TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
INGIN MEMILIKI KAMU SEUTUHNYA.


__ADS_3

"Haah! Tidak-tidak!! Niah bisa mandi sendiri!!" teriak Haniah sambil menggoyangkan kakinya. "Turunkan Niah Mas!" lanjutnya masih berontak berharap Hafidz akan menurunkan diriny.


"Niah! Tenanglah nanti kamu jatuh!" balas Hafidz sembari memasuki Haniah kedalam bathtub. "Kamu tenang aja, aku cuma bercanda kok, sekarang mandilah, setelah itu kita sholat berjamaah ya," katanya lagi dengan lembut, sembari mengusap kepala istrinya. Setelah itu ia pun langsung keluar dari kamar mandi.


Haniah masih terlihat tercengang atas kepergian suaminya. "Haiis..! Ana mikir apa sih? Dan ini juga jantung, kenapa dari tadi berdegup kencang sih?! Bikin ana salah tingkah saja!" gumamnya sambil ia memegang dadanya yang masih merasakan degup pada jantungnya.


"Ah, sudahlah sebaiknya Ana mandi, sebentar lagikan Maghrib," gumamannya lagi yang kemudian ia pun mulai membuka bajunya lalu ia pun memulai ritual mandinya.


...******...


Sementara disisi lain.


Setelah meninggalkan Haniah dikamar mandinya. Hafidz langsung bergegas ke kamar mandi yang berada disebuah kamar tepat disebelah kamarnya. Nampaknya Hafidz terlihat begitu senang. Dan itu jelas terpancar dari raut wajahnya yang kini sedang basah.


"Syukurlah nampaknya Niah, sudah tidak begitu bersedih lagi. Apakah itu artinya aku sudah boleh mendapatkannya?" gumamnya sembari ia memainkan busa sabun yang berada ditangannya.


"Aah, aku jadi tidak sabaran, menantikan malam. Eh, kenapa aku malah mikirin yang tidak-tidak sih. Bukannya cepat bentar lagi magrib," gumamannya lagi. Yang kemudian ia pun mulai terlihat tergesa-gesa.


Dan beberapa saat kemudian ia pun nampak telah selesai. Lalu ia pun segera bergegas kembali kekamarnya. Setibanya di kamar ia melihat istrinya telah mempersiapkan tempat untuk mereka melaksanakan kewajibannya.


"Kamu sudah siap Sayang?" tanyanya, seraya ia memakai peci hitamnya.


"Alhamdulillah sudah Mas," balas Haniah, terdengar lembut.


"Baiklah, sekarang kita mulai saja ya," Kata Hafidz yang kini ia sudah berdiri diatas sejadahnya didepannya Haniah. Setelah mendapatkan anggukan dari sang Istri ia pun memulai ritualnya sebagai Imam dan diikuti oleh Haniah, sebagai makmumnya.


Suara lantunan Hafidz sebagai imam terdengar begitu syahdu, membuat suasana menjadi penuh hikmat. Hingga pada akhirnya mereka menyelesaikan kewajiban mereka. Dan langsung dilanjutkan dengan dzikir dan doa. Setelah usai mereka juga membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an, ampai menjelang sholat isya dan kembali berjamaah, hingga selesai.


"Alhamdulillah, nikmatnya beribadah bersama ya Sayang? Mas sangat bersyukur sekali mendapatkan kesempatan beribadah bersama kamu, Niah," ucap Hafidz penuh rasa syukur. Saat Haniah menyalami tangannya. Dan setelah ia memberikan kecupan lembut pada dahinya.


"Alhamdulillah..iya Mas. Niah juga sangat bersyukur banget Mas. Semoga Allah mengistiqomahkan kita ya Mas? Agar kita menjalani setiap ibadah kita terasa begitu indah," balas Haniah dengan lembut.

__ADS_1


"Aamiin, in shaa Allah Sayang, ya sudah sekarang kita makan malam yuk? Mas sudah lapar banget nih," ajak Hafidz, sembari ia bangkit dari sejadah yang ia duduki tadi. Lalu ia juga membantu istrinya bangkit dari sejadahnya juga.


"Baiklah Mas," balas Haniah, lalu keduanya pun beranjak dari kamar mereka, dengan tangan yang saling bergandengan menuju ke ruang makan. Yang ternyata dimejanya telah tersaji makanan untuk makan malam mereka.


Kini Haniah sudah terbiasa melayani suaminya saat makan. Membuat Ia sempat teringat kala ia masih bersama Jennifer yang tak pernah sekalipun ia dilanyani olehnya. Makanya rasa syukur ia memiliki Haniah, tak bisa diungkapkan oleh kata-kata saja.


Setelah menyelesaikan makan malamnya, Hafidz mengajak Haniah, keluar untuk menikmati keindahan pantai dimalam hari. Namun ia hanya mengajaknya duduk di depan teras villa saja.


"Maa shaa Allah, cantik ya Mas pantulan bulannya di air laut, membuat suasananya menjadi indah," ujar Haniah, yang terlihat sedang fokus memandang keindahan laut pada malam hari.


"Iya Sayang, maa shaa Allah cantik banget ciptaan Allah," balas Hafidz yang ternyata ia sedang fokus memandang wajah cantik istrinya.


"Mas, kita jalan-jalan kepinggir pantai yuk?" ajak Haniah, yang terlihat ia begitu ingin mendekati ciptaan Allah yang menakjubkan dimatanya.


"Tidak ah Sayang, dingin. Emangnya kamu tidak merasakan dingin ya? Mas aja kedinginan nih," balas Hafidz, yang terlihat ia sedang modus berpura-pura kedinginan didepan istrinya.


"Eh, ya sudah kalau begitu ayo kita masuk Mas! Nanti Mas malah masuk angin lalu," ajak Haniah sembari ia menarik tangan suaminya agar Hafidz bangkit dari duduknya.


"Baiklah Mas," Haniah pun mengikuti keinginan suaminya. Dan mereka langsung berjalan menuju ke kamar mereka.


Setibanya di kamar, Hafidz langsung naik ke ranjangnya dan duduk bersandar di kepala tempat tidurnya. "Sini Sayang," katanya sambil menepuk ranjang mengisyaratkan agar Haniah duduk di sebelahnya. Haniah pun kembali menurut, dan ia langsung duduk tepat di samping suaminya.


"Niah?" panggil Hafidz dengan lembut.


"Hmmm?"


"Apakah kamu sudah tidak sedih lagi Sayang?" tanya Hafidz terlihat begitu berhati-hati sekali.


"Alhamdulillah, setelah Niah benar-benar mengikhlaskan, Niah sudah tidak begitu sedih kok Mas," balas Haniah dengan lembut.


"Alhamdulillah," ucap Hafizh terlihat senang. "Humm.. Niah?" panggilnya lagi, masih bernada lembut.

__ADS_1


"Iya Mas?"


"Mas ingin memiliki kamu seutuhnya? Jadi bolehkah Mas meminta hak Mas Niah?"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


Jangan lupa dukung author terus ya guys 🙏😉


Oh iya selagi menunggu Author update yuk kepoin Novel terbarunya Author yang berjudul


"♥️GADIS BERCADAR BERMATA HIJAU V DUDA BERANAK KEMBAR EMPAT ♥️"



Biar tambah penasaran author kasih cuplikan Blurbnya ya cus cekidot 👇😉


...****************...


"Sayang, kamu yang tenang ya disana. Kamu jangan khawatir soal Anak-anak. In shaa Allah kak tidak akan pernah mengabaikan anak-anak kita. Kak Bian janji, akan selalu menjaga mereka, serta akan membahagiakan mereka dengan penuh kasih sayang. Bahkan apapun permintaan mereka akan kak Bian penuhi, itulah janji Kak Bian, Acha!" Itulah janji Rio dihadapan pusara istrinya, Cindy.


Ya dia Adalah Rio Febrian Yang kini berusia 33 tahun, dan berstatuskan seorang Duda yang memiliki anak kembar Empat. Semenjak istrinya meninggal, Rio langsung berubah menjadi Pria yang amat dingin dan tak berperasaan.


Namun ia begitu hangat untuk baby quadrupletsnya dan ia amat menyayangi mereka. Sehingga apapun yang menjadi keinginan anak-anaknya maka ia pun akan mengabulkan. Hingga suatu ketika putri kecilnya mengungkapkan keinginannya.


"Daddy, bolehkah Tante yang bermata Hijau itu menjadi Momy umna?" pinta gadis kecil yang berusia empat tahun.


Akankah Rio mengabulkan permintaan putri kecilnya itu?


Yuk akh ikuti ceritanya author, dan jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys 😉🙏.


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...

__ADS_1


penasarankan cus Akh mampir ya guys 🙏😉 jangan lupa berikan dukungannya juga ya guys. Syukron 🥰🙏.


__ADS_2