisa mendengarkan percakapan Davina dan pak Jo.
__ADS_1
"Baiklah, terimakasih!" kata Davina tanpa fikir panjang lagi, ia langsung menghampiri pak Jo untuk mengambil baju itu sambil menutupi dadanya yang sudah terbuka dari tadi tanpa dia sadari.
"Aaah, kenapa aku sampai tidak sadar ya kalau bajuku ini sudah terbuka dari tadi, dasar kutu kupret, mereka malah diam saja gak memberitahuku... huh dasar otak mesum !!!"... gerutu Davina kesal sambil berlalu pergi meninggalkan kedua lelaki jomblo itu yang tersenyum karena telah menang banyak.😅