
.*═══❉্͜͡🧡 Mutiara Hikmah.🧡❉্͜͡═══*
Bahagia itu tidak berasal dari luar, akan tetapi dari dirimu sendiri dan hanya dirimu sendiri yang dapat menciptakan kebahagian itu.
Namun, apa pun caramu untuk berbahagia, selalu ingat agar jangan pernah menyakiti atau membuat orang lain terluka.
Berpikir positif setiap saat, tidak peduli apa pun yang sedang kamu hadapi. Tetaplah bersyukur, bersabar, dan bertawakal juga merupakan kunci menjadi bahagia yang ampuh untuk kamu terapkan.
__sᴛᴏʀɪᴇs ᴏғ ᴛʜᴇ ᴅᴀʏ__
•═══════•❉্᭄͜͡🧡❉্᭄͜͡•═══════•
Satu Minggu kemudian.
Rumah Haniah dan Hafidz terlihat begitu ramai. Karena para keluarga, dan para sahabatnya, sedang berkumpul disana. Karena memang hari itu mereka telah diundang oleh Hafidz, karena ia sedang mengadakan syukuran atas kelahiran buah hatinya, dan sekaligus acara penambal nama untuk sang Bayi.
Acara syukuran atas kelahiran Baby Boy, berjalan begitu lancar, dari kata sambutan, penambalan nama, disertai lantunan ayat-ayat suci Al-qur'an hingga doa berjalan begitu hikmat. Rasa bahagia, serta rasa haru, menjadi satu. Tatkala mereka menyaksikan Baby Boy yang tertidur setelah pemotongan rambut, ditambah Haniah yang pintar mendadani anaknya sedemikan rupa, menambah rasa gemas juga yang timbul dihati mereka.
"Maa shaa Allah, cucu Omah menggemasin banget sih? Tampan banget lagi," ujar Riska, Ibunya Hafidz. Ia tampak begitu bahagia melihat Baby Boy, yang baru saja ditabalkan namanya. Dengan nama *Daffa Al Ghifari*
"Ya iyalah tampan! Lihat dong yang mencetaknya, tampan jugakan? Jadi otomatislah Baby Al juga tampan," balas Hafidz, yang kebetulan duduk tak berapa jauh dari sang Ibu. Mendengar perkataan suaminya, mata Haniah langsung membulat dan dengan spontan tangannya mencubit pinggangnya Hafidz, membuat Hafidz langsung terpekik.
"Aw, aw aw! Sayang! Kok Mas dicubit sih?!" protes Hafidz, seraya ia mengusap pinggangnya yang habis dicubit oleh Haniah.
"Biarin! Siapa suruh ngomong sembarangan gitu!" balas Haniah, memberikan pelototan pada Hafidz, tanda ia kesal. Karena perkataan Hafidz, yang begitu pedenya, sedang disaksikan oleh keluarga dan para sahabatnya. Dan itu membuatnya menjadi malu.
"Ya maaf Sayang. Tapikan itu faktanya, kalau Mas yang mencetak Baby Al, Sayang," kata Hafidz, membuat Haniah semakin geram, dan akhirnya ia kembali mencubit pinggangnya Hafidz.
"Bisa diam nggak sih Mas," ujar Haniah. Walaupun ia sedang memakai cadar, tapi suaranya terdengar berbeda, dan sudah pasti mereka ia berkata dengan gigi yang sedang rapat, menandakan ia sangat geram pada Suaminya.
"Aw! Sakit Sayang!" pekik Hafidz lagi, dan ketika ia melihat mata istrinya sedang melotot, ia pun menutup mulutnya, "Ampun, Mas nggak ngomong lagi kok," lanjutnya, dengan tangan kanan menutup mulutnya, sedangkan tangan kirinya mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya keatas tanda peace.
Melihat tingkah Anak laki-lakinya yang sepertinya takut pada istrinya membuat Darma tertawa terbahak-bahak, "Hahahaha.. ternyata CEO perusahaan H&H, anggota ISTI juga ya! Hahahaha." Tawa Darmawan pecah, dan diikuti para keluarga yang paham dengan kata Isti. Namun tidak bagi Hafidz, ia pun mengerutkan dahinya, tanda ia tak memahami yang diucapkan sang Ayah.
__ADS_1
"Isti? Apa maksudnya sih Pah?" tanya Hafidz penasaran.
"Hah Kamu tidak tahu Nak?" tanya Darmawan heran.
"Tidak! Emangnya apa sih Pah?"
"Ya ampun, kasihan banget sih kamu nggak tau, ckckck, ternyata kamu lugu? Atau kudet? Atau..." kata Darmawan, seraya menggelengkan kepalanya, membuat para keluarga ikut tertawa melihat keduanya.
"Apaan sih Pah! Kok jadi kaya mengejek Atha sih?" potong Hafidz, terlihat kesal.
"Eeeh, Papah ngomongnya kok ngelantur begitu sih! Nggak Papahnya nggak anaknya, sama aja kayak anak kecil deh!" tegur Riska, pada Suami dan Anaknya.
"Maaf Mah, habisnya Papah duluan sih, ngomongnya nggak jelas gitu sih!" protes Hafidz, yang nampaknya tak mau disalahkan, "Tapi Pah jawab dulu dong yang tadi! Isti itu apa?" tanyanya lagi yang sepertinya ia masih penasaran.
"Isti itu, Ikatan suami takut istri, pak Hafidz," celetuk Fahmi, membuat mulut Hafidz langsung ternganga.
"Haaah!"
Melihat mulut Hafidz ternganga, spontan para keluarga pada tertawa, "Huh! Bilangin orang Isti! Padahal Papa juga sama! Sebenarnya kalau Atha bukan Isti Pah! Tapi Bucin Istri," akunya seraya ia mengedipkan matanya pada Haniah. Membuat mata Haniah langsung membulat.
"Hummm... sekarang ngomong bucin, dulu saja merengek-rengek, nggak mau terjerat Nikah gantung, sampai nggak mau pulang kalau nggak diancamkan?" ujar Darmawan, membuat Hafidz, terlihat sedikit malu.
"Hahahaha..tapi Nak, Paph sangat bahagia, karena pada akhirnya, kalian bisa bersatu juga. Bahkan kini sudah memberikan Papa dan Mama Cucu yang sangat tampan, terima kasih Nak, atas kebahagiaan ini," ucap Darmawan, seraya ia memeluk Hafidz.
"Sama-sama Pah, ini semua juga berkat kegigihan Papah. Jadi Atha juga mengucapkan terimakasih, Pah" balas Hafidz didalam pelukan sang Papa.
Setelah itu Darmawan juga memberikan pelukan serta kecupan lembut pada dahinya Haniah, "Terima kasih Nak, sebenarnya kamulah yang membawa kebahagiaan itu untuk keluarga Papah. Dan karena kesabaranmu, jugalah yang telah mengajarkan kami betapa indahnya buah dari kesabaran itu. Sekali lagi terimakasih Hani," ucapnya, penuh rasa syukur dan rasa haru.
"Sama-sama Pah, tapi Pah, sebenarnya apapun yang Terjadi, Pastinya Akan Selalu Ada Campur tangan Allah di Dalamnya. Niah hanya menjadi pelengkap saja, dan hanya mengikuti setiap bagian rencana-Nya. Dan Alhamdulilah rencana-Nya ternyata begitu indah, Pah," tutur Haniah, terdengar menyejukkan hati, bagi yang mendengarnya dan itu termasuk Hafidz.
"Maa shaa Allah, pasti saat ini para bidadari surga, sedang cemburu dengan kamu Niah. Karena kamu adalah sebaik-baiknya perhiasan yaitu wanita shalihah, dan In shaa Allah, akan menjadi ratunya bidadari," ujar Hafidz, seraya ia memberikan kecupan lembut pada dahi istrinya. Ia nampak begitu bersyukur karena telah memiliki Haniah.
"Terima kasih Niah, terima kasih, karena kamu telah menjadi penyempurna bagi agamaku serta kehidupanku. Terima kasih, karena kamu telah menjadi memberikan cahaya kebahagiaan untuk Mas dan keluarga Mas. Sekali lagi terima kasih Sayang," ujar Hafidz, lagi sembari ia menyatukan dahinya ke dahinya Haniah. Dan disaat Haniah ingin membalas perkataannya tiba-tiba.
"Oek..Oek..Oek..Oek Oek.." suara tangis Baby Boy, memecah. Membuat suasana yang begitu romantis dan penuh haru, seketika buyar. Karena otomatis Haniah, langsung menghampiri Baby Boy, meninggalkan Hafidz yang terlihat jadi terpelongo. Karena melihat anaknya seketika terdiam setelah berada di dalam gendongan ibunya.
__ADS_1
"Hah? Sepertinya Aku harus bersaing dengan putraku sendiri? Dia sudah merebut cinta Niahku!" ujar Hafidz, pada putranya, dengan wajah yang terlihat kesal. Namun ia tetap memberikan kecupan lembut pada Baby Al.
"Untuk sekarang Ayah membiarkan kamu berada disisi Niahku, tapi kalau kamu sudah besar jangan harap, kau bisa mendekatinya," lanjut Hafidz. Membuat Darmawan, serta keluarga lainnya yang mendengarnya. langsung mentertawakannya karena wajah Hafidz yang cemburu terlihat lucu dimata mereka.
Yaa begitulah suasana kehangatan di keluarganya Hafidz dan Haniah, ada kelucuan, rasa haru dan rasa syukur menjadi satu. Sehingga terpancarlah cahaya kebahagiaan yang telah menyelimuti keluarga kecil Hafidz dan Haniah.
Satu di antara cara paling sederhana untuk menjadi bahagia adalah menerima dan mensyukuri semua hal yang dimiliki atau Tuhan berikan kepadamu.
...⊶⊶⊷⊶•❉্᭄͜͡🧡.E.N.D.🧡❉্᭄͜͡•⊶⊷⊶⊶...
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatu.
Dear Readers.♥️
Alhamdulillah, Author sudah menyelesaikan novel
...💓 Terjerat Nikah Gantung 💓...
Semoga para Readers kesayanganku terpuaskan dari hasil akhir cerita ini. Dan Author memohon maaf lahir dan batin 🙏 bila dalam masa novel ini Aktif, author selalu membuat kalian kecewa. Sekali lagi maaf ya guys.
Dan Ramanda juga mau mengucapkan ribuan terimakasih atas Doa serta dukungannya selama selama novel ini berlangsung. Ramanda juga sangat berterimakasih, pada para Readers yang begitu setia menantikan Author Update 🙏.
Semoga penantian kalian in shaa Allah berbuah manis. Karena ada sedikit ilmu yang terdapat di cerita ini, dan semoga menjadi bermanfaat untuk kita semua.
Dan semoga para Readers Fillahku selalu dalam lindungi Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan di limpahkan kebahagiaan hingga Akhirat kelak. Aamiin Aamiin ya Allah.
Oh iya sebelum pamit, Ramanda mau mengajak kalian untuk ikutan giveaway acara syukuran novel tersebut Author. Dan ini syaratnya. 👇👇
Pasti penasarankan dengan Novel terbaru Ramanda. Untuk itu cus Akh kepoin. In shaa Allah, ciri khas Ramanda berbagi ilmu tetap ada. Dan in shaa Allah akan bermanfaat untuk kita didunia maupun di akhirat. Jadi terus dukung author ya.
Oh iya bagi yang ingin mengetahui kisah Fahmi dan Shinta bagian akhir. In shaa Allah akan ada part ekstranya kok jadi sabar menanti ya.😉
Baiklah sudah waktunya Ramanda pamit ya guys 🙏😉 Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 🙏😊😇
__ADS_1
🙏♥️LOVE YOU ALL😘♥️🙏
🥰SEE YOU DIKARYA AUTHOR LAINNYA YA 😉