Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Menikahlah denganku 1


__ADS_3

Semua menoleh ke arah suara yang menggelegar bak petir di siang bolong. Nampak Selamet tengah berdiri sambil memegangi gelas minum yang tadi sempat mau di minumnya, namun tidak jadi ketika mendengar Radithya berkata seperti itu seolah ia hendak memilih Davina menjadi calon istrinya.


"Met..!!, kamu tenang dulu..! malu tahu dilihatin orang-orang di luar." kata ayahnya menenangkan si Selamet yang nampak histeris. Ia pun sangat mengerti dengan gelagat anaknya yang sangat ketakutan jika Davina nya diambil orang.


"Kamu kenapa sih Met?!, memangnya salahku dimana kalau misal aku memilih dia jadi istriku, daripada aku harus nyari-nyari dulu yang belum tahu baik atau enggak nya, lagipula itu juga baru rencana, belum tentu dia nya mau.!" kata Radithya sambil melirik kearah Davina yang menjadi salah tingkah.


Kali ini giliran pak Ba yang bingung, di satu sisi ia sangat mencintai anak semata wayangnya yang begitu mencintai Davina semenjak mereka satu sekolah dulu, dan di sisi lain memang ada benarnya juga apa yang dikatakan Radithya tadi bahwa untuk memilih seorang istri itu tidaklah mudah, harus benar-benar mengetahui bibit, bebet dan bobot serta karakter baik buruknya calon istrinya nanti.


Dan disaat situasi dan kondisi dirinya yang memaksanya untuk mengambil keputusan menyegerakan menikah muda itu sangatlah tidak mudah, karena membuat komitmen dalam satu ikatan pernikahan itu butuh proses lama untuk saling mengenal karakter satu sama lain.


Dan pilihan Radithya untuk memilih Davina sebagai istrinya merupakan langkah yang tepat mengingat setidaknya ia dan Davina sudah saling mengenal karakter masing-masing, tidak seperti mencari pasangan lewat suatu apikasi yang ibaratnya seperti membeli kucing dalam karung.


Sesaat suasana nampak hening, mereka tenggelam dalam fikirannya masing-masing. Lain halnya dengan Selamet yang sudah bisa menerka kemana arah pembicaraan mereka. Kembali hatinya 'Nestapa'..


hareudang.. hareudang..hareudang.. fanyas..fanyas...fanyaaaas.. syelalu..syelalu..syelaluuu.. fanyas dan hareudaaang...

__ADS_1


Sontak Selamet meliirik ke arah suara musik yang terdengar tiba-tiba itu, di saat hatinya sedang kacau beliaw akibat patah hati. Ia mendelik geram ketika


melihat seorang bocah tengil sedang asyik memutar lagu di ponselnya dengan lirik lagu yang menyentuh hati si Selamet.


"Hei bocah!, ngapain kamu disitu?!.. cepat pergi kehutan!!, berisik tahu!!... bikin nambah pusing saja!!!" bentak Selamet sambil melotor kearah anak kecil yang berada di luar. Si bocah langsung lari terbirit-birit. "Emmaaaaaaak...!!! aku dimarahiiiinnn!!" sambil lari menghambur ke pelukan emaknya.


Melihat gelagat seolah emosi anaknya yang semakin tidak bisa terkontrol lagi, pak Ba lalu berkata kepada Radithya:


"Nak!, lebih baik kamu pulang saja sekarang!. Dan untuk keputusan menikah muda, itu merupakan jalan alternatif dari saya, sebagai saran saja!!. Dan soal mau di coba dijalani atau tidak, itu di kembalikan lagi kepada keputusan nak Radith. Jadi harus di pertimbangkan matang-matang baik-buruknya agar tidak menyesal di kemudian hari, begitu saran dari saya!" katanya sambil menatap lekat Radithya. Ia benar-benar seorang ayah dan sosok lelaki yang bijaksana.


"Ini nomer ponsel saya, kamu save ya!, jika ada perlu apa-apa atau ada pertanyaan seputar penyakitmu itu, jangan sungkan untuk menghubungi saya. Semampu saya, akan berusaha membantu kamu!" katanya membuat adem terdengar di telinga seisi ruangan itu kecuali di telinga Selamet yang terdengar seperti bom atom Hiroshima dan Nagasaki. (othor lebay yaa..! heee).


Kemudian mereka beranjak pamit, di iringi tatapan mata yang semakin menurun menandakan rasa bersalah dan malunya ia dikarenakan ketidak berdayaannya ia menolong Radithya yang tidak bersalah apa-apa harus menanggung sebuah dampak dari kezaliman dan keserakahan akan duniawi yang disebabkan oleh kakak seperguruannya itu, sambil menghela nafas dalam tatapan mata sendunya mengiringi langkah mereka yang semakin menjauh.


Melihat mimik wajah ayahnya yang terlihat begitu kecewa dengan keadaan yang barusan terjadi, sisi baik hati Si Selamet terusik. Ia sangat.. sangat dan sangat mengerti apa yang ada di dalam benak ayahnya.

__ADS_1


Yaaa.. walaupun sejujurnya ia begitu sakit jika saja memang Radithya dan Davina sang pujaan hati belahan jantungnya harus sampai menjadi sepasang suami istri, namun tak dapat dipungkiri kalau itu adalah jalan terbaik bagi Radithya.


Jiwa kemanusiaan yang dimilikinya sejak kecil yang selalu diajarkan ayahnya kini kembali tumbuh dalam diri Selamet. Ia merelakan hatinya patah menjadi sepuluh demi sebuah kebenaran. (Good job Selameeet... akuuuu.......padamuuuu....!!) heee


---------xxxx--------


Sepanjang perjalanan menuju hotel, hanya keheningan yang terasa. Semua nampak dingin dan beku layaknya didalam kulkas. Radithya yang seolah menjadi canggung dengan Davina setelah penuturan niatnya tadi, hanya bisa curi-curi pandang kepada Davina yang dari tadi terus menundukkan kepalanya.


Begitupun dengan Davina, dilihat dari mimik mukanya yang menyiratkan kebingungan akan keputusan yang nantinya harus ia ambil terhadap niat bosnya yang dengan amat sangat jelas terdengar oleh telinganya., yang pastinya keputusan yang harus di fikir secara matang agar tidak mengecewakan di kemudian hari.


Nampak Davina komat-kamit menggerakan bibirnya membacakan mantra 'Halimun Gunung Tangkuban Perahu' yang bisa menghilang dalam sekejap di situasi genting seperti itu warisan dari kakeknya dulu, namun tak juga berhasil.


Ia ingin pergi sesaat untuk berfikir menenangkan hati dan fikirannya. "Ahhh.. si aki mah bohong, kok mantranya gak ngefek sih?!, percuma saja dulu aku bela-belain mandi kembang tujuh sumur malam-malam kalau mantranya gak ada sakti-saktinya.. ah dasar payah!!" batin Davina kesal sambil melirik kearah Radithya yang tak disangka Radithya pun sama tengah memandang dirinya yang duduk bersebelahan di kursi belakang, Akhirnya mereka bertemu pandang. Uhhuuuy... ("ehem...ehem..!!, OHB mana OHB... batuk niiy.." kata pak Jo)


bersambung

__ADS_1


like n komennya yaaa yaaaang... ❤❤😘🙏🏻


__ADS_2