
Cuaca cerah, semilir angin laut serta cahaya mentari senja yang sebentar lagi masuk keperaduannya menambah keindahan suasana sore itu.
Ada banyak orang berlalu lalang hanya sekedar ingin melepas rasa lelah dan penat dengan menyaksikan proses turunnya matahari ke peraduannya yang bisa menciptakan rasa syukur atas ciptaan Tuhan. Bahkan ada diantaranya yang sengaja mengabadikan dan mengunggahnya di media sosial, tak lupa memberikan caption yang keren dan puitis.
Namun lain halnya dengan ketiga manusia langka itu. Mereka duduk di hamparan pasir pantai dengan posisi Radithya dan Pak Jo masih duduk berdampingan, kepala yang saling menyangga dan kedua tangan masih bergandengan erat, sama persis ketika mereka sedang berada didalam mobil waktu itu.
Sedangkan Davina duduk bersandar membelakangi kedua lelaki itu dengan posisi punggung yang menempel di kedua punggung kedua jomblo free itu. Persis seperti grup trio vokal yang sedang photoshoot album musik. Namun mereka dalam posisi tertidur pulas sehingga otomatis membuat berpasang mata yang berlalu lalang disana mengerutkan dahi, heran.
Bahkan ada diantara para pengunjung yang kebetulan lewat, iseng mengabadikan gaya tidur mereka yang unik dengan background sunset yang berwarna oranye, lalu di upload nya ke media sosial mereka. Sekilas nampak indah dan cantik, namun dibawahnya diberi caption yang sedikit nyelenah :
☆"Cuma cewek cantik dan cowok ganteng yang tidurnya bisa pulas di jam segini... ditempat rame pula...,, #No problem guys yang penting nyenyak.. #met bobo aja!!"
☆"Si cewek dianggurin, kcian amet!"
☆"Terdamparnya trio sengklek...wk..wk..wk..."
☆"Kisah nyata sinetron si burung terbang, wanita dihianati lakinya yang tergoda laki-laki lain... hmmmm🤫🤭"
☆"Nasib trio vokal yang gagal konser..."
☆"Nasib cewek poliandri tuh yaa ginii.... di cuekin lakinya yang tertarik lakinya sendiri... "
Begitulah kira-kira diantara komen para nitisen yang viral dan ikut mengomentari poto mereka yang aneh saja karena bisa tidur pulas di tengah keramaian.
Terlihat Radithya mulai terbangun dari tidurnya, perlahan ia membuka matanya. Kepala dan punggungnya terasa pegal sekali. Namun tiba-tiba ia kaget manakala melihat di sampingnya pak Jo sedang menggandeng tangannya dalan posisi masih terlelap tidur sementara ketika ia menoleh kebelakang, Davina ada di belakangnya dengan posisi yang sama, tertidur pula.
Ia paksakan mengingat apa yang terjadi, dan kenapa ia dan kedua asistennya bisa berada di tengah-tengah keramaian orang berlalu lalang dalam keadaan duduk dan tertidur pula. Semakin ia berfikir keras semakin pusing kepalanya. Ditambah lagi ia merasa malu karena setiap orang yang lewat, pasti melihat mereka dulu dengan pandangan aneh.
Setelah fikirannya terkumpul kembali, barulah ia sadar. Dengan segera ia bangun sambil menepis lengan pak Jo yang masih menggamitnya mesra, daaan...
__ADS_1
Brugh...
Kedua asisten setianya ambruk seketika dari posisi tidur duduknya karena salah satu punggung penyangganya telah hilang, yaitu Radithya yang bangkit dengan tiba-tiba karena ia merasa malu banyak berpasang mata melihatnya.
Sontak Davina dan Pak Jo bangun, masih setengah sadar ia bertanya ke pak Jo yang berada di sampingnya.
"A.. ada apa inii??!. Dimana kita pak, kok bisa tidur disini?" tanya Davina pelan sambil menebarkan pandangannya ke arah lalu lalang orang-orang.
"Cepat kalian bangun!, malu tuh di lihatin orang-orang!" kata Radithya sambil pergi mendahului karena ia sudah tidak kuat lagi menahan malu karena banyak yang melihat mereka seperti mengejek dengan tatapan mirisnya.
(Ya wajar saja sih kalo banyak yang liatin, soalnya mereka telah menarik perhatian orang sekitar dengan gaya tidur photogeniknya ditengah keramaian... hehe..).
Dengan cepat Davina bangun, begitupula Radithya. Tanpa melihat kanan kiri lagi mereka langsung pergi menuju kamar hotelnya masing-masing.
----------xxx---------
Flashback on
Almarhum kakek Davina :
"Uneng (panggikan sayang kakeknya ke Davina), sekarang kamu sudah dewasa dan sudah bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik, jadi sekarang aki sudah yakin kalau kamu bisa menentukan satu dari beberapa pilihan dalam setiap permasalahan yang ada. Pilihlah apa yang menurut hati kecil mu itu baik, karena aki yakin hati kecil tak akan pernah bohong!. Dan satu lagi Cu, suatu hari kamu akan dihadapkan pada satu permasalahan pelik, jadi persiapkan diri kamu dengan mempertebal iman dan ketaqwaan, dekatkan diri kamu kepada Sang Pencipta Alam supaya kamu tetap bisa istiqomah dijalanNYA.!"
Davina :
"Iya Ki, Uneng akan selalu ingat nasehat aki!, kalau boleh tahu kira-kira masalah apa itu, Ki?!"
Kakek :
(Sambil tersenyum menatap lekat wajah cucu kesayangannya)
__ADS_1
"Persiapkan diri kamu baik fisik maupun mental seperti yang telah aki ajarkan dulu, dan ingat jangan pernah terpancing emosi dalam menghadapi setiap persoalan yang datang, kendalikan diri dan tetap terus istiqomah dalam kebaikan!!, ingat pesan aki yaa, Cuu!!... Dan sekarang bangunlah kamu, lupakan semua yang telah kalian lihat dan kalian alami! Biarkan semua berjalan mengalir apa adanya, demi menjemput takdir kalian yang telah di tetapkan olehNya.!"
Tiba-tiba kakeknya Davina pergi menghilang seiring dengan bangunnya Davina dari tidur kompaknya bersama kedua jomblo free.
Flashback off
--------xxx---------
Davina duduk termenung di depan jendela, masih terngiang di telinga seluruh pesan kakeknya didalam mimpinya yang baginya sangat aneh.
Sudah hampir sepuluh tahun semenjak kakeknya meninggal, ia belum pernah lagi memimpikan kakeknya yang sangat dekat dengannya.
"Kenapa tiba-tiba aku memimpikan aki ya, dan apa maksud dari perkataannya itu?!, aku yakin dia tidak akan tiba-tiba saja datang dalam mimpi kalau tidak ada maksud tertentu. Apa jangan-jangan ingin memperingatkan sesuatu lewat mimpi?" guman Davina sambil pandangannya tetap memandang taman bunga yang ada di luar hotel.
"Dan kenapa aku dan mereka tiba-tiba bisa samaan ketiduran di pasir pantai sih?!, di tempat rame lagi!!, huh memalukan sekali!!" gerutu Davina. Ia kesal karena tidak menemukan jawabannya.
"Pasti ini ada sesuatu, dan aku harus cari tahu yang sebenarnya terjadi!!" kata Davina dalam hati. Lalu ia bangkit menuju toilet untuk mengambil wudhu.
------xxxx------
Langit senja telah berganti gelap, saat cahaya mentari pamit untuk sesaat meninggalkan para penghuni bumi dan mempersilahkan sang penguasa malam untuk menampakkan wajahnya.
Semilir angin laut yang menusuk raga dengan mesra membelai wajah sang penguasa malam, menciptakan suasana tenang dan nyaman untuk menyandarkan kepala dan tarik selimut di hangat dan empuknya bantal.
Seperti halnya Radithya, dia berbaring di atas ranjang empuknya dengan gawai yang selalu setia menemani hari nya.
Kembali fikirannya melayang, seperti halnya Davina. Ia mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi, karena ia merasa ada suatu yang janggal dengan mereka yang tiba-tiba bisa tertidur di pasir pantai, dan bisa kompak ketiduran dengan kedua anak buahnya.
"Aku harus cari tahu apa yang sebenarnya telah terjadi, karena ini sangat aneh!" gumamnya dalam hati. Persis sama dengan apa yang di fikirkan Davina.
__ADS_1
bersambung
like dan komennya yaa🙏🏻😘