
*═══❉্͜͡🧡Mutiara Hikmah.🧡❉্͜͡═══*
Dunia adalah negri ujian.
Selama masih hidup maka Allah akan menguji kita. Cobaan pasti akan menerpa bagi seorang hamba. Baik dari dirinya, keluarga, maupun pada hartanya. Sampai ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikit pun.
Namun kita tidak perlu kekhawatiran tentang tanggung jawab atas bisikan-bisikan hati. Sebab Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dan yakinlah, setelah ujian, setiap manusia, akan mendapat pahala dari kebajikan yang dikerjakannya walaupun baru dalam bentuk niat saja.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•═══════•❉্᭄͜͡🧡❉্᭄͜͡•═══════•
Shinta begitu terkejut, melihat kelihaian Fahmi. Karena ia berpikir suaminya, adalah Pria yang kolot, karena tak memiliki pengalaman dalam bercinta. Namun ternyata prasangkaannya salah apalagi saat ini suaminya ia seperti sedang memancing gairahnya dengan cara menciumi lehernya Shinta. Membuat ia merasakan tubuhnya seperti terkena sengatan listrik. Sehingga ia dapat merasakan keanehan pada dirinya.
"Aah..Bang Fahmi, a-apa yang ukh..kamu lakukan..hum..?" tanya Shinta dengan suara yang terdengar bergetar karena ia merasakan tubuhnya semakin Aneh, ketika Fahmi, tengkuknya, sambil ia menulusuri leher jenjangnya.
"Sayang, bukankah kamu tadi mengatakan tidak ingin mengecewakan orang tua, hum..?" balas Fahmi, yang ternyata suaranya juga sudah berubah, kini menjadi lebih berat.
"Aah.. iya tapi apa hubungannya dengan ukhm.. yang kamu lakukan Bang..ah..?" tanya Shinta, yang tubuhnya kini mulai ikut bergetar, sedangkan tangannya seperti ingin mendorong tubuh Fahmi. Namun tubuhnya seperti telah mengkhianatinya. Sehingga tubuhnya seakan menuntutnya untuk melakukan hal yang lebih lagi.
__ADS_1
Fahmi, yang sudah merasakan hasrat istrinya telah bangkit. Ia pun tak mau membuang-buang waktu lagi, "Ada sayang, karena kita harus secepatnya memberikan Daddy cucu!" balas Fahmi, seraya ia menggendong tubuh Shinta.
karena Fahmi tidak memberi aba-aba membuat Shinta begitu terkejut, ketika tiba-tiba saja tubuhnya seakan melayang, membuat ia dengan spontan berteriak, "Kyaak!" pekiknya, namun dengan spontan tangannya langsung melingkar di lehernya Fahmi.
"Apa yang kamu lakukan Bang? Turunkan Shinta!" terianya lagi. Namun tak dihiraukan oleh Fahmi ia terus membawa Shinta, menuju ketempat tidur mereka.
"Yang mau aku lakukan, adalah melaksanakan kewajibanku sebagai suami serta rasa berbakti sebagai seorang menantu, yang harus melaksanakan keinginan agar secepatnya memberikannya cucu Sayang," balas Fahmi, seraya ia meletakkan tubuh Shinta di atas tempat tidurnya.
"Eh, tapi inikan masih terang Bang! Malu ta...Umm.." protes Shinta. Namun ucapannya langsung terhenti, karena bibir Fahmi, sudah mendarat kebibirnya. Membuat matanya langsung terbelalak melihat keberanian suaminya. Karena biasanya ia terlihat takut sehingga ia selalu menuruti perkataannya. Namun kali ia suaminya seakan tak menghiraukan perkataannya.
"Maaf Shinta, sudah terlalu lama Aku menahannya, dan kali ini aku sudah benar-benar tidak bisa menahannya lagi. Jadi please Izinkan Aku memiliki kamu seutuhnya ya?" ujar Fahmi, yang suaranya terdengar sudah begitu berat, seperti sedang menahan sesuatu yang akan meledak.
"Alhamdulillah, terimakasih Sayang, sekarang aku mulai saja ya?" kata Fahmi, dan Shinta pun membalas dengan kedipan mata anda ingin menyetujuinya. setelah mendapatkan jawaban dari cinta Fahmi pun mulai melakukan ritualnya. Yang diawali dengan membaca doa bersihgama.
"Bismillahil 'aliyy al-azhim. Allahumma ij`alhaa dzurriyatan thayyibah, in kunta qaddarta an tukhrija dzaalika min shulbi. Allahumma jannibni asy-syaithaan wa jannib asy-syaithaan maa razaqtanaa.
Artinya: "Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. ya Allah, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku. Yaa Allah jauhkan aku dari setan, dan jauhkan setan dari benih janin yang Kau anugerahkan padaku."
Setelah selesai membaca ritual doanya, Fahmi pun mulai menunaikan Sunnah keduanya. Yaitu mencumbui Istrinya dengan diawali kecupan lembut pada dahi Shinta, lalu turun ke kedua matanya. Lalu berpindah menuju kedua pipinya, tak lupa juga ia singgah ke pucuk hidungnya. Dan yang terakhir adalah bibirnya.
__ADS_1
Namun tak langsung ia raih, karena ia memilih mengusapnya terlebih dahulu dengan tangannya, seraya ia menatap wajah cantik istrinya, dengan tatapan begitu lembut, dan dengan penuh kasih sayang, dan tak lupa juga ia menyempilkan senyuman lembutnya, serya berkata, "أحبك لأن الله زوجتي (Aku mencintaimu karena Allah istriku)" ucap Fahmi, lalu ia pun meraih bibirnya Shinta dengan begitu lembut.
Mendengar perkataan suaminya yang begitu menyejukkan hatnya, membuat Shinta seakan ingin membalas perkataannya. Namun ia memilih membalasnya dengan perbuatannya, dengan cara merespon ciuman Fahmi, yang terasa begitu nikmat ia rasakan, bahkan kini tangannya sudah melingkar sempurna dileher Fahmi
Untuk sesaat keduanya begitu menikmati tautan bibir tersebut. Bahkan keduanya seakan sedang menikmati sebuah permen. Sehingga menimbulkan suara kecapannya berkali-kali. Terkadang keduanya melepaskan tautan tersebut, untuk memandang sesaat wajah pasangannya. Namun itu hanya sebentar karena keduanya kini, sudah sama-sama dikuasai oleh gairah mereka.
Fahmi begitu bersemangat, karena mendapatkan respon dari Istrinya dan ditambah lagi, kini tangan Shinta mulai membantu membukakan kancing kemejanya Fahmi. Membuat hasrat Fahmi semakin menggebu-gebu, dan ingin segera berpetulangan. Sama halnya dengan Shinta, yang kini sudah membuka kain yang menempel di tubuhnya. Tangan Fahmi pun juga, mulai membuka satu persatu kain yang menutupi tubuh istrinya. Tuk sesaat ia memandangi setiap inci tubuh yang kini tak berhelai, membuat Shinta menjadi malu karenanya.
"Hmm.. jangan menatap Shinta seperti itu Bang! Shinta malu tau!" protes Shinta, seraya tangannya menutupi bagian dadanya.
"Kenapa harus malu Sayang? Bukankah semua yang kamu miliki, adalah memilikiku juga?" balas Fahmi, seraya ia menarik tangan Shinta yang menutupi bukit kembarnya, sambil ia mendekati wajahnya kesana, dan ia pun mulai bermain di area perbukitan kembar Shinta. Membuat tubuh Shinta kembali seperti tersengat aliran listrik, hingga tanpa sadar tubuhnya bergeliat, merasakan sesuatu yang Aneh yang mengalir ditubuhnya, sehingga tanpa sadar mulutnya mengeluarkan suara-suara yang aneh menurutnya.
Namun tidak bagi Fahmi, malahan suara tersebut membuatnya semakin merasa tertantang ingin menelusuri daerah lainnya. Bahkan suasana semakin memanas, keduanya seakan ingin segera menenggelamkan diri mereka ke dalam samudera percintaan pertama Fahmi dan Shinta, yang begitu membara.
Setelah itu..kopi mana kopi.. ?Author butuh kopi soalnya, ngantuk..nih.. ya sudahlah kalau nggak ada kopi Author tidur aja.. Bey..
...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...
Oh iya Author punya yang baru nih mampir ya guys 😉🙏
__ADS_1