Terjerat Cinta Sang Asisten

Terjerat Cinta Sang Asisten
Selamet sang Penyelamet


__ADS_3

"Heh! kamu ngapain disini?" tanya Radithya yang tiba-tiba membuka pintu membuat Claudia hampir saja jatuh terhuyung kedepan.


Claudia kaget sekaligus malu, karena aksi bodoh nya diketahui lelaki yang sangat ia cintai, sontak ia pura-pura merapihkan baju tidurnya sambil tersipu malu.


"Jawab pertanyaanku!, kamu sedang apa disini?" kata Radithya dengan sorot mata tajam penuh kebencian. Claudia salah tingkah, namun segera ia memasang muka memelas.


"Aku... aku.. kesini karena aku sangat merindukanmu!, dan aku ingin kita bisa menghabisi sisa malam ini bersama!" merasa sudah kepalang basah karena ketahuan, akhirnya Claudia nekad merayu Radithya dengan mencoba merangkul bahu Radithya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Radithya.


Sesaat mereka saling tatap, Claudia mencoba lebih berani lagi dengan melingkarkan kembali lengannya di pinggang Radithya, nampak tidak ada jarak sama sekali diantara mereka.


Radithya yang memang sedang berusaha menahan gairah rasa yang dari tadi ia tahan, perlahan semakin naik levelnya. Nafasnya seolah berat, tatapan sayunya menatap tajam ke wajah Claudia yang saat itu nampak menggoda. Bibir Claudia yang merah merona sungguh menggelitik hasratnya untuk mencoba mencicipinya.


Claudia sadar kalau saat itu Radithya sudah memberi lampu hijau, dan ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu untuk yang kedua kalinya.


Fikiran normal Radithya sudah mati rasa, hasrat yang tiba-tiba memuncak sudah tidak dapat dibendung lagi. Ia berusaha memejamkan matanya dan sedikit menggigit bibirnya supaya ia masih tetap bisa sadar.


Dua bisikan yang bertentangan telah berperang dalam dua sisi hatinya, disisi lain ia sangat menginginkan hasratnya bisa cepat tersalurkan, dan disisi lain fikiran normalnya masih bisa berjalan walau terseok-seok dan hanya tersisa beberapa persen lagi. Ia begitu labil.


Claudia paham dengan kondisi Radithya saat itu, ia dengan gencar mencoba merayunya bahkan dengan gaya dan tingkah se'ekstrim mungkin... (Coba gaya ekstrim nya itu seperti apa hayoooo...??, bayangkan saja sendiri!!!... hehe).

__ADS_1


"Ayo sayang, kita kekamarku!" katanya sambil menuntun lengan Radithya yang kala itu seperti orang linglung, ia berjalan berdampingan dengan Claudia tanpa penolakan sama sekali. Kali ini ia mengalah dengan hasratnya. Tak ada perlawanan lagi di hatinya!.


Sepanjang perjalanan menuju ke kamar Claudia, tak henti-hentinya ia bergelayut manja kepada Radithya, namun lagi-lagi Radithya seolah seperti mayat hidup. Tak merespon sama sekali. Sangat dingin!.


Jarak antara kamar Radithya dengan kamar Claudia sebenarnya tidak seberapa jauh, hanya saja terhalang oleh jembatan kecil yang membentang diantara taman bunga dan lautan luas. Kamar Claudia harus melewati pasir buatan yang sengaja dibuat sebagai penghubung ke taman bunga.


Sungguh sangat indah jika bisa menikmati suasana malam romantis di tempat itu, bersama dengan orang yang dicintai.


Radithya berjalan dengan pandangan kosong di samping Claudia, sementara Claudia merasa itu akan menjadi harinya yang paling menyenangkan, karena ia berfikir sebentar lagi ia akan memiliki Radithya seutuhnya. Namun tanpa di sangka, tiba-tiba...


Bruk!!


"Aaah... apa ini?" katanya sambil melihat benda yang tadi mengenai dahinya. Nampak sebuah sendal teplek pantai berwarna biru kehijau - hijauan berbentuk ikan hiu yang sedang menganga. Ia meraihnya dan menelitinya. "Hah... sendal!, siapa yang berani melemparnya padaku?" kata Radithya celingak-celinguk kedepan, kebelakang dan kesamping.


Lalu ia bertemu pandang dengan Claudia. Seketika Radithya kaget dan mundur setengah langkah kebelakang. Jantungnya berdegup kencang. Raut wajahnya memancarkan rasa ketidak sukaannya.


"Kenapa kamu ada disini?... eh tunggu!... tunggu!... tunggu!.. kenapa aku juga ada disini?" tanya Radithya seperti orang linglung. Sebelum Claudia menjawab pertanyaan Radithya, tiba-tiba ada seorang lelaki mendekati mereka setengah berlari dan dengan nafas sedikit ngos-ngosan. Lalu ia langsung memungut sendal jepit kesayangannya itu dan langsung mendekapnya dengan mesra.


"Terimakasih sudah menemukan sendal kesayanganku ini!" ia tersenyum sambil hendak berlalu pergi. Dan ternyata ia adalah Selamet sang Penyelamet.

__ADS_1


"Terimakasih-terimakasih jidat mu!, gak nyadar apa kalau sendal jelekmu itu kena kepala orang?, sini kamu jangan pergi dulu!" kata Radithya sambil


menarik lengan Selamet untuk duduk santai bersama. Selamet mencari selamat daripada nanti urusannya menjadi ribet, ia akhirnya menurut saja apa yang di katakan Radithya.


"Baik, aku maaf kan kamu!, asal kamu harus mau nemenin aku ngobrol!" kata Radithya merasa senang karena malam itu ia bisa menemukan calon korban yang bisa diajak ngobrol dan mengalihkan perhatian naluri kelaki-lakiannya yang tadi sempat memuncak.


Claudia cemberut, ia nampak kesal karena lagi-lagi usahanya untuk bisa menghabiskan malam bersama Radithya gagal lagi. Akhirnya Claudia pergi di iringi semilir angin yang terasa dingin sambil membisikkan kata-kata ejekkan di telinga Claudia : "Kamu kalaaaaaaaaahhhhh!!!". Dan sontak membuat Claudia merinding.


Radithya bernafas lega karena pada akhirnya, ia bisa melewati cobaan berat yang begitu menyiksanya.


"Kenapa kamu nahan aku disini?, aku pulang yaaa?.. dingin nih!" kata Selamet manja sambil memeluk sepasang sendalnya yang tadi sempat terpisah.


"Kamu sendiri lagi ngapain jam segini sendirian disini?, kamu manusia kan?" tanya Radithya baru sadar kalau ternyata ada mahkluk berwujud manusia yang seharusnya di jam-jam segini, seorang manusia biasa pastilah sedang nyenyak-nyenyaknya tidur. Dan orang ini malah keluyuran di luar sambil memeluk sendalnya, apa lagi kalau bukan manusia jadi-jadian. hiiii.. Radithya bergidik, tiba-tiba bulu kuduk nya berdiri tegak.


"Eeehh... sembarangan saja!, kamu kira aku penunggu batu karang apa? nii... nii.. lihat!, kakiku nginjak tanah kan?" terang Selamet sewot sambil berdiri dan menginjak-nginjak tanah memastikan kalau ia beneran manusia tulen.


bersambung


like n komennya doooong.... makasih😘😘🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2