
"Aaakh!! Astaghfirullah!" pekik Haniah, dengan wajah yang terlihat memerah menahan sakit.
"Maaf Sayang! Sakit ya?" tanya Hafidz terlihat cemas, "Apakah kamu ingin diberhenti dulu? Tapi ini tinggal sedikit lagi Sayang," lanjut Hafidz lagi. Yang sebenarnya ia tak tega melihat Haniah kesakitan. Namun kalau tidak dituntaskan pasti ia harus mengulanginya lagi dari awal.
Melihat wajah kecemas suaminya, Haniah pun berusaha tersenyum, "Nggak kok Mas, lanjutkan saja Mas, In shaa Allah, Niah tahan kok," katanya sambil menatap wajah suaminya dengan lembut.
"Kamu yakin Sayang?" tanya Hafidz, masih terlihat cemas.
"Hu'um," balas Haniah sambil menganggukan kepalanya.
"Baiklah, kamu tahan sebentar lagi ya Sayang?" kata Hafidz, sambil mengusap air mata yang ada ujung pelupuk matanya Haniah.
Setelah melihat Haniah menganggukkan kepalanya, Hafidz pun melanjutkan aksinya. Diawali dengan kembalinya ia meraih bibir ranumnya Haniah, bak sedang memakan permen, ia mengecapi bibir merah alami itu. Sembari ia kembali memainkan pinggulnya, agar juniornya segera meraih harta Karun sang Istri.
Hingga pada akhirnya, Haniah kembali terpekik, menandakan sang junior telah meraih mahkotanya Haniah.
"Aaakh!" jerit Haniah, dan Hafidz, langsung mempercepat ritmenya hingga akhirnya ia dapat merasakan sesuatu yang akan keluar pada junior, dan iapun langsung berdoa.
Doa Berhubungan Ketika Mengeluarkan Air Mani.
اَللّهُـــمَّ اجْعَــلْ نُطْفَتَــنَا ذُرّ ِيَّةً طَيِّــبَةً
__ADS_1
"Allahummaj'alnuthfatanaa dzurriyyatan thayyibah".
Artinya: Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik (saleh).
Yaa sangat dianjurkan bagi seorang muslim, ketika mengeluarkan air mani, harus berdoa agar air mani yang dikeluarkan bisa memberikan keturunan yang baik.
Setelah membaca doa tersebut, langsung terpekik, "Aaakh.." pekikkan kenikmatan akhirnya keluar dari mulutnya, tanda ia telah mencapai puncaknya. Dan ia pun langsung melepaskan tautannya, saat ia melihat wajah Haniah yang sedang meringis kesakitan, dengan wajah yang sudah dibanjiri air mata dan keringat.
Namun walaupun Haniah masih terlihat kesakitan ia tetap menyempatkan diri untuk membacakan doa. Setelah selesai melakukan berhubungan badan, dengan mengucapkan hamdalah. Doa setelah berhubungan suami istri bertujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah yang telah memberikan kenikmatan ketika melakukan hubungan suami istri.
Doa Setelah Selesai Berhubungan.
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا
Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).
Hafidz yang melihat itu pun tersenyum kagum, dan ia pun ikut berdoa, seperti yang dibaca oleh Haniah. Dan setelah itu ia pun mengecup lembut dahi sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Terima kasih Sayang, kamu telah menyempurnakan agamaku," ucap Hafidz, sembari ia menghapus sisa-sisa air mata serta keringat yang ada diwajahnya Haniah. Ada perasaan senang dihatinya. Karena ia dapat meraih mahkota yang amat berharga bagi Haniah. Dan itu adalah pengalaman pertamanya bagi Hafidz. Karena saat ia masih bersama Jennifer ia tidak pernah merasakan seperti itu.
Karena masih merasakan sakit yang amat sangat dibagian sensitifmya. Haniah tak mampu membalas perkataan Hafizh dengan kata-kata. Ia Hanya membalasnya dengan isyarat matanya, yang ia pejamkan sejenak. Tanda ia mengatakan iya, sama-sama.
__ADS_1
"Maaf ya Sayang, sakit banget ya?" tanya Hafidz, merasa bersalah. Haniah pun menggelengkan kepalanya, sembari ia mengusap peluh yang membasahi wajah Hafidz.
"Hum, kamu bohong Sayang," kata Hafidz sambil menoel pucuk hidungnya Haniah. "Mas tahu kok, itu sangat sakit, jadi sekarang sebaiknya kamu tidur ya, agar rasa sakitnya berkurang," lanjut Hafidz, sembari ia merapatkan tubuhnya pada Haniah, lalu ia juga meletakkan lengan kanannya dibawah kepalanya Haniah, ada ia dapat memeluk istrinya.
"Tidurlah Sayang, semoga besok pagi rasa sakitnya segera hilang," kata Hafidz, yang kemudian ia pun mengecup kembali dahi istrinya dengan lembut.
"Aamiin," lirih Haniah, sembari ia memejamkan matanya. Karena malam itu malam yang menegangkan, sekaligus melelahkan, membuatnya tak membutuhkan waktu lama, untuk ia langsung terhanyut didalam mimpi.
Sedangkan Hafidz yang merasakan hembusan nafas istrinya yang menepa dadanya mulai teratur. Ia pun tersenyum penuh rasa syukur. Dan nampak jelas sekali bahwa ia begitu bahagia karena pada akhirnya ia dapat memiliki Haniah, seutuhnya.
"*Humm... mengapa aku dulu bodoh sekali sih? Masa karena kesal pada Papa, aku sampai mengabaikan dia? Padahal dia tidak salah sama sekali! Ah kamu memang bodoh Hafidz! Dan karena kebodohanmu kamu hampir saja kehilangan dia!" batin, Hafidz merutuki kebodohannya.
"Ah, tapi syukurnya dia masih menerimaku apa adanya. Terima kasih ya Allah, karena ini semua berkat campur tangan-Mu. Dan terima kasih karena telah memberikanku kesempatan," batin Hafidz lagi penuh rasa syukur. Lalu ia memberikan kecupan lembut pada puncak kepalanya Haniah*.
Setelah itu, ia pun mulai memejamkan matanya. Karena tubuhnya juga merasakan lelah, membuat ia ikut terhanyut dalam tidurnya.
...****************...
Dear Readers.
Author mau meminta bantuan nih dari Reader semuanya 🙏. karena pak su kenak musibah, membuat Author tidak bisa mengejar kata. Membuat novel ini, langsung anjlok,😞😢🤧, Nah Makanya author minta bantuan dari kalian. Untuk Sudi kiranya memberikan VOTEnya pada Novel ini, agar level kembali naik.
__ADS_1
Jadi please 🙏 bantu Author ya guys 🙏😞 Dan duukungan kalian benar-benar sangat Author harapkan 🙏 Syukron 🥰😘