TERJERAT NIKAH GANTUNG

TERJERAT NIKAH GANTUNG
PRIA PENGKHIANAT.


__ADS_3

*═══❉্͜͡🤍Mutiara Hikmah.🤍❉্͜͡═══*


"Berpikirlah sebelum menentukan suatu ketetapan, atur strategi sebelum menyerang, dan musyawarahkan terlebih dahulu sebelum melangkah maju kedepan."


🍃Imam Syafi'i🍃


__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__


•═══════•❉্᭄͜͡🤍❉্᭄͜͡•═══════•


Sesuai yang dikatakan Hafidz, setelah ia mendapatkan kabar kalau istrinya telah disandra. Dengan segera ia pun berangkat ke kota JB dengan menggunakan helikopter. Sehingg tidak membutuhkan waktu yang lama, ia sudah berada di kota JB. Bahkan ia juga sudah bergabung dengan Fahmi, dan para anak buahnya.


"Fahmi?" panggil Hafidz, ketika ia baru bergabung dengan mereka. Dan terlihat juga dari raut wajahnya, ada kecemasan dan juga amarah menjadi satu.


"Anda sudah datang Pak?" sahut Fahmi, mendengkat pada Hafidz.


"Kemana mereka membawa membawa istriku?" tanya Hafidz, terlihat penasaran.


"Mereka membawa Nyonya, ke dermaga Pak! Sepertinya mereka akan membawa Nyonya kepulau dengan menaiki kapal pesiar Pak! Dan tadi sebelum Pak Hafidz datang saya sudah menyewakan speed boat untuk kita, biar tidak menimbulkan kecurigaan mereka Pak," jelas Fahmi.


"Bagus! Sekarang ayo kita berangkat!" kata Hafidz.


Hafidz, Fahmi berserta anak buahnya pun beranjak dari tempat persembunyiannya. Lalu mereka juga langsung pergi ke dermaga. Yang disana ternyata sebuah kapal pesiar sudah menunggu kedatangan mereka. Hafidz yang tak ingin menunda-nunda lagi, ia pun memerintahkan agar secepatnya kapal berlayar.

__ADS_1



Setelah kapal mulai bergerak Hafidz dan Fahmi langsung mengatur rencana. Fahmi yang sudah memiliki rencana yang matang, membuat ia mempersiapkan segalanya.


"Bagus! Saya suka gagasan kamu! Baiklah kalau begitu, kalian semua bersiaplah, Fahmi sudah menyiapkan baju selam untuk kalian semua. Karena kita akan menyerang dari dalam laut!" ujar Hafidz, pada para anak buahnya.


"Oke Bos!" balas mereka yang kemudian mereka pun bergegas untuk bersiap. Begitu juga dengan Hafidz dan Fahmi, mereka pun ikut memakai baju selamnya, serta memasang perlengkapan alat-alat untuk menyelam.


Disaat speed boat mereka sudah mulai mendekati kapal pesiar, Hafidz memperintahkan pada nahkodanya untuk memperlambat laju kapal. Agar tidak menimbulkan kecurigaan pada penumpang kapal pesiar yang sedang mereka kejar. Kini Speed boat pun melambat. Dan satu persatu anak buahnya Hafidz terjun ke dalam laut. Begitu juga dengan Hafidz dan Fahmi, namun sebelum mereka terjun.


"Fahmi, apakah kamu sudah melaporkan KPLP (Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai) sekitar?" tanya Hafidz, ketika mereka sedang ditepi speed boat.


"Sudah Pak, dan mereka juga sudah bergerak, kesini," balas Fahmi.


"Baik Pak," balas Fahmi, yang terlihat ia sudah siap. Dan tak berapa lama mereka pun terjun ke dalam laut, dan menghilang dari permukaan laut.


...*****...


Sementara dikapal pesiar.


Haniah dan Shinta, yang dibius oleh para bandit, Kini telah tersadar. Pada awalnya mereka nampak bingung. Namun seketika keduanya nampak kaget, saat melihat seorang pria yang sedang duduk dikursi kebesarannya. Dan dibelakang kursi pria tersebut, nampak seorang pria yang mereka kenali sedang berdiri disana.


"Adam!" sentak Haniah dan Shinta secara bersamaan. Yang saat ini kedua sedang duduk disebuah kursi dengan tangan dan kaki mereka yang masih terikat. Namun penutup mulut mereka sudah dibuka oleh para bandit.

__ADS_1


"Ada apa ini Adam! Mengapa Lo menjadi komplotan mereka hah?!" tanya Shinta dengan suara kerasnya. Dan dengan tatapan matanya yang dipenuhi kebencian melihat pria yang sedang berdiri dibelakang kursi tersebut.


"Hei..hei..baru sadar sudah berani berteriak-teriak di depanku hah?!" ujar pria yang sedang duduk tersebut. "Anton! Bawa wanita itu dan campakkan kelaut!" titahnya pada anak buahnya yang bernama Anton.


"Jangan Bang Steven!" sergah Adam, yang nampaknya saat ini hatinya sedang bercabang-cabang, antara ingin membela temannya, atau mengikuti kejahatan mereka.


Yaa Karena memang sebenarnya Adam terkenal baik sebelum ia memiliki rasa suka terhadap Haniah. Namun setelah ia menyadari kalau ia telah jatuh cinta, ia pun mulai serakah, dan ingin memiliki Hania, apalagi saat ia pernah melihat kedzaliman suaminya Haniah, terhadap orang yang ia cintai, membuat ia semakin ingin memiliki Haniah.


"Kenapa Lo nggak rela hah? Bukankah dia bukan siapa-siapa Lo!" ujar pria itu, yang ternyata ia adalah Steven.


"Tapi dia teman gue Bang! Tolong jangan lakukan itu!" kata Adam, yang terlihat seperti memohon.


"Cih! Gue nggak butuh pembelaan Lo! Pria pengkhianatan seperti Lo mati aja sana dilaut!" seru Shinta, terlihat ia begitu jijik melihat wajah Adam.


"Lo lihat sekarang? Itu wanita yang Lo bela tadi! Dia justru jijik melihat Lo! Jadi nggak usah sok jadi pahlawan deh Lo!" ledek Steven, dengan senyum kemenangannya, "Anton lempar wanita ini!" titahnya lagi. Dan Anton pun mulai mendekati Shinta.


"Hentikan!" teriak Haniah, yang akhirnya ia buka buka suara.


"Siapa Anda sebenarnya! Dan apa maksudnya, Anda menahan kami?" tanya Haniah, walaupun suaranya terdengar tegas, namun ia terlihat sangat tenang. Berbeda dengan Shinta yang nampak ia mulai ada rasa takut, mengingat banyaknya Pria bertubuh besar yang hampir mengelilingi mereka.


"Apakah itu penting bagi Anda hm? Dan gue menahan Anda, itu karena kesalah suami kamu! Jadi jangan menyalahkan gue! Salahkan saja Suami Anda yang menjadi penyebab kekasih gue bunuh diri! Dan sekarang gue ingin dia harus merasakan apa yang sudah aku rasakan!"


...┈┈••✾•◆❀◆•✾••┈┈...

__ADS_1


__ADS_2