TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
FIRASAT BURUK.


__ADS_3

Setelah kepergian Haniay, Atha bermaksud ingin beristirahat namun baru saja ia memejamkan matanya. Tiba-tiba pintu kamar rawatnya diketuk oleh seseorang membuat mata Atha kembali terjaga. Dan matanya pun langsung mengarah ke pintu kamarnya, seraya berkata


"Masuk!" serunya, dan tak berapa lama, seorang pria berpakaian Koko berwarna putih pun masuk.


"Assalamu'alaikum Akhy," ucap pria itu sembari ia menyunggingkan senyuman lembutnya.


"Wa'alaikumus salam, Akhy Fahmi? Masuklah Akhy," balas Atha terlihat senang, karena yang datang ternyata adalah Fahmi, sahabatnya ketika ia mondok di kota JT.


Yaa betapa senangnya Atha saat melihat sahabatnya itu. Karena semasa ia berada di pondok, Fahmilah, yang selalu memberikan ia semangat, serta banyak membantunya, dalam berbagai hal. Termasyhur ilmu agama, makanya dalam waktu singkat ia berada dipondok ia bisa memahami sedikit-sedikit ilmu agama.


"Iya Akhy, terimakasih," balas Fahmi sembari ia berjalan menuju ke sebuah kursi, yang berada disisi ranjangnya Atha.


"Alhamdulillah, saya senang sekali, Anda mau datang memenuhi undangan saya, Akhy Fahmi," kata Atha, dengan sopan.


"Alhamdulillah, suatu kehormatan bagi saya karena, diundang oleh Pak Hafizh, apalagi undangan tersebut untuk menjadikan saya sebagai asisten Anda. Sungguh benar-benar suatu kehormatan Pak Hafiz, saya amat bersyukur sekali," balas Fahmi, dengan wajah terlihat begitu senang.

__ADS_1


"Alhamdulillah, apakah itu artinya, Akhy Fahmi menerima penawaran saya?" tanya Atha, yang terlihat wajahnya tak kalah senangnya dari Fahmi.


"In shaa Allah, Pak Hafiz, saya menerima pekerjaan ini. Terima kasih, karena sudah memberikan saya kesempatan ini Pak,"


Mendengar jawaban Fahmi, Atha terlihat begitu senang. "Alhamdulillah, sama-sama Akhy Fahmi, selamat bergabung di Perusahaan kami H&H grup," ucap Atha sembari ia mengulurkan tangannya, hendak berjabat tangan kepada Fahmi.


Dan langsung di sambut oleh Fahmi dengan penuh suka cita. "Terima kasih Pak Hafizh," ucapnya seraya ia menyambut uluran tangannya Atha. Dan mereka pun saling berjabat tangan dengan wajah yang terlihat senang.


"Baiklah, mulai sekarang Anda akan menjadi Asisten saya, yang tugasnya membantu saya dalam berbagai hal," ujar Atha, yang kemudian ia pun menuturkan ketugas-tugas yang akan dikerjakan oleh Fahmi, selaku Asisten barunya.


Fahmi pun langsung memahami perkataan Atha, dan ia pun langsung menerima, setiap tugas yang diberikan oleh Atha. "Saya mengerti Pak, dan saya akan menerima semua tugas ini," ujarnya, terlihat penuh ikhlas.


Walau bagaimanapun, Fahmi adalah seniornya, meskipun umurnya lebih tua dua tahun dari Atha. Namun dalam segi ilmu, Fahmilah yang lebih tinggi. Makanya ia sedikit canggung bila ingin memanggil namanya saja. Karena peraturan dipondok pesantren mereka, mana yang lebih tinggi ilmunya itu yang harus dihormati.


"Tidak apa-apa Pak, justru saya lebih senang bila Anda memanggil nama saja pada Saya," kata Fahmi, yang tetap bibinya tak pernah lepas dari senyuman lembutnya. Membuat siapapun yang melihatnya akan merasakan keteduhan dihatinya.

__ADS_1


"Alhamdulillah, baiklah Fahmi, aku ingin meminta bantuan kamu untuk menjaga istriku. Karena entah mengapa, aku sepertinya memiliki firasat buruk yang akan terjadi,"ujar Atha, yang memang sejak tadi ia merasa sedikit gelisah.


"Untuk itu aku menugaskan kamu untuk mengawasi istri saya dari kejauhan saja. Dan bila terjadi sesuatu padanya, maka tolonglah dia," lanjut Atha lagi, membuat Fahmi terlihat kagum, karena mendengar perkataan Atha.


"Maa shaa Allah, ternyata keikhlasan Pak Hafizh, ketika khitmat guru kini telah berbuah. Ketahuilah pak, yang Pak Hafizh rasakan saat ini adalah salah satu ilmu dari kyai, beliau juga akan sering seperti itu, bila akan terjadi sesuatu Pak," ujar Fahmi, terlihat kagum pada Atha.


"Benarkah itu? Kalau begitu cepatlah kamu pergi ke fakultas kedokteran xxx, tempat istriku kuliah! Karena firasat ini semakin kuat, dan firasat itu mengatakan kalau Istriku sedang dalam bahaya, Fahmi," ujar Atha, dengan wajah yang terlihat ada kekhawatiran.


"Baiklah Pak! Tapi, bagaimana cara saya mengenali istri Anda Pak?" tanya Fahmi, yang memang ia belum pernah bertatap muka dengan Haniah.


Mendengar perkataan Fahmi, Atha pun mengambil benda pipihnya. Lalu ia membuka galeri dan ternyata digalerinya terdapat banyak foto Haniah, yang diam-diam ia selalu memfoto istrinya secara diam-diam, disaat ia sedang lengah.


"Ini Istriku memakai cadar, dan di kampus itu hanya dialah yang memakai cadar," ujar Atha sembari ia melihatkan sebuah foto wanita bercadar pada Fahmi.


"Maa shaa Allah, beruntung sekali Anda Pak, karena memiliki sebuah mutiara yang sangat mahal," kata Fahmi, membuat Atha, bingung dengan ucapannya Fahmi.

__ADS_1


"Maksudnya kamu apa Fahmi?" tanya Atha, terlihat penasaran.


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...


__ADS_2